Esports.ID

Dampak 'Kultur Misogini', COO Riot Games Dihukum Dua Bulan

Rendy Lim
14/12/2018 16:31 WIB
Dampak 'Kultur Misogini', COO Riot Games Dihukum Dua Bulan
Riot Games COO Scott Gelb

Kalian masih ingat kasus mantan karyawan Riot yang akhirnya buka suara tentang kasus pelecehan seksual kepada perempuan dalam perusahaan tersebut? Kasus yang tampaknya sudah sangat berat tersebut didukung dengan pengakuan dari para mantan karyawan yang menceritakan pengalaman mereka ketika bekerja disana. 

Menanggapi hal tersebut, Riot Games langsung meminta maaf kepada fans, karyawan, atlet esports, hingga partner mereka mengenai isu kejadian ini. Meskipun tidak mengakui kebenaran akan kejadian ini, Riot Games berjanji untuk menyelidiki dan mengatasi masalah ini, bahkan berkomitmen untuk merubah kultur di dalam perusahaan mereka. 

Permasalahan ini ditangani secara internal oleh Riot akhrinya menjatuhkan hukuman kepada COO-nya Scott Gelb dengan suspend selama 2 bulan tanpa bayaran akibat keterlibatannya dalam perilaku seksual yang terjadi di Riot Games

Nama Scott Gelb menjadi sorotan utama dalam permasalahan ini, karena ketika investigasi dan wawancara mendalam yang dilakukan oleh Kotaku,  8 bulan sebelum artikel tentang kasus ini terbit Agustus tahun ini, namanya paling sering muncul. Ia dituding acap kali melakukan pelecehan seksual sepertinya secara tidak sopan dengan menyentuh karyawan laki-laki atau perempuan hingga kentut didekat wajah mereka.

Parahnya, posisi Gelb sebagai top executive membuat banyak karyawan dengan santai dan mencontoh kelakuannya tersebut. 

Menyewa lembaga hukum Seyfarth Shaw untuk melakukan investigasi, akhirnya Riot Games menetapkan hukuman kepada COO mereka. Melalui email yang dikirimkan kepada seluruh karyawan minggu ini, Riot CEO Nicolo Laurent mengindikasikan bahwa banyak investigasi internal yang tidak bisa dipublikasikan kepada publik, namun mengingat posisi Gelb di perusahaan, Board of Director ingin hukuman kepada Gelb dipublikasi dengan jelas. 

Dalam email tersebut juga, Laurent mengatakan banyak tuduhan kepada Gelb tidaklah benar. Namun tidak dijelaskan investigasi mana atau tuduhan apa yang tidak benar kepada  Gelb. Hukuman yang didapat oleh Gelb tidaklah berat, apalagi di era #MeToo sekarang ini, dimana tidak sedikit petinggi perusahaan yang harus kehilangan jabatannya akibat perilaku seksual yang dilakukannya di tempat kerja. 

Tentu hukuman suspend dua bulan dirasa tidak cukup oleh para mantan karyawan Riot yang menjadi korban dalam kasus ini sebelumnya. Bagaimana pendapat kamu Sobat Esports?