Tebak Juara ESL One Katowice 2018

Debut Perdana, Xccurate Butuh Adaptasi untuk Imbangi BnTeT di TyLoo

Rendy Lim
25/01/2018 11:10 WIB
Debut Perdana, Xccurate Butuh Adaptasi untuk Imbangi BnTeT di TyLoo
Google Images

Berhasil memenangkan babak kualifikasi Intel Extreme Masters Season XII World Championship: Asian Closed Qualifier membuat TyLoo lolos untuk bertanding di IEM Katowice pada akhir Februari nanti, di mana mereka akan bertanding melawan tim-tim besar, seperti SK Gaming, FaZe Clan, G2 Esports, dan Cloud9.  

Dalam babak kualifikasinya kemarin (24/1), TyLoo tampil dengan kekuatan penuh, termasuk skuad terbarunya dari Indonesia, Kevin 'xccurate' Sutanto, berhadapan dengan tim-tim CS:GO terbaik di Asia, yang di antaranya The MongolZ, BOOT, Flash Gaming, MVP PK, dan Signature Gaming.

Playoffs:

Pada match di upper bracket, TyLoo berhasil menang dari MVP PK dengan skor 2-1. Walau di map pertama, Inferno, MVP PK berhasil unggul skor 8-16, TyLoo mengejar kemenangan pada dua map selanjutnya, Mirage (19-16) dan Cobblestone (16-11).

Perjalanan mulus berlanjut saat menghadapi Signature Gaming pada winners final. TyLoo tampak dengan mudah mengalahkan Signature Gaming baik pada Cobblestone (16-14) ataupun Cache (16-10), yang pastikan tim ini melaju ke Grand Finals.

Dua tim yang bertanding pada lower bracket adalah MVP PK dan Signature Gaming, di mana mereka tanding memperebutkan siapa yang berkesempatan balas kekalahan mereka terhadap TyLoo.

Grand Finals:

Menang dengan skor 2-1, MVP PK, maju ke grand final dan mendapatkan kesempatan untuk membalaskan kekalahanya pada semifinal. Bermain dalam BO5 match, TyLoo mendapatkan keuntungan sebagai pemenang dari upper bracket yakni 1-0 poin dalam match grand final ini, sehingga TyLoo hanya perlu 2 poin kemenangan untuk memenangkan match ini.

Pada map pertama Cobblestone, MVP PK tampak tak bisa memberikan perlawanan apa-apa pada first half, TyLoo terus mengumpulkan poin dan hanya memberikan 3 poin tambahan bagi MVP, skor akhir 12-3. MVP masih belum mampu bangkit pada second half dan hanya mendapatkan 1 poin, sehingga harus kalah pada map pertama ini, 16-4. Tidak mau tertinggal begitu saja, pada Inferno sebagai map kedua, MVP menunjukkan dominasinya kepada TyLoo dengan keunggulan first half 7-8.

Sayangnya pada second half, dominasi yang ditunjukkan sebelumnya seperti hilang dan TyLoo berhasil mengejar ketertinggalan mereka dengan mengumpulkan 9 poin, dan akhirnya menang 16-11 pada Inferno.

Masih Beradaptasi, Xccurate Tertutup Kegemilangan 'BnTeT'

Asia qualifier ini adalah pertandingan perdana Xccurate setelah resmi masuk ke tim Tyloo. Sebelumnya, Xccurate pernah bermain sebagai stand-in di Tyloo untuk StarLadder I League, bahkan satu tim bersama pemain Indonesia lainnya di Tyloo yakni Hansel ‘BnTeT’ Ferdinand.

Pada match melawan MVP PK di grand final ini, Xccurate mendapatkan poin paling rendah (rating 0.97) dibandingkan dengan semua anggota Tyloo lainnya. Sedangkan teman Indonesianya,  BnTeT masih mendapatkan poin tertinggi dalam match kali ini dengan rating1.42.

Selamat kepada Tyloo Gaming dan mari kita dukung perjuangan 2 pemain Indonesia yang bertanding pada turnamen Internasional.