Esports.ID

Robin ‘Flusha’ Ronnquist, MVP Pembawa Kemenangan Fnatic

Rendy Lim
05/03/2018 14:49 WIB
Robin ‘Flusha’ Ronnquist, MVP Pembawa Kemenangan Fnatic
HLTV.org

Aksi saling kejar poin hingga selisih poin yang sangat tipis membuat persaingan di pertandingan final IEM Katowice 2018 sangatlah menegangkan. Lima round dan tujuh jam pertandingan akhirnya membawa kemenangan bagi Fnatic, yang mengalahkan FaZe Clan, dan kembali bawa pulang trofi juara di Katowice.

Namun, kemenangan Fnatic dalam turnamen ini tak lepas dari peran Robin ‘Flusha’ Ronnquist yang menjadi sorotan sepanjang pertandingan final tersebut. Bagaimana aksi Flusha mengantarkan kemenangan bagi Fnatic di IEM Katowice?

First Map: Cache

Menjadi map pembuka untuk pertandingan final ini, Cache terlihat sebagai rematch dari upper bracket finals yang dimenangkan oleh Fnatic. Namun FaZe membuktikan bahwa kali ini mereka berbeda dan mulai menekan tim asal Swedia tersebut.

Fnatic, yang menang pada pistol round, awalnya berhasil menang 2-0 pada first half. Setelah itu, FaZe tampak mulai mengejar ketertinggalan mereka dimulai dengan quad kill dari NiKo pada round kelima di first half. Kondisi kemenangan tetap berpihak ke FaZe hingga paruh pertama berakhir dengan skor 11-4.

Masuk ke paruh berikutnya, Fnatic berhasil mencuri 1 poin pada round ketiga, namun sayangnya hal tersebut tidak mampu membalikkan keadaan mereka. FaZe mempertahankan dominasi mereka ditambah dengan rain yang berhasil mendapatkan triple kill dan membuat tim Eropa tersebut dengan cepat mengakhiri map pertama dengan skor 16-5.

Second Map: Inferno

FaZe mengawali first half pada map kedua ini dengan memimpin di skor 9-2. Namun, Jesper berhasil membuka sedikit ruang bernafas bagi tim asal Swedia tersebut dan mengakhirinya dengan skor 9-6.

FaZe kembali menunjukkan dominasi mereka pada awal second half dengan triple kill dari NiKo. Sayangnya, setelah itu FaZe tampak lengah dan membuat Fnatic berhasil curi kembali keadaan, hingga skor 10-9.

Pada map kedua ini, Flusha mulai menunjukkan kehebatannya. Pemain usia 24 tahun ini berhasil membantu timnya bangkit dan bahkan mendapatkan 8 kill dalam 2 round. Hal itu membuat Fnatic berhasil menang berturut 6 kali sebelum akhirnya FaZe mendapatkan 2 kemenangan dan membawa game tersebut ke overtime.

Overtime pertama belum berhasil menentukan tim pemenang, di mana kedua tim mendapatkan skor imbang hingga overtime kedua saat triple kill dari Maikil ‘Golden’ Selim sukses membawa kemenangan bagi Fnatic dan menyeimbangkan kedudukan 1-1.

Third Map: Overpass

Fnatic masih membawa semangat mereka di map sebelumnya dengan memimpin skor 6-0 pada side CT. Momen FaZe berhasil membalikkan keadaaan dimulai saat Ladislav ‘GuardiaN’ Kovacs mampu tunjukkan perlawanan yang apik dalam 1v5 melawan Fnatic. First half pun ditutup dengan keunggulan tipis, 8-7, untuk Fnatic.

Fnatic terus mendominasi pada second half. Tim Eropa, FaZe Clan, tidak diberi kesempatan sama sekali untuk mencetak poin dalam second half ini dan Fnatic mengakhiri map ketiga dengan kemenangan 16-7.

Fourth Map: Mirage

Mirage yang menjadi map berdarah bagi Fnatic, saat FaZe secara cepat berhasil memimpin 8-1 dalam first half. Fnatic tampak sulit membalikkan keadaan dan hanya mendapatkan kesempatan ketika Jesper ‘JW’ Wecksell berhasil menang pada 1v3 pada round 11. Namun first half harus berakhir dengan FaZe yang memimpin 11-3.

FaZe tampak memimpin pada awal second half dan Fnatic mulai mencoba cari kesempatan untuk memutar balik keadaan pada round ketiga second half. Berhasil mencetak momentum hingga round 7, Fnatic membuat skor menjadi 13-11.

Sayangnya, FaZe tidak memberikan kesempatan lagi untuk Fnatic mencetak poin dan memenangkan 3 round selanjutnya, sekaligus memaksa hadirnya map kelima sebagai penentuan.

Fifth Map: Train

Map penentu ini dimulai dengan kedua tim yang saling memberikan poin pada 2 ronde pertama. Namun FaZe yang berada pada side terrorist berhasil memimpin 5-1, sebelum akhirnya Fnatic kembali mendapatkan momentum hingga skor menjadi 6-5 dan membuat Finn ‘karringan’ Andersen untuk melakukan tactical pause.

Short break tersebut berhasil memberikan FaZe kemenangan dalam 2 round selanjutnya, namun Fnatic berhasil memenangkan 2 round terakhir membuat skor sangat ketat pada first half 8-7.

Second half dimulai dengan kemenangan FaZe dalam pistol round dan memberikan FaZe memimpin sementara. Fnatic berhasil mencoba bangkit dan meraih win streak pada second half dan sayangnya harus berhenti pada skor 13-10.

NiKo mendapatkan quad kill dan kembali membuat keadaan cukup baik bagi FaZe, sayangnya Flusha tidak mau begitu saja menyerah. Pemain muda tersebut berhasil menunjukkan strateginya dalam 2v5 melawan FaZe.

Selanjutnya, FaZe tampak stabil hingga 1 poin lagi menuju kemenangan mereka. Flusha kembali menunjukkan bagaimana dirinya pantas menjadi MVP dalam match tersebut dengan memanfaatkan kelengahan dari FaZe dan membawa map terakhir tersebut berlanjut ke overtime. Fnatic berhasil memperlihatkan semangat mereka dalam overtime dengan skor akhir 19-17 dan memberikan kemenangan pertama mereka dalam 2 tahun terakhir ini.

Ini merupakan pertama kali Fnatic mencapai babak grand final di IEM Katowice sejak terakhir pada tahun 2016, di mana mereka adalah juara dalam tahun 2015 dan 2016. FaZe Clan yang berada di posisi runner up membuat ini adalah tiga kali berturut-turut setelah IEM Oakland dan ESL Pro League Season 6 mereka selalu berakhir di posisi runner up.

Selamat kepada Fnatic yang berhasil mendapatkan US$250.000, dari total prize pool US$500.000!