PT. Adidaya - Taiwan Excellence

G2 Caps, “Baby Faker” yang Kini Telah Menjelma Jadi Monster

faizalkamill
24/10/2020 10:29 WIB
G2 Caps, “Baby Faker” yang Kini Telah Menjelma Jadi Monster
Caps/LoL Esports

Rasmus Borregaard Winther alias Caps adalah seorang mid laner League of Legends yang kini berseragam G2 Esports. Di usianya yang baru menginjak 20 tahun, kemampuan Caps sudah dikenal luas oleh komunitas LoL di seluruh dunia sebagai salah satu mid laner terbaik yang ada saat ini. Memulai karir di tahun 2015, karir Caps mulai naik ketika ia bergabung dengan Fnatic di tahun 2016.

Caps merupakan seorang mid laner yang diberkati dengan kemampuan mekanik tingkat tinggi dengan gaya permainan yang agresif. Selain itu, Caps juga punya champion pool yang sangat luas. Ia bisa memainkan champion apa saja bila diperlukan serta tidak takut akan resiko dari pilihannya karena dia percaya akan kemampuan individu serta rekan setimnya. Caps berhasil menjadi mid laner terbaik di LEC hanya dalam waktu 2 tahun saja tanpa ada lawan yang berarti.

 Colin Young-Wolff/Riot Games

Sudah 2 tahun sejak Caps mendominasi LEC dengan namanya, 3 kali menjadi MVP LEC, 6 gelar juara LEC split, 1 kali juara MSI dan 2 kali runner up Worlds. Sebelumnya Caps dijuluki sebagai "Baby Faker" karena permainnya sama baiknya dengan sang legenda, namun kini titel itu sudah tak lagi relevan untuknya. Caps sudah sejajar dengan sang maestro dan masih menunjukan lebih banyak lagi.

Meski dengan catatan prestasi pribadinya yang mengesankan, Caps masih belum berhasil mendapatkan gelar tertinggi di League of Legends esports yaitu juara di LOL World Championship. Mimpinya sebenarnya sudah di ujung jarinya namun harus pupus di tangan lawan-lawannya. Dua kali sudah Caps lolos ke babak Worlds Finals namun 2 kali juga sudah ia disapu bersih 0-3 oleh lawannya.

LoL Esports

Caps dan timnya sudah berkali-kali kurang mujur di babak final meskipun performa mereka di tahun tersebut sangatlah baik. 2019 merupakan tahun di mana Caps dan G2 Esports merupakan tim favorit untuk menjadi juara Worlds tahun itu. Namun mungkin belum takdinya, G2 Esports harus kalah telak di Finals oleh tim kuda hitam, FPX,di kandang sendiri.

Tahun ini Caps kembali dengan misi dan ekspektasi yang sama, juara Worlds. Ia harus dihadapkan dengan tim-tim terbaik dan di awal, sempat sedikit lengah dan terjatuh. Namun di babak quarterfinals, Caps kembali menunjukan bahwa dia masih ikut bersaing untuk memperebutkan Summoner’s cup tahun ini.

LoL Esports

“Aku punya gambaran di kepalaku ketika aku memegang trofi itu(Worlds). Aku akan lakukan apapun untuk mewujudkan mimpi ini,” Ujar Caps.

Di Semifinal kali ini, Caps akan dihadapkan dengan DWG, tim yang ia depak dari turnamen tahun lalu. DWG yang memiliki dendam akan kekalahan mereka tahun lalu bakal berusaha untuk mengirim Caps dan G2 pulang lebih awal.

Ambisi Caps untuk mendapatkan gelar juara tahun ini sudah tertanam sejak 2 tahun lalu ketika mereka harus kecewa di tangan Invictus Gaming. Ambisi itu tumbuh kian besar lagi ketika ia harus rubuh di tanah sendiri oleh FPX. Kini, ambisinya telah kembali, lebih kuat dan cermat untuk menghindari patah hati dan mendapatkan trofi yang dia mimpikan. Bagaimana Sobat Esports, apakah Caps akan mendapatkan trofinya tahun ini?