Esports.ID

Franchise NA LCS Pamer Keuntungan, Dampak Negatifnya?

Rendy Lim
28/03/2018 13:57 WIB
Franchise NA LCS Pamer Keuntungan, Dampak Negatifnya?
Riot Games

European League of Legends Championship Series akan mendapatkan perubahan besar pada tahun 2019. Penerapan model Franchise pada region ini menyusul NA LCS yang sudah terlebih dahulu menerapkannya tahun ini. Kontrak kerjasama tersebut akan berlangsung selama 3 tahun dengan kondisi untuk dikeluarkan dari franchise adalah performa yang konsisten jelek ataupun masalah kedisiplinan.

Riot Games akan mulai membuka pendaftaran bagi tim yang ingin berpartisipasi dalam EU LCS dengan harga yang cenderung lebih murah jika dibandingkan dengan NA LCS. Untuk tim yang sudah memiliki tim di EU LCS, buy-in prices adalah sebesar 8 juta Euro atau sebesar USD9.93 juta. Sedangkan untuk perusahaan atau lembaga yang ingin berpartisipasi dalam tim dan belum memiliki tim, biayat untuk buy-in prices nya adalah sebesar 10.5 juta Euro atau sekitar US13.02 juta.

NA LCS yang sudah terlebih dahulu menerapkan sistem franchise menetapkan harga USD10 juta untuk tim yang sudah berpartisipasi dalam NA LCS dan USD13 juta bagi pihak luar yang belum memiliki tim. Penerapan model ini ternyata memberikan dampak positif untuk perkembangan ekonomi NA LCS dengan peningkatan mencapai USD140-200 juta.

Tahapan Franchise EU LCS:

Untuk mendapatkan slot di EU LCS, tim yang sebelumnya sudah berpartisipasi di European League Championship Series dan perusahaan ataupun lembaga luar lainnya harus melewati tahap seleksi yang berlangsung dalam 3 tahap hingga Desember 2018.

Pada tahap pertama, pihak yang tertarik untuk berpartisipasi dalam franchise bisa mengirimkan aplikasi ke Riot Games dan menunjukkan stabilitas keuangan mereka, rencana untuk prospek tim serta brands dan latar belakang tentang kepemilikan usaha mereka. Beberapa aplikasi pilihan nantinya akan masuk ke tahap kedua, dimana perwakilan Riot Games akan menilai aplikasi tersebut di Berlin pada Juli hingga September. Hingga akhirnya, pada bulan Oktober hingga Desember, Riot akan memilih dan mengumumkan tim untuk EU LCS tahun 2019.

Benefit Sistem Franchise:

Sebenarnya apa yang membuat sistem franchise ini menjadi pilihan untuk para developer game? Kita melihat Blizzard menerapkan sistem ini juga di Overwatch League, serta League of Legends yang dipelopori oleh NA LCS.

Restruktur yang menerapkan sistem franchise ini akan berpartisipasi dalam meningakatkan pool yang akan didistribusikan ke Riot Games, serta tim dan player di EU LCS. Pool tersebut akan berisi uang dari sponsorship EU LCS dan hak siar media, contohnya kerjasama BAMTech dengan Riot Games yang mencapai USD300 juta serta sponsorship dari masing-masing tim dan penjualan merchandise.

Untuk player, mereka akan mendapatkan 35 persen dari total revenue pool yang tentunya akan berpartisipasi dalam meningkatkan gaji mereka. 32.5 persen selanjutnya akan digunakan oleh Riot untuk broadcast production, live events dan pengeluaran league lainnya. Sisa 32.5 persen lainnya akan dibagikan kepada tim sesuai dengna kesepakatan melalui kompetisi dan presetasi setiap tim.

Riot juga akan memberikan perubahan untuk penanganan player di League. Gaji minimum untuk player akan meningkat dari USD29.791 menjadi USD74.749 pada tahun 2019. Sistem lainnya yang akan dikembangkan Riot adalah personal finance healthcare.

Kemudian salah satu keunggulan Eropa menurut Riot adalah membentuk dan menciptakan player dengan talenta baru. Maka dari itu, pada tahun 2019, Riot juga merencanakan pengembangan platform yang penting untuk membantu player meningkatkan skill mereka.

Berbagai keuntungan memang didapatkan dengan adanya sistem franchise ini dengan semakin terjaminnya kesejahteraan pemain dan ekonomi dari developer dan game tersebut sendiri. Namun sisi buruknya mungkin dapat berefek pada tim yang tidak mampu untuk membeli slot di League of Legends Championship Series dan berujung pada pembubaran tim, seperti yang terjadi pada Immortals pada NA LCS.

Sepertinya penerapan struktur franchise akan dilaksanakan oleh Riot secara perlahan untuk setiap region dan kemungkinan Indonesia juga akan segera merasakannya. Bagaimana menurut pendapat kalian sobat eSports?