Esports.ID

Pro Circuit Penutup Tahun, The Summit 8 Tawarkan 'Sajian' Berbeda

Billy
13/12/2017 10:48 WIB
Pro Circuit Penutup Tahun, The Summit 8 Tawarkan 'Sajian' Berbeda
gosugamer, joindota

Besok (14/12), The Summit 8 siap bergulir meski sempat diwarnai kontroversi menyangkut kepantasan tim penerima direct invite. Namun kini turnamen pun bisa dimulai dengan damai, setidaknya sampai saat ini karena begitu berkompetisi didalamnya ke-9 tim yang telah pastikan mengikuti minor ini tentunya tidak mau jalani tiap pertandingan dengan 'jalan damai'. Sekaligus menyambut musim dingin dan perayaan Natal, ajang The Summit 8 akan mengusung tema WonderLAN yang juga menyimbolkan format in-house tournament sebagai ikonnya.

Dikarenakan jumlah tim peserta yang tidak lazim dengan diikuti oleh 9 tim, maka format The Summit agak menyimpang dan akhirnya memakai sistem 3 grup berisikan 3 tim di tiap grup. Tiga tim peraih Circuit Points terbanyak akan diundi untuk memisahkannya dalam grup berbeda dan dapat keistimewaan untuk memilih tim mana yang disusupkan ke dalam grup tertentu.

Meski terdengar seperti keuntungan besar bagi pentolan masing-masing grup, tetapi bisa juga jadi sandungan fatal karena bila dilihat dari daftar peserta The Summit musim ini, tidak ada tim yang benar-benar lemah.

GRUP A

Grup pertama dihuni oleh Virtus.pro, Sacred, dan OG. Masih segar dalam ingatan kita dimana OG menjuarai MDL Macau beberapa saat lalu, namun dalam fase round robin tidak mampu kalahkan VP. Secara strategi jangka panjang, OG tampak kuasai mental bermain tapi dalam format yang singkat seperti ini, OG tidak boleh berpuas diri bila hanya raih 1 kemenangan dari Sacred. Pertanyaan selanjutnya, apakah Sacred bisa diremehkan?

Melihat statistik, performa Sacred cukup baik di bulan November dengan raihan 15 kemenangan dari 20 pertandingan. Namun memasuki Desember kinerja mereka anjlok dengan terima 2 kali kekalahan beruntun, itu pun saat menghadapi tim regional Amerika yang secara level kurang kompetitif. Bila Sacred belum mampu tunjukkan dominasi konsisten di region Amerika, akan sulit bagi mereka imbangi cara bermain OG dan VP di grup nanti.

Hampir bisa dipastikan VP bisa kuasai Grup A dengan mudah, dimana keunggulan mereka sejauh ini dari OG adalah kemampuan individu yang lebih tajam dibanding line-up OG. Draft mereka yang sulit diprediksi juga kadang membuat OG kelimpungan dalam fase laning ketika bertemu VP. Namun terbersit cahaya terang melihat kiprah OG di final MDL Macau, yang memperlihatkan 'ikatan batin' antara Resolution dan Notail mulai padu. Bila apa yang mereka tunjukan lawan TNC masih bisa keluar untuk hadapi VP nanti, akan sulit tentukan pemuncak sejati grup A.

GRUP B

Bermain di Los Angeles, ada dua tim tuan rumah yang wajib penuhi ekspektasi jadi juara di tanah sendiri. Namun tekanan lebih besar ada di pundak Evil Geniuses, sebagai salah satu tim dengan sejarah besar, mereka terlihat rapuh sejak keikutsertaan perdana di turnamen Pro Circuit. Walau terakhir mampu raih circuit point lumayan setelah berhasil tenggerkan kaki di tempat ketiga di DreamLeague Major, tapi itu saja tidaklah cukup bagi tim sekelas EG. Minimal mereka harus bisa juarai 1 event minor atau major. Atau taktik mereka cuma ingin bermain aman demi Circuit point dan akibatnya bisa menghilangkan mentalitas juara mereka sekaligus tidak lagi haus kemenangan serta bertanding sekedarnya demi hasil seadanya.

