Esports.ID

Populasi AFKers Dota 2 Tertinggi Berasal dari Rank Herald

Rendy Lim
17/07/2019 14:09 WIB
Populasi AFKers Dota 2 Tertinggi Berasal dari Rank Herald
Dota 2 Gosu.AI

Bertemu dengan pemain yang AFK atau meninggalkan match di tengah permainan tentu menjadi hal yang paling tak diharapkan terjadi pada semua orang, baik itu dalam normal match ataupun ranked.

Meskipun Valve telah menerapkan berbagai cara untuk mengurangi jumlah ini melalui fitur report hingga Low Priority match bagi mereka yang terlalu sering meninggalkan match di tengah-tengah atau berperilaku toxic. Sayangnya, eksistensi mereka masih tetap cukup sering ditemukan dalam setiap match, terutama pada rank-rank rendah.

Berdasarkan data dari GOSU.AI, dalam 50 juta match Dota 2 yang diamati, terdapat sekitar 11,7% di mana setidaknya satu orang meninggalkan match di tengah match. Tidak semua pemain dalam angka ini melakukan AFK gara-gara toxic atau rage quit, karena GOSU.AI mengkategorikannya sebagai masalah yang diakibatkan putusnya koneksi internet atau listrik.

Tindakan AFK memang bukan hal baru di gim MOBA seperti Dota 2 ataupun League of Legends. Biasanya mereka melakukannya saat mulai terlihat kalah atau terjadi argumen antara anggota tim yang tidak mau mendengar dan melakukan hal yang diminta. Tentunya ini akan berdampak pada keseluruhan jalannya permainan, sekaligus menciptakan suasana bermain yang tegang serta emosi antar para pemain.

Sebagai developer, Valve tidak semerta-merta membiarkan hal ini terjadi. Mereka yang tertangkap sebagai penyebab toxic atau melakukan tindakan AFK akan mendapatkan sanksi, yakni Low Priority match. Mereka harus main bersama mereka yang juga mendapat pelanggaran dan menang untuk bisa kembali bermain di match normal. 

Namun, berdasarkan data yang ditunjukkan, pemain yang berasal dari rank rendah lebih sering melakukan tindakan AFK. Bisa saja ini dikarenakan mereka masih baru dalam gim ini ataupun merasa malas alami kekalahan beruntun. Dari 171.626 match yang dipantu oleh GOSU.AI untuk ranked Herald, terdapat lebih dari 20.5% total match tersebut di mana setidaknya ada satu pemain yang AFK. Ini berati dari 10 match ada sekitar dua gim yang dipastikan ada pemain AFK. Sungguh neraka yah Sobat Esports? 

Untungnya, angka ini tampak semakin membaik sembari rank kamu naik. Saat memasuki rank Ancient, angka pemain yang AFK tampak turun ke 9.8% dan semakin berkurang untuk rank di atasnya. Ini bisa saja membuktikan bahwa semakin berpengalamannya seorang pemain, dia akan lebih menghargai setiap gim dan tentunya berusaha tidak terjerumus ke Low Priority. 

Banyak faktor yang memang berpengaruh pada tindakan AFK ini, kebanyakan dikarenakan karena rage quit, toxic, hingga gangguan eksternal seperti putusnya koneksi internet ataupun listrik. Namun untuk mengurangi jumlah tersebut, tentu kita bisa mulai dengan bantu menghadirkan rasa bermain yang nyaman saat match, mengurangi kata-kata toxic, serta aktif berkomunikasi sama anggota tim lainnya.

Bukan hanya PR bagi developer, namun juga tugas kita bersama untuk menyediakan lingkungan yang nyaman untuk bermain. Bagaimana pendapatmu Sobat Esports, seberapa sering kamu bertemu dengan mereka yang AFK di tengah match?