Tebak Juara ESL One Katowice 2018

Perjalanan Peanut Menjadi ‘The Best Jungle’ Masih Belum Berakhir

Rendy Lim
06/12/2017 16:36 WIB
Perjalanan Peanut Menjadi ‘The Best Jungle’ Masih Belum Berakhir
Google Images

Han 'Peanut' Wang-ho, seorang member muda Najin e-mFire yang memulai karirnya debut pro sejak Februari 2015, setelah 8 bulan sebelumnya hanya mengisi bangku 'trainee' (dan sempat mencapai urutan pertama solo rank). Sayangnya, dia belum mampu menunjukkan potensi maksimalnya dalam tim dengan hanya menorehkan rekor 7 wins dan 10 loses, meski tidak cemerlang namun angka yang bagus untuk pemula.

Tidak lama berselang, tawaran untuk masuk ROX Tigers datang dan Peanut pun kembali bertemu dengan Kim ‘Ssong’ Sang-soo yang dulu juga mengajarnya di Najin e-mFire. Di tahun yang sama saat dia masuk ROX Tigers, Peanut berhasil menjuarai LCK dan KeSPA Cup serta masuk babak semifinal World Championship. Ketika namanya mulai dikenal oleh fans LOL, Peanut akhirnya 'dicaplok' tim terbaik LoL (saat itu!), yakni SKT T1.

Gabung SKT T1, Peanut terlihat satu langkah lagi untuk menjadi apa yang ingin dicapainya, The Best Jungle. Dengan harapan dapat mengangkat summoner’s cup bersama SKT, namun Peanut harus ditampar oleh realita yang pahit. Walaupun berhasil menjuarai spring season dan MSI, SKT harus berada di posisi 2 untuk summer season dan Worlds tahun ini.

Berada pada posisi 2 bukanlah ekspektasi yang diinginkan oleh SKT. Namun tekanan tersebut tampaknya masih terlalu berat bagi pemuda berusia 20 tahun ini. Dan akhirnya Peanut memutuskan untuk hijrah dari SKT saat kontraknya habis.

 

Peanut menolak penawaran dari tim luar karena dirinya ingin tetap bermain di LCK Korea. Saat itulah coach Kang Dong-hun (Longzhu Gaming) menghubunginya begitu kontraknya dengan SKT habis. Peanut ungkapkan keinginannya untuk memenangkan ajang World Championship berikutnya.

Ketika bergabung dengan Longzhu Gaming, dirinya disambut hangat oleh mantan teman satu timnya saat bermain di ROX Tigers, PraY dan GorillA, sehingga Peanut pun merasa dapat cepat beradaptasi.

Keluarnya Peanut dari SKT menimbulkan banyak rumor yang tidak enak didengar seperti isu bahwa dirinya dilepas oleh SKT karena bermasalah. Namun Peanut membantah semua hal tersebut dan mengatakan bahwa keputusan untuk meninggalkan SKT sudah didiskusikan bersama secara baik-baik.

Pertandingan pertama Peanut bersama Longzhu Gaming adalah saat KeSPA Cup, walaupun kalah pada babak final, mereka berhasil mengalahkan SKT di babak semifinal. Peanut optimis dapat meningkatkan kemampuan dirinya

Tahun depan akan menjadi tahun keempat Peanut bermain sebagai professional dan Peanut sangat bersyukur telah dipertemukan dengan banyak orang baik. Coach Park Jung-seok, Jeong No-chul (NoFe), Kim Sang-soo (Ssong), Choi  Byeong-hun (cCarter), dan Kim Jeong-gyun (kkOma). Semua pelatih yang telah membantunya untuk menjadi lebih baik dan mengawasinya bahkan ketika berada di luar pertandingan.

Peanut juga mengungkapkan bahwa Sang-hyeok (Faker) merupakan player paling menakjubkan yang pernah ditemuinya. Banyak orang akan bertanya seperti apa Faker ketika bermain, dan dapat bermain dalam satu tim bersama, Faker memberikan suasana yang sangat berbeda dengan lainnya.

Belajar dari tim-tim yang terbaik dan sudah memiliki cukup pengalaman, sekarang hanya tersisa satu impian dirinya untuk dapat dikenal sebagai jungle terbaik oleh semua orang. Dan untuk mendapatkan title tersebut, dirinya terlebih dahulu mengangkat summoner’s cup. Dan saat ini Peanut merasa Longzhu Gaming adalah tim terbaik yang dapat membuat keinginannnya menjadi nyata.

Terakhir, Peanut mengucapkan terima kasih kepada semua fans yang telah mendukungnya pada saat susah dan mau memberikan semangat agar dirinya mau bangkit dan bisa melakukannya. Ketika memikirkan tentang fans-fans yang senantiasa mendukungnya, Peanut juga membuat orang yang tidak suka dengannya berbalik menjadi fansnya dan dia siap melakukan yang terbaik untuk membuat itu terwujud. Peanut merasa sangat beruntung memiliki orang-orang yang senantiasa berada disisinya dan merasa dirinya tidak akan dapat seperti saat ini jika tidak ada dukungan mereka.

Bagaimana pendapat sobat eSports.id? Apakah kamu termasuk fans dari Peanut?