Esports.ID

Baru Terungkap! AOV Lahir dari 'Hubungan Buruk' Tencent dan Riot Games

Rendy Lim
14/08/2018 11:17 WIB
Baru Terungkap! AOV Lahir dari 'Hubungan Buruk' Tencent dan Riot Games
Tencent & Riot Games

Disadur dari dotesports, mereka kembali memberitakan informasi cukup mencengangkan dan masih juga menyangkut perusahaan Riot Games yang sempat heboh beberapa minggu lalu. Kali ini, tak lagi 'berseteru' dengan developer lain, melainkan parent company mereka sendiri, Tencent Games

Berdasarkan laporan dari The Information, beberapa tahun belakangan, developer League of Legends ini sedang berada dalam hubungan yang cukup buruk dengan perusahaan induknya, Tencent Games

Artikel tersebut ditulis berdasarkan wawancara dengan sekitar 40 orang yang dekat dengan Riot Games dan Tencent, termasuk karyawan serta mantan karyawannya. Di dalamnya juga terdapat pernyataan dari founder Marc Merrill dan Brandon Beck, serta CEO Nicolo Laurent.

Meski dalam artikelnya lebih banyak membahas tentang akuisisi Tencent terhadap Riot pada tahun 2011 lalu, namun bagian yang paling menarik adalah ketika mereka ungkap mengenai penurunan playerbase dari Riot, sementara Tencent berniat untuk fokus mobile gaming

Hal tersebut membuat kedua perusahaan ini berdebat beberapa kali di masa lampau. Ketika mobile games mulai masuk ke hardcore gaming, Tencent konon membujuk Riot untuk membuat satu-satunya game yang dia miliki, League of Legends, untuk dibuatkan versi mobilenya. Kontan Riot langsung menolak dan mengatakan pengalaman bermain LOL tidak bisa direplikasi ke dalam smartphone. Tencent pun akhirnya membuat mobile game mereka sendiri, Wangzhe Rongyao, atau Honor of Kings (atau yang lebih dikenal dengan Arena of Valor untuk versi globalnya) pada tahun 2015. 

Kekecewaan dirasakan Riot ketika mereka menemukan screenshot untuk HOK pertama kalinya. Beberapa karyawan tidaklah senang, mereka sangat kecewa hingga mengatakan bahwa Tencent secara terang-terangan mencuri Intellectual property (IP) mereka. Riot yang melaporkan hal ini kepada Tencent mendapatkan respon baik dan Tencent pun memodifikasi game tersebut agar terlihat tidak memiliki hubungan dengan LOL. Menjadi game smartphone yang paling populer di Cina pada akhir 2017, Riot dikabarkan tidak senang dengan kepopuleran yang terkesan sangat cepat tersebut. 

Kali ini, The Information melaporkan bahwa Tencent telah menggeser fokus mereka ke PUBG dan Fortnite, seperti yang mereka lakukan dengan membeli saham pada kedua developer game tersebut, Bluehole dan Epic Games. Penggeseran ini dikabarkan akibat penurunan tajam dari playerbase serta profit League of Legends

Meski demikian, ketika dimintai pendapat oleh The Information, CEO Laurent mengatakan bahwa penurunan tersebut tidaklah terlalu signifikan. Tapi hal ini berbeda dengan pernyataan yang diberikan para karyawan dan mantan pegawai Riot yang menyebutkan bahwa Riot telah mengadakan meeting besar-besaran pada bulan Maret lalu dan menginformasikan kepada seluruh karyawan mereka terkait perusahaan yang bakal alami defisit jika tetap berada dalam posisi seperti saat itu. 

Penutupnya, Beck dan Laurent mengatakan kepada The Information bahwa hubungan Riot dan Tencent tetap kuat, dan permasalahan dengan King of Glory hanyalah sebuah 'kerikil kecil di jalan berbatu'. 

Riot Games pada akhirnya memberikan tanggapan tentang artikel dari dotesports ini. Mereka mengatakan bahwa memang LOL mengalami penurunan dari puncaknya, namun LOL masih salah satu game yang paling banyak dimainkan di dunia dan mereka cukup senang dengan angka tersebut. Serta mereka telah memikirkan konten baru yang akan membantu untuk menaikkan kembali jumlah pemain. 

Hubungan dengan Tencent juga berada dalam kondisi yang baik dan mereka akan menjaga hubungan tersebut bahkan menguatkannya. Mereka akan bekerja sama untuk masa depan, baik bagi League of Legends maupun game baru ke depannya. Bagaimana pendapat sobat eSports?