KASKUS Battleground PUBG Mobile

Gaji dan 'Jubah', Alasan Impact Tolak Pinangan Kembali dari SKT

Rendy Lim
21/11/2017 10:31 WIB
Gaji dan 'Jubah', Alasan Impact Tolak Pinangan Kembali dari SKT
Google Images

SK Telecom T1, tim legendaris yang tengah terluka ini nampaknya sedang berusaha kembali membangkitkan masa kejayaan mereka. Performa menurun dari SKT mulai terlihat saat kalah melawan Longzhu Gaming pada babak final LCK Summer Playoff. SKT kalah 1 - 3, dan harus merelakan 1st seed Korea ke World Championship kepada Longzhu Gaming.

Kekecewaan pun memuncak di ajang final LoL World Championship tahun ini. SKT harus bekerja ekstra dengan banyak pertandingannya yang berakhir melalui skor tipis. Di babak final, mereka kembali bertanding dengan Samsung Galaxy Gaming, musuh bebuyutan sejak perhelatan final Worlds tahun lalu. Namun skenario akhirnya kini berbeda, SKT tumbang dengan skor telak, 0 - 3 dari SSG.

Walaupun juara 2 sebenarnya tidaklah begitu buruk, namun SKT memikul tekanan berat dari fans mereka yang selalu berharap mereka untuk tampil dominan di hampir setiap turnamen. Berdasarkan hasil evaluasi tim, SKT menyimpulkan bahwa penurunan performa terjadi karena peran top lane yang belum maksimal.

Upaya mengembalikan performa tim, SKT menghubungi mantan teman seperjuangannya, Jung 'Impact' Eon-yeong untuk meminangnya kembali dan berkiprah lagi di LCK. Namun, Impact secara blak-blakan menolak tawaran tersebut!

Impact menolaknya dengan dua alasan pokok, yaitu pertama masalah nominal gaji yang tidak sesuai antara jumlah permintaannya dengan apa yang bisa ditawarkan oleh SKT. Alasan kedua adalah Impact merasa 'jubah' atau beban moral sebagai pemain SKT kian terasa sangat berat untuk kembali dikenakan olehnya.

Impact pernah bergabung dengan SKT T1 pada tahun 2013, dan tim ini pun mencapai puncaknya sebagai tim terbaik pada era tahun tersebut. Hingga akhirnya Impact keluar dari tim pada akhir 2014, kemudian SKT mulai lengser dari puncak kekuasaannya.

Setelah keluar dari SKT, Impact merambah region NA dengan bergabung Team Impulse dan NRG eSports, sampai akhirnya mendarat di Cloud9, sebagai top laner. Peforma Impact yang stabil juga turut memberi andil kehadiran Cloud9 di ajang Worlds 2017. Sesuai kontraknya, bila tidak diperpanjang, maka Impact hanya akan bertahan hingga tanggal 20 November tahun ini. Oleh karenanya, Impact dikabarkan sedang mencari tim yang mampu memenuhi, minimal dua persyaratannya di atas.

Bagaimana pendapat fans eSports.id? Apakah Huni yang selama ini berada pada posisi top laner SK Telecom T1 memang pantas untuk digantikan oleh Impact?