Esports.ID

CEO Activision Sebut Gimnya Tak Patut 'Ditunganggi' Politik

Rendy Lim
21/11/2019 15:49 WIB
CEO Activision Sebut Gimnya Tak Patut 'Ditunganggi' Politik
Tugasnya Membawa Kebahagiaan untuk Semua Pihak Melalui Gim

Buntut dari kasus pemblokiran pro player Hearthstone Ng 'Blitzchung' Wai masih berbekas hingga saat ini. Meskipun pada awalnya pemain tersebut harus menanggung hukuman mulai dari kehilangan gelar Grandmaster, hingga hadiah uang yang didapatkannya, serta dilarang mengikuti scene kompetitif selama beberapa bulan, Activision Blizzard memutuskan untuk mencabut beberapa hukuman setelah timbul kontroversi.

Tidak berhenti di sana, Activision Blizzard secara keseluruhan harus menerima berbagai kecaman dari para gamer yang menganggap tindakan mereka melarang hak Blitzchung untuk bersuara hingga menuduh perusahaan tersebut mendukung Cina. Bobby Kotick, CEO dari Activision Blizzard memberikan tanggapannya melalui wawancara dengan CNBC mengenai masalah yang sedang dihadapi perusahannya ini.

Bobby Kotick menuturkan bahwa perusahannya tak patut menjadi platform untuk menyampaikan pendapat politik. "Kita bukanlah operator yang bekerja di gedung pemerintahan," tutur CEO dari gim-gim besar seperti Call of Duty dan Diablo. "Kami seharusnya operator dari komunitas untuk menghadirkan kesenangan melalui 'lensa' video gim."

Menurutnya, tanggung jawab dirinya sebagai seorang CEO adalah untuk memberikan rasa aman, nyaman, puas, dan terhibur kepada komunitas, bukannya sebagai platform dan sarana untuk mengutarakan segala pendapat politik.

Tugas utamanya sebagai pemimpin Activision Blizzard adalah memberi kepuasan kepada para audiens, stakeholders, shareholders, hingga karyawannya. Sayang, meski di tengah panasnya kontroversi yang melanda perusahannya, Kotick belum pernah muncul secara langsung untuk memberikan pernyataan tentang banned yang diberikan kepada Blitzchung.

Sepertinya kontroversi tentang tindakan Blizzard atas respon terhadap demonstrasi Hong Kong akan masih terus dibahas dalam waktu dekat ini yah. Bagaimana pendapatmu, Sobat Esports?