KASKUS Battleground PUBG Mobile

League of Legends X WWE, Kolaborasi LoL Terapik Tahun Ini?

Rendy Lim
21/11/2018 14:30 WIB
League of Legends X WWE, Kolaborasi LoL Terapik Tahun Ini?
LoL x WWE

League of Legends baru saja mengadakan kolaborasi dengan para pegulat WWE untuk sebuah show match. Dua kubu ini masing-masing dipimpin oleh Imaqtpie dan Tyler1, yang akhirnya melalui pertarungan yang tidak terlalu sengit tersebut berhasil dimenangkan oleh timnya Tyler

Menariknya, dalam show match tersebut ada beberapa hal yang bisa kamu perhatikan, mulai dari bagaimana orang-orang yang pertama kali bermain LoL akan kebingungan hingga alasan kenapa Teemo dijuluki 'setan' bagi para pemain LoL

Selain Imaqtpie dan Tyler, pemain lainnya yang ikut dalam show match ini sama sekali belum pernah bermain League of Legends. Mempelajari mekanik awal seperti bergerak dan menyerang membuat mereka butuh waktu ekstra untuk terbiasa. Tidak seperti FIFA atau Tekken yang relatif perlu waktu lebih singkat dalam menguasai gerakan dasar-dasarnya, maka hal tersebut tidak bisa diterapkan saat belajar main LoL. Setidaknya perlu latihan dan pembiasaan yang intens agar bisa menguasai sekedar basic gameplay-nya. 


Selanjutnya, sosok champion Teemo telah dicap 'setan' oleh komunitas LoL sendiri karena penggunaannya dalam pertandingan hanya akan membawa petaka bagi tim. Dia adalah champion yang paling jarang dimainkan serta memiliki winrate paling buruk di scene kompetitif. Seth Rollins yang mencobanya dalam show match tersebut mendapatkan hasil yang sangat buruk yakni 0/15/1

Para penggiat League of Legends yang lama pastinya mengenal Tyler1 sebagai sosok toxic dalam game dan kerap pula terkena banned dari Riot Games. Meski ban terhadapnya sempat kembali diangkat karena telah menunjukkan perilaku baik serta memperlihatkan peningkatan signifikan saat mencatat rekor penonton di Twitch (sebelum akhirnya dikalahkan oleh DrDisrespect dan Ninja), plus kehadirannya dalam NA LCS

Terakhir, adalah posisi League of Legends di mata para penikmat esports, khususnya di Amerika. Meskipun kita mengetahui bahwa Fortnite bisa dikatakan adalah game esports paling populer, namun dengan hadirnya kolaborasi ini setidaknya menunjukkan potensi yang masih dipegang oleh League of Legends di industri gaming serta kelayakannya sebagai penyandang gelar game terbaik. Ada yang protes?

Bagaimana pendapat sobat Esports? Mungkinkah ini arah menuju kolaborasi permanen antara kubu pegulat atau  dengan unsur kompetisi League of Legends ke depannya? Bisakah dikaitkan dengan program ONE Esports yang juga bakal sajikan tayangan pejuang olahraga digital secara eksklusif di ranah Asia?