Berbeda dengan EG, compLexity Gaming yang telah lama berada di bayang-bayang EG kini lebih aktif ikuti gelaran pro circuit. CompLexity sudah ikuti Starladder, Dota Pit minor, serta DreamLeague. Mereka jadi perwakilan region Amerika terjauh dengan gapai peringkat keempat di Perfect World Masters. CompLexity juga jadi alasan kenapa EG minim mentas di gelaran pro circuit, mereka berhasil geser dominasi EG pada babak kualifikasi di Starladder lalu. Namun melihat statistik terakhir, compLexity bisa kembali jadi macan ompong. Dalam tiga pertemuan terakhir melawan EG, satu di ESL One Hamburg dan dua kali di DreamLeague Major, selalu berakhir kemenangan untuk EG.

Format in-house tournament juga tidak akan beri dampak signifikan untuk mendinginnya rivalitas kedua tim yang terkenal panas dan sarat gengsi bila saling bertemu. Tapi, Grup B bukan hanya dua tim asal Amerika, karena ada juga Kinguin asal Polandia yang mencuri perhatian dengan performanya di Perfect World Masters. Walau gagal teruskan tren positif masuki babak play-off, kehadirannya harus diwaspadai baik oleh EG ataupun CoL. Kinguin berpotensi menyandung salah satu dari kedua tim bila meremehkan atau bermain terlalu terbaca di babak grup nanti.

GRUP C

Tiga tim terakhir adalah LGD Gaming, OpTic Gaming, dan Fnatic. Masih 'abu-abu' untuk menentukan tim mana yang layak jadi unggulan karena performa ketiganya belum bisa dibilang matang. Sejauh ini turnamen yang diikuti LGD berakhir bencana bagi mereka, sebagai penghuni papan bawah, kecuali saat berlaga di PGL Open Bucharest dimana mereka mampu klaim peringkat kedua.

Sementara OpTic Gaming tunjukkan ancaman serius sejak debutnya sebagai The Dire. Namun berbicara hasil, mereka kurang galak di beberapa kualifikasi Pro Circuit sebelumnya dan selalu kandas. Alhasil OpTic hanya bisa ambil bagian di Midas Mode dan ROG Masters (keduanya bukan Pro Circuit). Mungkin OpTic hanya butuh lebih banyak jam terbang sebagai tim dan beruntung mereka sudah dapatkan satu tempat di Galaxy Battle II, bulan Januari nanti, untuk mulai koleksi poin dari Pro Circuit.

Fnatic yang mulai bangkit di level regional masih belum bertaji di kancah internasional. Abed pun tak bisa selamatkan Fnatic dari juru kunci di DreamLeague Major. Namun masih ada kesempatan di The Summit 8 untuk unjuk gigi karena sejatinya permainan Fnatic tidak terlalu buruk walaupun belum pantas dianggap sebagai penantang. Mungkin minor kali ini bisa antarkan Fnatic raih prestasi lebih baik, setidaknya raih satu kemenangan di babak Group Stage.

Kandidat juara jelas berada di tangan salah satu tim unggulan seperti VP sang juara bertahan Summit 7. Namun bila VP berhadapan di final melawan EG, maka memori mengandaskan VP 2-0 di DreamLeague bisa menjadi acuan untuk lebih mengunggulkan EG. Performa VP saat ini pun terlihat kurang stabil walau Artstyle mampu jalankan tugas standin hampir sama baiknya seperti Solo. OG ataupun Optic juga bisa diangkat sebagai kandidat serius untuk menyabet gelar The Summit 8 bila dua tim unggulan tunjukkan kegoyahan di fase Group Stage.

Menurut fans eSports.id, siapa yah yang bakal jadi juara The Summit 8 kali ini? Kamu punya tim unggulan?