IES Ligagame

Hasrat Bersaing di Scene Internasional, Alasan BnTeT Gabung Gen.G!

Rendy Lim
03/01/2020 12:07 WIB
Hasrat Bersaing di Scene Internasional, Alasan BnTeT Gabung Gen.G!
Akankah BnTeT dapat tampil bersinar di Gen.G layaknya saat dirinya memperkuat TyLoo?

Sebagai salah satu pemain Asia yang berhasil menembus taraf internasional, Hansel 'BnTeT' Ferdinand memang menunjukkan performa yang konsisten saat bermain bersama TyLoo dalam berbagai kompetisi besar ataupun major. Hal tersebut menjadikan pemain ini layak bergabung dengan Gen.G, bermain bersama veteran lainnya seperti daps, autimatic, koosta, dan s0m. 

Namun, perjalanan BnTeT hingga mencapai tahap ini memang tidak selalu mulus. Pemain muda asal Indonesia ini memulai karir professional CS:GO nya sejak dini dan kerap kali berpindah tim, menimba ilmu dan pengalaman untuk mengembangkan kemampuan bermainnya. 

BnTeT dan Nxl menjuarai  MSI Beat It! SEA qualifier; Source: hltv.org

BnTeT mulai bermain Counter-strike 1.6 saat masih berusia 11 tahun dan tidak perlu waktu lama untuk dirinya dilirik oleh salah satu tim CS:GO Indonesia, Nxl. Bersama dengan Nxl, BnTeT berhasil memenangkan turnamen internasional pertamanya MSI Beat It! SEA qualifier di Beijing, China. Setelah itu, meski sempat vakum dari karir professional akibat kuliah, BnTeT memutuskan untuk kembali ke Nxl pada tahun 2016.

Tidak lama setelah kembali aktif, BnTeT mencari tantangan baru dengan bergabung bersama Recca Esports, bertemu dengan duetnya Kevin 'xccurate' Susanto. Karirnya di tim tersebut juga tidak berjalan lama karena datang panggilan dari TyLoo di awal tahun 2017. Setelah berhasil meyakinkan orang tuanya untuk mengizinkannya pindah dan menempuh karir sebagai atlet esports, BnTeT betah memperkuat TyLoo hampir sekitar tiga tahun. 

Bermain di salah satu tim terbaik CS:GO di Asia, BnTeT memang cukup sering mendapat kesempatan untuk tampil di event internasional, dimana dirinya dapat berhadapan dengan tim-tim papan atas yang sebelumnya hanya dapat dilihat aksinya melalui Twitch. Sayang, perjalanannya di turnamen internasional tidak semulus scene mereka di Asia, dimana kerap kali TyLoo harus gugur awal di babak group stage.

Bersama TyLoo, BnTeT pernah mencatat prestasi membanggakan baginya yakni mulai dari FACEIT Major dimana mereka menjadi tim CS:GO Asia pertama yang berada di top-16 turnamen major. Setelah itu, performa mereka di IEM Sydney semakin menanjak dengan mengantarkan TyLoo mencicipi peringkat 10 dunia, usai mengalahkan tim-tim besar seperti SK, Cloud9, dan Renegades, hingga terhenti disemifinal oleh FaZe. 

BnTeT sebut impiannya adalah bermain di tim internasional; Source: Hltv.org

Transisi dari TyLoo ke Gen.G dipandang BnTeT sebagai tantangan dan awal baru dalam karir professionalnya. BnTeT mengungkapkan bahwa dirinya memang memiliki impian untuk bermain di tim internasional terutama di North America . Meski akan berhadapan dengan lingkungan dan situasi baru, BnTeT tetap bersyukur dapat mewujudkan impiannya melalui kesempatan bermain di Gen.G ini. 

BnTeT yang sebelumnya adalah in-game leader di TyLoo kali ini dapat lebih tenang karena daps akan mengambil posisi tersebut, membuat BnTeT dapat lebih fokus dengan permainannya sendiri. Bermain dengan pemain-pemain yang memiliki pengalaman lebih banyak darinya, BnTeT berharap dapat belajar lebih banyak dari daps, autimatic, koosta, dan s0m. 

Bagaimana nasib TyLoo nantinya setelah ditinggalkan oleh BnTeT?; Source: Hltv.org

Hansel 'BnTeT' Ferdinand akan tiba di rumah barunya pada pertengahan Januari mendatang, kira-kira apakah pemain ini dapat tampil bersinar seperti saat bermain di TyLoo? Selain itu, bagaimana nasib TyLoo yang ditinggalkan oleh pemain bintangnya ini? Pendapatmu Sobat Esports?