Esports.ID

Akui Keperkasaan Chinese Taipei, Indonesia Harus Gugur dari AWC 2018

Rendy Lim
20/07/2018 10:11 WIB
Akui Keperkasaan Chinese Taipei, Indonesia Harus Gugur dari AWC 2018
Arena of Valor World Cup 2018

Usai sudah perjuangan tim Indonesia yang diwakili oleh EVOS. Esports dalam turnamen skala internasional Arena of Valor, AWC 2018

Tim Indonesia harus tersingkir di babak penyisihan grup AWC 2018 akibat kekalahan melawan Tim Vietnam kemarin dan Chinese Taipei pagi ini. Meskipun kemarin tim Indonesia kalah melawan Vietnam, permainan mereka cukup bisa mengimbangi lawannya tersebut. Sayangnya, saat melawan Chinese Taipei, Indonesia tidak mampu memberikan perlawanan yang berarti dan harus tunduk dengan skor 2-0. 

GAME 1

Game pertama dimulai dengan first pick dari tim Indonesia yang dengan sergap mengambil Omen agar tidak dipakai oleh Yuzon dari Chinese Taipei. Hal ini membuat Yuzon akhirnya memilih menggunakan Airi dalam game pertama tersebut. 

Beberapa kali Indonesia mencoba untuk menyerang pertahanan Chinese Taipei, namun mendapatkan hasil yang sia-sia. Berbeda dengan tim Indonesia yang berusaha untuk mendapatkan kill, Chinese Taipei lebih fokus kepada farming dan objektif, membuat mereka dengan cepat mengumpulkan item-itemnya. Hingga pada akhirnya push yang dilakukan pada menit ke-9 berhasil mengakhiri game tersebut dengan kemenangan Chinese Taipei

GAME 2

Strategi Indonesia di game kedua ini adalah menggunakan dua support dengan Alice dan Chaugnar. Sementara itu untuk Chinese Taipei, mereka memilih Krixi dan Grakk yang memang cukup populer dipilih dalam AWC 2018 ini. Pada game kedua, Wiraww memilih Lindis sebagai hero jungle sedangkan Slimz dipilih oleh Niel

Tidak berbeda jauh dengan game kedua, Indonesia sempat dibuat bingung oleh strategi Chinese Taipei dengan rotasinya yang sangat cepat untuk mengejar objektif ataupun saat membunuh sentinel dan abyysal dragon. Lindis Wiraww memang memiliki damage yang cukup besar dan tampak beberapa kali berhasil shut down player Chinese Taipei

Hal tersebut sayangnya tidak sebanding dengan keagresifan para pemain Chinese Taipei. Kombinasi Maloch, Grakk, dan Slimz yang aktif melakukan rotasi lane berhasil menekan para pemain EVOS untuk mundur secara perlahan. Hingga pancingan dark slayer pada menit ke-9 membuat para pemain EVOS harus tumbang menyisakan Hanss melihat base-nya dihancurkan. 

Meskipun tersingikir dari AWC 2018, kita harus bangga Indonesia bisa bermain di level Internasional bahkan sempat bisa mengimbangi permainan tim Vietnam kemarin. Selamat kepada tim-tim yang lolos ke babak selanjutnya, dan juga EVOS, jangan patah semangat karena masih ada waktu untuk terus berlatih dan kembali lagi ke AWC dengan performa yang lebih baik di lain waktu. Tetap dukung tim-tim Indonesia yah sobat eSport!