Akhiri Paceklik Gelar, Uzi Angkat Trofi LPL Pertamanya!

MalZaHar
30/04/2018 14:35 WIB
Akhiri Paceklik Gelar, Uzi Angkat Trofi LPL Pertamanya!
LPL Spring 2018 Champion - RNG & First Win for Uzi

Sosok Jian 'Uzi' Zi-Hao sudah malang-melintang sejak tahun 2012 dan menghuni roster dari berbagai tim pro League of Legends di Cina. Namun, dari enam tahun berkiprah di kompetisi League of Legends Pro League (LPL), dirinya selalu gagal torehkan prestasi puncak alias minus trofi juara.

Peluang terbesarnya untuk meraih trofi juara sempat terbuka di LPL Summer 2017, ketika hadapi EDward Gaming di partai final dan sempat unggul 2-0, sebelum Uzi dan kawan-kawan dari Royal Never Give Up (RNG) tampil lengah sehingga terkejar sampai akhirnya kalah.

Sepertinya tahun 2018 menjadi momentum bagus bagi Uzi maupun RNG, dengan mampu memuncaki LPL Spring 2018, berkat kemenangan atas tim pemilik 5 trofi juara LPL, EDG, di partai pamungkasnya, Sabtu (28/4).

Rivalitas antar dua tim LoL papan atas di Cina ini telah berlangsung 2 musim terakhir, dan hanya diselingi oleh Team WE yang sukses menjuarai ajang LPL Spring 2017. Di partai final lainnya, EDward Gaming menangkan dua kali, sementara RNG hanya mampu curi satu trofi di LPL Spring 2016 (saat Uzi belum bergabung, dan masih membela Newbee).

Tensi pertandingan final jadi kian sengit dengan adanya trailer pembuka yang munculkan adu trash talk antar pemain dari EDG dan RNG. Masing-masing pemain sesumbar mampu tampil lebih baik dari tim lawannya, dan klaim sebagai yang terbaik.

Seperti telah diketahui, RNG sukses menekuk EDG dengan skor 3-1 di Final LPL Spring 2018. Berikut ini kejadian-kejadian menarik yang terpapar dalam 4 match penentu wakil Cina ke ajang MSI 2018.

GAME ONE

Masalah terbesar yang sering menimpa Uzi adalah kontrol emosinya sering lepas kendali saat berada dalam tekanan partai penting. Hal ini sekilas muncul kembali di game pertama ketika jadi korban first kill oleh Ming 'Clearlove' Kai.

Bahkan dengan konsistensi permainan dari Liu 'Zz1tai' Zhi-Hao dan Li 'Xiaohu' Yuan-Hao, RNG terus dalam posisi mengejar ketertinggalannya dari tim EDG. Alhasil, RNG harus rela menutup game pertama dengan kekalahan pada menit ke-29.

GAME TWO

RNG terapkan perubahan signifikan dengan mengganti susunan lineup dan memasukkan jungler Liu 'Mlxg' Shi-Yu untuk mengisi posisi Hung 'Karsa' Hau-Hsuan. Terbukti, Mlxg berhasil kuasai bot lane dengan gunakan Olaf, dan beri keunggulan mutlak atas EDG.

Ditambah permainan impresif dari Zztai dengan Vladimir, RNG mulai mendominasi game kedua dan sukses mengkonversinya sebagai kemenangan awal kejayaan mereka di LPL Spring 2018.

GAME THREE

EDG yang coba 'meniru' agresifitas RNG di match sebelumnya dengan menukar Chen 'Haro' Wen-Lin dan mempercayakan peran jungler pada Ming 'Clearlove' Kai, malah ketibal sial karena sang pengganti ternyata sering lakukan blunder sehingga terciduk dengan mudahnya.

Sebaliknya, peran Yan 'Letme' Jun-Ze yang masuk gantikan Zz1tai, tampil lebih menggigit terutama saat team fight perebutan Baron di menit 25, di mana Shen miliknya jadi penentu keberhasilan RNG raih buff, sebagai poin penting game ketiga yang juga dimenangkannya.

GAME FOUR

Partai penentuan ini memperlihatkan keperkasaan RNG sebagai satu tim bermaterikan pemain talenta tinggi, dengan ujung tombaknya sang ADC yang mengincar trofi LPL pertamanya. Xiaohu tampil tanpa cela dengan Vladimir, sementara tandem Letme dan Shi 'Ming' Sen-Ming menjadi momok menakutkan bagi pemain-pemain EDG.

Uniknya, Uzi, yang sering digambarkan kerap tampil kurang tenang di partai-partai besar kini terlihat sangat terkendali dan memperlihatkan kedewasaan dirinya sebagai pemimpin untuk menuntun timnya menembus tembok pertahanan terakhir EDG. Sekaligus membukukan titel LPL pertama bagi dirinya, dan terlihat sendiri bagaimana emosionalnya Uzi saat mengangkat trofi tersebut!

Berkat kemenangan ini pula, Royal Never Give Up bersama Uzi dan kawan-kawan bakal hadir di ajang Mid-Season Invitational (MSI) 2018, sebagai perwakilan terbaik dari LPL Spring 2018. Apakah ini juga menjadi pertanda bangkitnya kekuatan tim Cina di kompetisi LoL dunia? Mampukah melengserkan dominasi tim-tim Korea Selatan?