Esports.ID

Brondby Juara, Gelaran FIFA eClub World Cup Dibumbui Kontroversi!

MalZaHar
24/05/2018 14:58 WIB
Brondby Juara, Gelaran FIFA eClub World Cup Dibumbui Kontroversi!
Brondby Pertahankan Gelar Juara, Terpaan Intrik di Turnamen (Esportsranks)

Tim Brondby, asal Denmark, puncaki ajang kualifikasi pamungkas dari EA Sports FIFA 18 Global Series, sebelum menuju tingkatan tertinggi di FIFA eWorld Cup 2018, bersama 32 pemain FIFA terbaik sedunia.

Berlangsung di AMP Studios, Paris, 19 - 20 Mei 2018, tim Brondby, juara bertahan tahun sebelumnya, yang diwakili oleh Muhammed 'Fifaustun' (Xbox One) dan Freferik 'Fredberg' (PS4), berhadapan dengan tim tuan rumah, PSG eSports, serta 14 tim professional FIFA dari berbagai perwakilan negara.

Sisihkan Msdossary yang Pindah Haluan, Eisvogel Gendong Tim Tembus Final

Perhelatan FIFA eClub World Cup Finals pun diwarnai sejumlah kejadian menarik, antara lain bagaimana Philipp Schermer aka Eisvogel, juara PS4 FUT Champions Cup Manchester tampil mendominasi dan menutup kelemahan timnya hingga berhasil masuk final.


Brondby eSports - FIFA eClub World Cup 2018 Champion

Dalam prosesnya, Eisvogel bahkan mampu tumbangkan rival beratnya, Aldossary 'Msdossary' Mosaad (FUT Champions Cup Manchester dari konsol Xbox One dan cross-platform). Itu pun setelah Msdossary putuskan bertanding di konsol PS4, demi rekan timnya tetap berlaga pada platform Xbox One.

Menampik Ketinggalan di Partai Awal, FifaUstun Pastikan Titel Juara!

Pada partai finalnya, Eisvogel (Team EnVyUs), tumbangkan Fredberg lawannya di PS4 dengan skor 4-1, sekaligus memberi peluang besar bagi timnya untuk memboyong trofi juara dari dekapan tim Denmark. Namun, di partai pamungkasnya, kedigdayaan FifaUstun bikin banjir gol di gawang Aero, hempaskan mimpi juara dari Eisvogel.

Kalah pengalaman membuat Aero seakan hanya bisa pasrah kebobolan 6 gol tanpa balas oleh FifaUstun, sekaligus pastikan gelar juara FIFA eClub World Cup tetap menghuni lemari trofi milik tim Brondby, di Denmark.

Tindakan Melecehkan FAIR PLAY, dan Eskalasi Penggunaan BUG

Uniknya, meski secara keseluruhan acara berlangsung lancar, namun ada beberapa momen yang munculkan kontroversi dengan indikasi matchfixing dan kick-off goal bug.

Salah satu yang paling kentara adalah saat pertandingan penentuan di Group Stage, ketika Freitas (AVCF) berhadapan dengan Idealz (FC Schalke). Kondisinya, FC Schalke telah pasti lolos dari group stage, sementara AVCF masih butuh satu poin saja dari hasil imbang untuk lenyapkan peluang Unilad Esports yang berada satu posisi di bawahnya.


Tim peserta FIFA eClub World Cup 2018, Paris (via Esportsranks)

Di pertengahan babak kedua, skor agregat masih imbang, AVCF dan FC Schalke sepertinya sudah enggan meneruskan permainan dengan hanya terus mengoper bola ke barisan belakang pertahanan selama kira-kira 30 menit hingga pertandingan berakhir.

Para fans dan pengamat pun mulai ramai bicarakan permainan 'gajah' yang dilakukan oleh keduanya. Padahal hakekatnya hal seperti ini sudah 'tabu' dalam semua turnamen resmi FIFA, untuk melakukan 'time-wasting' dengan tujuan memuluskan langkah suatu tim. Namun, sayangnya, beberapa pihak masih manfaatkan celah 'abu-abu' dari definisi apa saja yang bisa dikategorikan 'time-wasting'.

Kurt0411 Cabut dari Turnamen, Putus Asa atau Akumulasi Kekesalan?

Ada kejadian lain saat partai semifinal antara Kurt0411 (MKRS) dan FifaUstun (Brondby). Kurt yang sudah jalani pertandingan cukup 'panas' ketika hadapi Hashtag Ryan, terlebih dengan kekecewaannya terhadap berbagai perangkat yang dikenakannya, sebenarnya mampu unggul lebih dulu tapi dengan cepat disamakan oleh Ustun.

Kemudian, Ustun bahkan berhasil curi gol dari free kick, dan membuat skor agregat jadi 6-3. Hal ini kontan membuat Kurt makin panas, dan sepertinya sudah siap angkat kaki dari arena turnamen, tapi masih diurungkan. Berlanjut ke gol cepat Ustun tepat setelah kick off, gelagat kemarahan Kurt mulai terlihat.


Kurt0411 (MKRS), Kekecewaan dan Frustasi di Turnamen Besar

Hebatnya, dia masih bisa ciptakan dua gol lagi dan samakan skor 3-3, tapi tertinggal secara agregat (5-7). Puncaknya, saat Ustun berhasil cetak gol lagi, dengan proses sama yaitu dari momen kick off. Alhasil, Kurt pun beranjak dari kursinya dan langsung meninggalkan panggung.

Beberapa pemain dan pengamat game FIFA segera ramai berikan pendapat serta opininya terhadap perilaku Kurt, maupun indikasi permainan gajah yang mencuat di ajang FIFA eClub World Cup 2018. Semoga saja dalam beberapa event maupun turnamen ke depannya, pihak EA Sports FIFA 18 mampu mencari jalan keluarnya, sehingga bisa lebih munculkan prestasi ketimbang kontroversi.