Esports.ID

Komentar Rasis Ceb Buka Aib Menahun di DOTA 2, Solusinya?

Billy
27/05/2019 10:38 WIB
Komentar Rasis Ceb Buka Aib Menahun di DOTA 2, Solusinya?
youtube, twitter

Baru saja adem kasus rasisme yang menimpa profesional DOTA 2 seperti Mind_contRoL dan KuKu, kini satu lagi pemain top terjerat skandal serupa.

Tak tanggung-tanggung, pemain ini adalah pahlawan bagi komunitas DOTA 2 dengan sepak terjangnya saat final The International 2018, yaitu Sebastien Debs atau OG.Ceb.


Awal mula kasus ini sebenarnya sangat sepele, manakala Ceb sedang memainkan solo rank match seperti biasa dan bertemu pemain Rusia sebagai salah satu rekan timnya.

Singkat cerita, dalam permainan, Ceb emosi lantaran pemain Rusia tersebut bersifat toxic sampai juara TI8 tersebut mengucap makian yang lumayan kasar. Namun menurut pandangan pemain Rusia tersebut, justru Ceb-lah yang sebenarnya toxic dan membuang-buang keunggulan.

Kemudian beredar screenshot kata-kata yang dilontarkan Ceb ke ranah publik sehingga menyulut reaksi dari berbagai pemain dan komunitas DOTA 2 di Rusia. Kata-kata ini diduga berasal dari pengguna Storm Spirit.

Di antara mereka yang menghujat, rival sekaligus sesama pemain pro dari Virtus.Pro, Solo tak terima ucapan Ceb. Dia bahkan ancam akan memboikot keikutsertaan dirinya di EPICENTER Major bila Valve tidak turun tangan melakukan penindakan.

Ceb pun menyadari kesalahannya dan menuliskan ke publik rasa penyesalannya. Dia akui khilaf telah menjadi figur publik dan tak mampu meredam emosinya. Dirinya pun memutuskan akan membuka forum tanya jawab (Q&A Session) secara terbuka sebagai klarifikasi ke teman-teman Rusia.

Tampaknya baik Valve, Ceb, dan Solo telah berembuk menemukan jalan keluar terbaik untuk kasus ini. Ceb siap menebus kesalahannya dengan tindakan dan aksi yang lebih baik ke depannya.

Kasus yang sama sudah terjadi berulang kali. Perilaku toxic di DOTA 2 bukanlah hal yang baru, banyak pemain profesional melakukannya karena tak tahan dengan permainan yang buruk atau merasa superior dibanding pemain publik biasa.

Tentunya, meski sudah melakukan permohonan maaf dan membuka sesi tanya jawab, Ceb tetap harus diberi tindakan tegas, agar kejadian serupa tidak menimpa pemain lain. Ceb adalah pemimpin di tim OG, bila ada orang yang harus berkorban agar orang lain terhindar dari kesialan, adalah tugas pemimpin menerima dan memberi pelajaran.

Bagaimana cara menghilangkan rasisme dan sikap toxic di DOTA 2 ya guys?