Esports.ID

Profil Timnas DOTA 2 Indonesia & Ambisi Rebut Emas SEA Games 2019

Galahad
27/11/2019 14:56 WIB
Profil Timnas DOTA 2 Indonesia & Ambisi Rebut Emas SEA Games 2019
Andalkan Roster PG Barracx, Garuda Muda Siap Berjuang!

Setelah kemarin Esports ID membahas roster timnas Indonesia untuk SEA Games 2019 di cabang Mobile Legends dan Arena of Valor. Kali ini giliran timnas DOTA 2 Indonesia yang bakal diwakili oleh PG.BarracX, setelah berhasil menjadi pemenang kualifikasi IENC 2019: Road to SEA Games 2019.

Hebatnya, PG BarracX saat itu sukses mengalahkan BOOM Esports yang menjadi unggulan untuk mewakili Indonesia di SEA Games 2019. Mereka akhirnya memastikan tempat untuk menjadi perwakilan Indonesia usai mengalahkan EVOS Esports.

Para pemain yang menjadi perwakilan bukanlah nama-nama asing terutama di kancah DOTA 2 Indonesia. Dimulai dari Felix “Ifr1t” Rodeardo yang berposisi sebagai carry yang sebelumnya malang melintang di Drago Esports dan sempat mencicipi bermain di XCN Gaming.

Selain itu, Muhammad “Azur4” Luthfi yang berposisi sebagai midlaner merupakan mantan pemain EVOS Esports sebelum pindah ke PG BarracX awal tahun 2018. Fahmi “Huppey” Choirul yang berposisi menjadi offlaner juga mantan punggawa Alter Ego sebelum akhirnya gabung PG BarracX, bersamaan dengan kedatangan Azur4.

Tri "Jhocam" Kuncoro (kiri) dan Muhammad "Azur4" Luthfi

Tri “Jhocam” Kuncoro menjadi pemain paling berpengalaman di tim ini. Berposisi sebagai support, namanya bersinar saat masih bersama BOOM Esports. Kesuksesannya membawa BOOM lolos ke tiga turnamen minor DOTA 2 Pro Circuit diharapkan bisa mengantar timnas Garuda Muda meraih emas di SEA Games nanti.

Pemain terakhir adalah Kevin “Visery” Manuel Johan yang menjadi kapten di tim, dan berposisi sebagai support. Dia sebelumnya pernah bermain di AURA Esports dan XCN.

Roster PG BarracX mengubah nama mereka menjadi Garuda Muda guna menghadapi SEA Games 2019. Berbagai persiapan telah dilakukan antara lain mengikuti Razer SEA Games Esports Bootcamp di Singapura dan berbagai turnamen internasional.

Salah satunya adalah WESG 2019, di mana Garuda Muda berhasil menjadi perwakilan Indonesia usai mengalahkan Para Pencari Tuhan yang berisikan mantan pemain EVOS Esports dan AURA Esports. Sayangnya, langkah Garuda Muda harus terhenti di babak grup kualifikasi SEA, dan gagal melaju ke babak playoff.

Langkah timnas DOTA 2 Indonesia untuk bisa meraih emas tentu tidak mudah. Mengingat negara-negara lain juga tentu berambisi sama dengan Indonesia. Filipina yang juga menjadi tuan rumah SEA Games 2019 diprediksi menjadi lawan berat mengingat mereka dihuni oleh Team Adroit yang baru-baru ini bertanding di main event MDL Chengdu Major. Lawan lainnya tentu datang dari musuh bebuyutan Malaysia dan tim Thailand yang secara prestasi memang bersaing dengan Indonesia di SEA.

Akankah timnas DOTA 2 Indonesia, atau skuad Garuda Muda, bisa menyumbangkan medali emas? Yuk, berikan dukunganmu kepada mereka, serta semua perwakilan cabang esports untuk SEA Games 2019!