Esports.ID

[DreamLeague] Tim Unggulan Melaju Mulus, Fnatic Angkat Koper

Billy
02/12/2017 04:43 WIB
[DreamLeague] Tim Unggulan Melaju Mulus, Fnatic Angkat Koper
DreamLeague 8

Buat yang melewatkan aksi tim-tim DOTA 2 terbaik dunia di ajang DreamLeague Season 8, eSports.id hadirkan rangkuman lengkap pertarungan sengit perebutan juara dari Major kedua ini, dari hasil pertandingan (2/12) semalam.

Para tim unggulan seperti Newbee, Virtus.pro, Team Liquid, dan Team Secret mampu melewati rintangan di ronde pertama. Newbee yang berhadapan dengan Infamous tak menemukan hambatan berarti menghadapi perwakilan Amerika Selatan. Mampu dominasi  dua match, Infamous gagal ciptakan kejutan.

 

VP yang bertarung dengan Na’Vi mampu buktikan keseriusan mereka dalam menuntaskan dendam dan mengirim Na’Vi ke lower bracket. Meskipun sempat disamakan oleh Na’Vi lewat pertandingan panjang berkat kepiawaian Crystallize bersama Morphling-nya, VP pastikan kemenangan di game ketiga dalam waktu cukup singkat, hanya 30 menit-an saja.

Sementara big match antara Team Secret vs EG berakhir petaka bagi perwakilan Amerika Utara. Kembali diperkuat MidOne, Fear dan kawan-kawan tak mampu curi satu kemenangan pun hadapi sang Penguasa benua biru ini, sehingga memaksa EG untuk mencoba peruntungan mereka dari lower bracket.

Pertandingan mudah juga dijalani oleh Team Liquid yang bersua Fnatic. Berjaya di regional SEA tak serta merta jadikan Fnatic penantang berbahaya bagi Liquid, terbukti strategi tanky core mereka dengan Bristleback tak berdaya di hadapan Liquid yang mampu bantai habis Fnatic di game kedua. Walau penampilan Abed dengan Invoker-nya memukau di game pertama, tapi rekannya belum mampu mengimbangi kepiawaian Abed guna memberi perlawanan berarti bagi Liquid.

 

Nasib naas kembali terulang di lower bracket, dimana Fnatic harus berhadapan dengan Na’Vi. Kalah di game pertama, Fnatic torehkan kemenangan perdana di game kedua. Namun Crystallize kembali jadi senjata rahasia yang mematikan di game penentuan. Akui ketertinggalan yang terlalu pelik, Fnatic jadi tim pertama yang sudahi perjalanan mereka di Major dengan kantongi $20.000, tanpa perolehan circuit points tambahan.

Infamous juga akhirnya menyusul Fnatic setelah dikalahkan EG dengan skor 0-2. Meski berhasil sapu bersih dua ronde, EG miliki catatan penting untuk hadapi lawan di babak selanjutnya. Seringkali gegabah dalam ambil keputusan dan buang-buang keunggulan, kesalahan seperti ini tentu akan berakibat fatal bila berhadapan dengan lawan yang kelasnya lebih tinggi.

Pertandingan beranjak ke kontestan upper bracket, diawali oleh partai VP versus Liquid. Final kepagian ini sajikan duel seru antara dua tim heavyweight DOTA 2. VP curi ronde pertama dengan andalkan buff dari Vengeful dan Beastmaster yang jadikan Terrorblade Ramzes666 terlalu imba dalam teamfight ataupun push. Sementara, game kedua jadi momen Miracle- untuk curi perhatian, dimana Tinker terlalu gesit untuk  diimbangi hero VP. Begitupun dengan kontribusi kedua support, Kuro dan GH, menggunakan Shadow Demon dan Earth Spirit tidak bisa diabaikan manakala bait dan juke kecil mereka mampu hasilkan andil masif dalam pertarungan.

 

Game ketiga tetap sengit, kedua tim tampil agresif ciptakan kesempatan menyerang, namun VP-lah yang unggul memasuki mid game. 9pasha Weaver mampu amankan Godlike dan Noone dengan Death Prophet-nya incar kemenangan cepat dengan fast BKB untuk hindari disable berbahaya saat perang terjadi. Liquid merespon ketertinggalan dengan baik dan menyebarkan formasi guna tambah investasi equipment. Satu play kecil yang indah dari GH dengan IO-nya pastikan keunggulan berbalik ke Liquid. Memanfaatkan momen relocate, GH dengan cerdik jadikan dirinya umpan bagi anak-anak VP berkumpul dan habisi dirinya. Tanpa disangka, anggota Liquid lainnya mampu manfaatkan pengorbanan GH dengan optimal dan Miracle- kembali buktikan kepiawaiannya sebagai Player of the Year dengan hujan Flak Cannon yang buyarkan formasi VP.

Team Liquid makin percaya diri pasca unggul di war tersebut, sementara VP tampak hilang kordinasi dan banyak terciduk. Tak mau lama-lama, Liquid langsung gerogoti objektif VP dan akhiri perlawanan rival mereka di menit 42:54. Hasil ini pastikan Liquid berada di semifinal dan amankan posisi 3 besar, sementara VP masih miliki kesempatan untuk balaskan dendam via lower bracket, besok.

Pertandingan penutup hari ini yang mempertemukan antara Secret dan Newbee berjalan anti-klimaks, dimana Secret mampu kuasai 2 match tanpa kesulitan berarti. Dengan penampilan yang tenang dan penuh perhitungan, tampaknya Team Secret bisa jadi batu sandungan serius untuk Liquid juarai Major kali ini.  Newbee akan coba peruntungannya lewat lower bracket hadapi Na'Vi. Sementara EG yang harus melalui jalan terjal dengan menjamu VP masih tetap berkomitmen tidak mau meraih hasil buruk di Major kali ini.