Esports.ID

Gelar Turnamen ala Franchise, Idealkah AOV Tiru 'Kakaknya'?

Rendy Lim
27/03/2018 11:08 WIB
Gelar Turnamen ala Franchise, Idealkah AOV Tiru 'Kakaknya'?
Tencent Games

King Pro League, turnamen profesional untuk MOBA populer, Honor of Kings, alami sedikit perubahan yakni rencana penerapan model franchise berbasis kota. Sistem yang sebelumnya juga sudah diterapkan di League of Legends Pro League (LPL).

Tahun ini, terdapat 12 tim peserta dari turnamen King Pro League yang akan dibagi menjadi 2 divisi, yakni timur dan barat, mencakup wilayah kota Shanghai serta Chengdu.

Mendapatkan sponsor dari Vivo, perusaan smartphone asal Cina, dan perusahaan fast food McDonald’s, serta Shanghai Pudong Development Bank, turnamen King Pro League Spring Split 2018 akan persembahkan prize pool sebesar 12 juta Yuan atau sekitar 1,9 juta USD, yang jika dirupiahkan senilai 26 miliar rupiah.

Ke depannya, Tencent berjanji pula untuk memperbesar jangkauan area kompetisi dari King Pro League ini dengan menambahkan kota-kota baru pada tahun 2019.

Honor of Kings dan AOV, Serupa Tapi Tak Sama

Honor of Kings merupakan mobile MOBA yang dirilis di Cina, sejak 26 November 2015, dan Tencent sebagai developernya telah menggelar kompetisi liga pertamanya, bernama King Pro League, pada tahun 2016.

Versi game yang kita kenal dan mainkan di Indonesia, yakni Arena of Valor, merupakan versi global yang dirilis oleh Tencent dengan karakter-karakter familiar untuk masyarakat internasional (misalnya karakter superhero DC Comics), yang menggantikan karakter khas budaya Cina.

Tampaknya, model turnamen Arena of Valor di Indonesia telah lebih dulu mengusung konsep yang cukup mirip dengan King Pro League, yakni AOV National Championship (ANC). Turnamen yang mencari representasi dari 24 daerah di Indonesia dan bertanding untuk memperebutkan slot bermain di All Star League.

Selain itu, Arena of Valor dalam jangka waktu dekat ini juga akan segera menyelenggarakan turnamen berskala internasional, Arena of Valor World Cup (AWC). Berlangsung pada bulan Juli, di Los Angeles, AWC akan diikuti oleh 9 regional, mencakup Taiwan/Hongkong/Makau, Thailand, Vietnam, Singapura/Malaysia/Filipina, Indonesia, Korea, Amerika Utara, Eropa, dan Amerika Selatan. AWC juga akan menyediakan total prize pool USD500.000, atau sekitar 6,7 miliar rupiah.

Sobat eSports, bagaimana menurut pendapat kamu andaikata Arena of Valor juga menerapkan konsep franchise dalam turnamen yang diselenggarakannya, misalnya ANC? Masih cukup idealkah konsep kualifikasi yang saat ini berjalan?