Esports.ID

Kasih Sayang Plus 'ROLEX' Bawa Echo Fox ke Puncak

Rendy Lim
01/03/2018 15:32 WIB
Kasih Sayang Plus 'ROLEX' Bawa Echo Fox ke Puncak
Google Images

LOVE, TRUST, & ROLEX!!? Tiga kata yang mungkin bisa menggambarkan alasan kenapa Echo Fox bisa munculkan performa maksimal, jauh di luar ekspektasi bila mengukur hasil kompetisi musim sebelumnya. Tim besutan Rick Fox, mantan atlet pro NBA dan pebisnis sukses asal Kanada ini, bahkan kini berada di peringkat pertama NA LCS Spring Split 2018, yang saat ini sedang berlangsung.

Echo Fox berada pada puncak klasemen sementara dengan skor 10W - 2L, disusul oleh Cloud9 yang raih skor 9W - 3L pada posisi kedua, serta Clutch Gaming sebagai peringkat ke-3 berkat torehan skor 7W - 5L.

Satu hal yang membuat Echo Fox tampil lebih percaya diri dan berbeda dengan tim lainnya yang bertanding di NA LCS adalah keberadaan sang pemilik klub yang langsung menonton pertandingan mereka. Tidak hanya satu atau dua match saja, namun setiap saat Echo Fox berlaga maka hadir pula Rick Fox, yang tunjukkan rasa sayang kepada timnya tersebut.

Rick Fox juga sering kali tertangkap kamera sedang memberikan high five kepada para pemainnya dan tertawa lepas bersama saat menonton pertandingan. Keramahan Rick Fox telah menarik perhatian para fans LOL di Korea. Hal tersebut dipandang sangat menarik karena kepemilikan tim di LCK banyak dikuasai perusahaan besar, yang berbeda dengan Echo Fox karena merupakan milik perorangan. Support yang ditunjukkan Rick Fox kepada timnya adalah sesuatu yang langka untuk dilihat pada LCK.

“Jika kami menang di Miami, dia (Rick Fox) mengatakan akan membelikan semua anggota tim sebuah jam tangan Rolex, atau jam apapun yang kami inginkan," ungkap Adrian 'Adrian' Ma, salah satu pemain Echo Fox. "Bahkan, kami masih mungkin mendapatkan mobil untuk tim jika Echo Fox bermain dengan bagus hingga akhir musim”.

Bentuk dukungan sangat besar tersebut, apalagi berasal dari pemilik klub langsung, membuat prestasi Echo Fox kian meningkat bila dibandingkan sebelumnya. Echo Fox telah memperoleh support secara moral dan dipenuhi segala keperluannya, sehingga semua anggota tim pun merasa terdorong untuk lebih terdedikasi dan memacu semangat dalam meraih prestasi maksimal.

Semoga ini bisa menjadi contoh yang positif untuk professional scene, tidak hanya di League of Legends, namun juga cabang eSports secara keseluruhan. Hubungan antara owner dan para pemainnya tidak seharusnya hanya sebatas kontrak kerjasama, tapi juga musti dilandasi kepercayaan dan rasa cinta yang kuat. Sangat menarik bagaimana support demikian dapat membuat Echo Fox melambung seperti sekarang.

Bagaimana sobat eSports? Apakah kira-kira bentuk dukungan dari Rick Fox dalam wujud kasih sayang (seperti jam 'rolex') seorang ayah kepada anaknya, bisa kamu temukan pada tim-tim pro di Indonesia?