Esports.ID

Tak Terbendung oleh EHOME, Execration Juara di The Major League Asia

Billy
24/10/2017 17:47 WIB
Tak Terbendung oleh EHOME, Execration Juara di The Major League Asia
execration official fanpage

Meskipun kalah bersaing dalam perebutan jatah slot di Pro Circuit dengan Mineski, namun Execration tetap salah satu tim unggulan di SEA. Mereka membuktikan hal tersebut dengan menjuarai The Major League pada hari Minggu (22/10) kemarin. Bertempat di Iskandar Putri Arena dengan total hadiah mencapai US$ 71.000, Xctn harus melewati hadangan peserta lainnya yang tidak kalah menterengnya seperti EHOME, IG.Vitality, HighGround, Clutch Gamers, WG.Unity,  Fnatic, dan EVOS Esports sebagai perwakilan dari Indonesia.

Execration (Xctn) berhasil melaju mulus di upper bracket hingga menembus final dan berhadapan dengan EHOME.

GAME ONE

EHOME memulai game dengan begitu agresif dan draft yang unik. Mampu mengkombinasikan kemampuan push dari Terrorblade dan Death Prophet, sekaligus teamfight dari Tidehunter, sementara rotasi menakjubkan dilakukan duo Rubick dan Pudge. Sementara Xctn memilih draft yang lebih condong ke pick off dengan Night Stalker, Weaver, Clockwerk,Timbersaw dan 1 ultimate AOE pada Venomancer yang juga bertugas sebagai penghambat kemampuan push dari EHOME.

Rotasi dari Pudge menjadi momok mengerikan untuk Xctn, karena mampu memberikan pressure ke tiap lane dari Xctn, bahkan kadang sukses melancarkan hook indah dalam beberapa kesempatan. Xctn tidak mampu membendung gempuran dan rotasi dari EHOME, markas Xctn malah sudah jebol di menit ke-20 dengan perbedaan networth mencapai 17k.

Xctn bukannya tanpa perlawanan, selang beberapa menit mereka berhasil membuka harapan comeback dengan melakukan teamwipe terhadap EHOME. Dengan memanfaatkan skill-skill hero EHOME yang sudah terpakai sebelumnya saat melakukan Roshan. Tidak ingin mengulang kesalahan yang sama, pada menit ke-29 EHOME berkumpul untuk mendobrak markas Xctn sekali lagi.

Satu per satu hero dari Xctn mencoba menghadang namun mereka terperangkap dalam Ravage indah yang dikeluarkan oleh Faith_Bian. Kehilangan 5 hero, Xctn pun menyerah di menit ke-30.

GAME TWO

Xctn kembali terjebak dalam posisi tertinggal pada game kedua. Menggunakan core seperti Anti-Mage, Venomancer, Viper, didukung oleh Earthshaker dan AA, sepertinya Xctn memilih untuk bermain lebih sabar dan memberikan kesempatan Anti-Mage untuk farm.

EHOME yang kembali mengandalkan Death Prophet kini disokong oleh rotasi dari Nyx dan Visage, teamfight Puck, serta Monkey King sebagai carry. Kembali bermain agresif, EHOME mampu mengendalikan tempo di early hingga mid game. Pada Menit ke-26, EHOME telah unggul perolehan skor 25-7, tapi saat ingin menabrak barisan pertahanan Xctn di bottom lane dire tower tier 2, Anti-Mage muncul dan menghabisi 2 hero dari EHOME, sementara Death Prophet dan Nyx telah lebih dulu meregang nyawa.

Meskipun Anti-Mage telah menggungguli perolehan networth dengan 24k di menit ke-40, namun EHOME pantang menyerah dan berupaya mencuri Aegis dari Xctn. Tak mau kehilangan momentum, Xctn pun turun untuk memastikan tidak ada Aegis bagi EHOME.

Berhasil mengeliminasi Earthshaker dan Anti-Mage terlebih dulu, Monkey King mencolong Aegis. AM segera buyback dan membalaskan kematiannya kepada MK yang memiliki aegis. Kedua tim bermain sedikit menahan diri setelah perebutan aegis, dan hanya terjadi beberapa pertempuran kecil dimana kedua tim akhirnya saling mundur karena khawatir kehilangan keunggulannya.

Memasuki menit ke-50, pertarungan kembali terjadi dalam perebutan Roshan kedua. Kali ini, EHOME harus kehilangan aegis karena AM berhasil mencurinya. Xctn berhasil membunuh 3 pemain EHOME berkat kombo Echo Slam, Posion Nova, dan Ice Blast. EHOME berusaha bertahan namun harus kehilangan heronya 1 demi 1, dengan tidak memiliki buyback, EHOME menyerah di menit ke-57.

GAME THREE

Game ketiga berjalan lebih seru dan ketat dimana kedua tim saling melakukan rotasi ataupun kill. EHOME yang berkomposisikan Shadow Fiend, Faceless Void, Clockwerk, Enchantress, dan Venomancer fokus pada early gank untuk memenangkan kendali di awal. Sementara Xctn membalas dengan Kunkka, Bane, Nyx, Qop, dan Mirana, untuk kombo yang cukup kuat karena memberikan banyak disable dengan durasi cukup panjang.

Kedua tim terus kejar-mengejar skor kill hingga menit ke-22, dengan skor 17-17. Satu kesalahan EHOME di daerah top dire berbuah 4 hero terciduk. Sadar kesalahannya membuat Xctn lebih unggul, mereka mencoba menipiskan jarak dengan upaya Roshan, namun diketahui oleh Xctn.

Pertempuran tak bisa dihindari, dengan menyisakan sedikit lagi darah Roshan, Nxy masuk ke dalam pit dan berhasil melakukan kombo stun bersamaan dengan Ghost Ship yang membunuh Roshan beserta Enchantress yang ikut terjebak. Qop datang menyapu bersih anggota EHOME yang tersisa dengan Sonic Wave, sementara Nyx berhasil memperoleh aegis.

Di menit ke-32, Xctn merangsek masuk ke jantung markas EHOME, menyisakan hanya SF, Void, dan Clock yang dalam posisi genting, Xctn ingin memastikan bahwa lawan bisa dibunuh agar mereka menyerah. Xctn berhasil mendapatkan teamwipe dengan keunggulan networth mencapai 14k. EHOME pun tak berdaya di menit ke-36, setelah kembali kehilangan 5 hero sekaligus. Berkat kemenangan ini, Xctn berhasil mendapatkan gelar pertamanya di musim ini.

Di luar keperkasaan Xctn di ajang The Major League DOTA 2 Asia, sayang sekali EVOS Esports yang menjadi wakil Indonesia di sini harus tereliminasi dengan dua kekalahan yang dideritanya dari HighGround dan juga IG.Vitality (di lower bracket). Tidak perlu khawatir bagi penggemar EVOS, dan terus dukung tim-tim Indonesia agar penampilan mereka bisa semakin baik di turnamen-turnamen selanjutnya.