Esports.ID

Tencent Batasi Jam Main Game, Selamat Tinggal Bocah?

Rendy Lim
06/11/2018 15:44 WIB
Tencent Batasi Jam Main Game, Selamat Tinggal Bocah?
Tencent Games

Sudah resmi! Tencent Holdings akan melakukan kerjasama dengan pihak kepolisian untuk mengidentifikasi pemain game-game mereka dan membatasi jam bermain anak yang berada di bawah umur agar terhindar dari kecanduan atau efek negatif lainnya. 

Berdasarkan pemberitaan Bloomberg, sistem verifikasi yang digunakan oleh Tencent adalah mencocokkan identitas seseorang menurut umur mereka menggunakan data dari kepolisian. Di tahun 2018 ini, Tencent akan menerapkan program ini untuk 10 game miliknya. Mereka pun menargetkan semua game nanti akan memiliki sistem verifikasi demikian pada tahun 2019. 

Game pertama yang diprioritaskan oleh Tencent untuk program ini adalah Honor of Kings (atau AOV, versi di Indonesia), mobile games paling populer di Cina. Penerapan sistem verifikasi ini adalah akibat dari peraturan baru di Cina yang semakin ketat untuk menjaga para player di sana yang kebanyakan anak-anak tersebut.

Pada bulan Agustus lalu, menteri pendidikan di Cina merilis dokumen yang menunjukkan bahwa anak-anak di Cina terancam kena penyakit mata akibat bermain mobile game yang terlalu lama. Hal ini mendorong pihak pemerintahan setempat untuk membuat age rating system, bahkan termasuk pembatasan jam bermain anak.

Pemain yang memiliki usia di bawah 12 tahun hanya dapat bermain selama 1 jam setiap harinya, dan tidak dapat melakukannya antara jam 9 malam hingga 8 pagi. Sedangkan mereka yang berusia antara 13-18 tahun masih diberikan waktu 2 jam setiap hari, dan tidak memiliki batasan jam bermain. 

Pada bulan Oktober kemarin juga, Tencent telah menerapkan fitur pemindai wajah di game Honor of Kings untuk menentukan umur pemainnya. Kecanduan dalam bermain game tentu akan sangat berdampak pada kehidupan sosial seseorang, kerap kali hal ini akan mengganggu aktivitas kamu seperti misalnya tidur, makan, hingga sekolah, ataupun kerja. 

Pembatasan jam bermain seharusnya menjadi kesadaran yang timbul dari diri sendiri, namun karena anak-anak kebanyakan masih belum memiliki rasa kesadaran tersebut, developer memang harus turun tangan untuk melakukan pembatasan tersebut. Bagaimana pendapat sobat esports, setuju dengan Tencent?