Esports.ID

VAC Pecahkan Rekor 15 Tahun Akibat Free-to-Play CS:GO

Rendy Lim
09/01/2019 11:35 WIB
VAC Pecahkan Rekor 15 Tahun Akibat Free-to-Play CS:GO
CS:GO VAC

Pada artikel sebelumnya, keputusan Valve untuk membuat salah satu game paling populer miliknya, yakni CS:GO, untuk menjadi game free-to-play tampaknya adalah sebuah keputusan  yang tepat.

Meski awalnya mendapatkan banyak sekali komentar atau review negatif, namun jumlah pemain CS:GO berhasil meningkat drastis, seolah mengabaikan komentar negatif yang ada pada halaman Steam CS:GO. Tetapi bukan berarti Valve sudah selesai dengan masalah utama yang pasti akan muncul pada game-game 'gratis'. 

Benar saja, sistem Valve Anti Cheat (VAC) yang ditanamkan dalam Steam guna mendeteksi penggunaan cheat pada setiap gamenya menunjukkan angka banned yang sangat besar pada bulan Desember 2018, satu bulan setelah CS:GO menjadi game free-to-play

Jumlah player yang meningkat signifikan juga berbanding lurus dengan angka akun yang di-banned oleh VAC. Pada bulan Desember kemarin saja, VAC mencatat angka lebih dari 600.000 akun Steam yang terkena banned akibat menggunakan cheat. Banned pertama bahkan dimulai satu hari setelah CS:GO menetapkan gamenya menjadi F2P.

Lima wave banned berlangsung selama bulan Desember dan angka yang dihasilkan pada bulan terakhir 2018 sangat berbeda jauh pada bulan sebelumnya. Di November 2018, VAC mencatat 103,743 akun yang di-banned, sekitar enam kali lebih sedikit dibanding jumlah pada bulan Desember. Bahkan jumlah pemain yang terkena banned setiap bulannya tidak pernah menembus 200.000 selama 15 tahun. Merupakan peningkatan yang sangat mengkhawatirkan ketika kita melihat angka 600.000. 

Langkah Valve untuk menggratiskan CS:GO serta menambahkan mode battle royale berhasil menarik para pemain, namun dengan angka pemain yang di-banned oleh VAC segitu banyaknya pasti mengkhawatirkan dan membuat kita mempertanyakan kejujuran diri para player dalam menikmati game. 

Bagaimana pendapat sobat esports? Apakah kamu sudah mencoba CS:GO free-to-play