Esports.ID

Bayar Uang Jaminan, Kreator Counter-Strike Lolos dari Jeruji Penjara

Rendy Lim
05/02/2018 13:46 WIB
Bayar Uang Jaminan, Kreator Counter-Strike Lolos dari Jeruji Penjara
Google Images

Hari Jumat (2/2), terdengar kabar bahwa sang game developer yang turut kreasikan Counter-Strike, Jess Cliffe, telah ditangkap oleh pihak kepolisian Seattle atas dugaan aksi pelecehan seksual terhadap remaja perempuan di bawah umur.

Namun, kabar terbaru pada hari Minggu (4/2) kemarin, Jess Cliffe dibebaskan dari King Country Jail di Seattle setelah membayar uang jaminan untuk dapat keluar dari penjara, dengan nominal sebesar US$150.000.  Pada awalnya, jaksa penuntut dari King Country meminta hakim untuk menetapkan jumlah jaminan tersebut sebesar US$250.000 dengan alasan keselamatan komunitas, serta korban.

Pengacara Nyoka Maraire, mewakili kantor jaksa, menjelaskan bahwa tuduhan eksploitasi seksual dilayangkan atas dugaan bahwa Jess Cliffe telah melakukan kontak dengan anak di bawah umur melalui sebuah situs dan membayarnya untuk melakukan hubungan badan beberapa kali. Maraire juga menduga Cliffe telah merekam pertemuannya dengan anak tersebut tanpa sepengetahuan korban.

Situs yang digunakan oleh Cliffe untuk bersua dengan anak tersebut adalah ‘Seeking Arrangement’ dan terjadi tahun lalu saat usianya masih 15 tahun. Sementara, Zachary Wagnild, pengacara dari Cliffe tidak menyangkal adanya kontak antara Cliffe dengan anak tersebut, namun dia tidak mengetahui tentang umurnya. Wagnild juga memberikan saran kepada hakim untuk tidak menjatuhkan denda jaminan kepada Cliffe karena kliennya tidak akan kabur ke luar negeri.

Namun, hakim dari King Country, Rod Benjamin tetap mengharuskan Cliffe untuk membayar uang jaminan sebesar US$150.000, dan menyatakan Cliffe sebagai ancaman bagi komunitas atas tindakannya tersebut. Hakim juga melarang Cliffe dan anak tersebut untuk melakukan kontak kembali. Setelah membayar jaminan tersebut, Cliffe tidak lagi dipenjara, namun akan kembali ke ruang sidang pada tanggal 5 Februari.

Sedangkan Valve Corporation telah memberhentikannya untuk sementara dari pekerjaannya sampai pihak berwenang selesai memeriksa dirinya dan mendapatkan informasi lengkap tentang apa sebenarnya terjadi.

Bila memang terbukti nantinya, perilaku yang tidak terpuji ini memang sepatutnya tidak boleh dilakukan apalagi dengan sosok yang cukup berpengaruh sebagai seorang kreator dari salah satu game cikal bakal eSports, Counter-Strike. Semoga saja hal demikian tidak terulang lagi ya!