Esports.ID

Trofi Major CS:GO Kedua Astralis, FACEIT Major 2018

Rendy Lim
24/09/2018 11:38 WIB
Trofi Major CS:GO Kedua Astralis, FACEIT Major 2018
FACEIT Major London

Setelah kompetisi yang berlangsung selama tiga pekan antara 24 tim partisipan, akhirnya juara untuk FACEIT Major London 2018 berhasil didapatkan oleh Danish Powerhouse, Tim Astralis dengan mengalahkan Natus Vincere pada pertandingan final. 

Setelah lebih dari satu setengah tahun sejak trofi major terakhir mereka di ELEAGUE Major, kini Astralis kembali mengangkat trofi juara di turnamen major. Namun tidak seperti di Atlanta, kali ini, Astralis tidak terlalu mendapatkan perlawanan berarti dari Na'Vi di Grand Final.

Tiga map disiapkan dalam pertandingan final ini adalah Nuke, pilihan Astralis, kemudian Overpass dari Na'Vi, dan Inferno, map paling populer di Major FACEIT sebagai decider map grand final kedua tim. 

Map 1: Nuke

Di map pertama, Na'Vi berhasil unggul pada pistol round berkat Egor “flamie” Vasilyev yang bawa mereka unggul skor 3-0. Namun setelah Astralis menstabilkan kondisi keuangan, mereka langsung menyerbu sembilan round berturut-turut secara agresif.

Keberhasilan beberapa serangan dari Denis “electronic” Sharipov, serta keunggulan di second pistol round cukup membantu, namun hal tersebut tidak mampu menghentikan serangan Astralis yang mengakhiri map pertama dengan skor jauh 16-6. 

Bahkan Oleksandr “s1mple” Kostyliev yang merupakan pemain bintang di Na'Vi berada di posisi bottom-fragge, sedangkan electronic adalah satu-satunya pemain yang sanggup menyaingi Astralis dalam jumlah kill. 

Map 2: Overpass

Astralis menang pada pistol round di Overpass, namun Na'Vi dengan cepat menunjukkan kebolehannya di T side. Aksi kejar poin terjadi antar kedua tim hingga first half, tapi berakhir dengan keunggulan Astralis 9-6. Tim Danish yang bermain offense, kembali menang di second pistol round sekaligus menghancurkan harapan Na'Vi untuk menyeimbangkan kedudukan. Astralis mendominasi pertandingan sebagai T side di Overpass dan mengakhiri grand final tersebut dengan selisih skor yang cukup jauh, yakni 16-9. 

Trofi juara Major ini menjadi yang kedua bagi pemain lama Astralis, yakni Peter “dupreeh” Rasmussen, Nicolai “dev1ce” Reedtz, Lukas “gla1ve” Rossander  dan Andreas “Xyp9x” Hojsleth. Sedangkan bagi Emil “Magisk” Reif, ini merupakan trofi major pertamanya. 

Secara keseluruhan, ini adalah tahun yang sangat baik bagi Astralis, sehingga layak menjadikan mereka tim CS:GO terbaik di tahun 2018 ini. Tidak hanya mengukir kemenangan kelima mereka di tahun ini, namun juga berkat lineup mereka. Tim asal Denmark tersebut berhasil membuat sejarah dengan mencetak skor 16-0 di Valve Major, serta kemenangan pada grand final yang sangat one-sided dalam semua turnamen Major sejak 2013. 

Bagaimana menurutmu sobat eSports, setuju?