GoPay Campaign

Dikritik Karena Keputusan Kontroversial, T1 LOL Tutup Akun Twitter

faizalkamill
17/11/2020 15:42 WIB
Dikritik Karena Keputusan Kontroversial, T1 LOL Tutup Akun Twitter
Gimana nih kelanjutannya untuk T1?

Masalah mengenai drama pergantian pelatih di T1 LOL masih berlanjut. Meskipun T1 sudah menentukan siapa pelatih mereka untuk tahun 2021, permasalahan ini tidak begitu saja bisa berhenti mengingat belum adanya itikad baik dari organisasi untuk menyelesaikan masalah ini secara terbuka. Selain permasalahan mengenai mantan calon kandidat pelatih, Nick "LS" De Cesare dan keluarga, yang menerima berbagai hujatan dan ancaman dari orang-orang mengatasnamakan fans SKT T1, organisasi ini juga terjerat kasus soal penanganan media komunikasi di Discord.

Belakangan diketahui bahwa T1 telah melakukan blunder dengan perbuatan yang tidak sepantasnya organisasi sebesar ini lakukan. Hal ini pertama kali diketahui dari moderator Discord T1 yang terpaksa mengundurkan diri karena tindakan mereka untuk menghentikan komentar-komentar rasis dan homofobik di grup Discord T1 tidak mendapatkan izin dari para staf resmi.

T1 LoL

Para staf yang bertugas saat itu menyarankan para moderator ini untuk tidak melakukan tindakan apa-apa terkait maraknya komentar rasisme dan homofobik di chat Discord mereka. Para staf juga mengancam akan mencabut akses moderator jika mereka mengambil tindakan apapun. Moderator tadi akhirnya memutuskan untuk undur diri menanggapi keputusan staf yang terdengar konyol itu. Mereka menyarankan untuk mengunci channel Discord T1 hingga suasananya mereda karena saat itu rasis dan homofobik terhadap (kemungkinan besar) LS masih terus terjadi.

Setelah kasus dengan moderator, T1 akhirnya menyadari bahwa mereka telah melakukan kesalahan. Melalui akun Twitter nya, mereka membuat sebuah pengumuman yang berisi permintaan maaf mengenai hal tersebut. T1 mengatakan bahwa mereka akan menutup channel Discord T1 sementara dan akan mengedukasi kembali para staf agar hal ini tidak terjadi lagi. 

Mereka selanjutnya meminta maaf atas komentar-komentar tidak baik yang ada di platform media sosial. Organisasi esports asal Korea ini menekankan sekali lagi bahwa T1 sangat menghargai para fans dan sangatlah berarti. Selanjutnya T1 meminta maaf bila komentar-komentar tersebut mungkin menyakiti hati ‘para fans’ dan kedepannya akan terus melindungi para fans, staf, pelatih, dan pemain dari komentar-komentar yang tidak pantas.

Setelah pengumuman ini dibuat banyak pihak yang geram karena bahwasanya dari sekian banyaknya resolusi dan permintaan maaf yang disampaikan oleh T1, tidak ada satupun yang menyinggung tentang para korban sebenarnya. Tidak ada poin yang menyertakan permintaan maaf kepada LS dan keluarganya yang mendapatkan berbagai ancaman, hingga moderator-moderator Discord(yang kini sudah keluar) yang sudah bersusah payah berusaha menghentikan ketoxican ‘fans T1’, dan para fans T1 sebenarnya, dimana nama mereka tercoreng karena oknum-oknum tersebut.

Dikarenakan acuhnya T1 terhadap hal-hal di atas, banyak orang yang mengkritik permintaan maaf tadi hanyalah sebagai langkah penyelamatan diri agar tidak disalahkan. Mereka mengatakan bahwa para staf akan diberi edukasi namun lupa bahwa tindakannya adalah arahan dari petinggi organisasi. Dalam chat Discord dari salah satu staf kepada moderator yang kini sudah dihapus, disebutkan “moderator jangan melakukan tindakan apapun karena board member(petinggi organisasi) sedang mengawasi” yang menandakan bahwa organisasi dan para petingginya tahu betul akan keadaan ini dan memutuskan untuk membiarkan hal ini terjadi.

Kritikan membanjiri kolom balasan tweet ini. Mereka menyayangkan T1 yang enggan sama sekali menyinggung ataupun meminta maaf kepada para korban terutama LS yang terdampak secara langsung. Mereka juga mengkritik tentang bagaimana T1 tidak memberikan kejelasan apapun tentang nasib LS di T1, apakah dia akan tetap bekerja atau ditolak begitu saja karena protes fans. Jika benar protes fans dapat mengubah keputusan sebuah organisasi esports apalagi sebesar T1 dan hal ini dibiarkan begitu saja, maka kedepannya para fans tersebut akan terus mendikte apa saja yang harus dilakukan oleh organisasi. Jika permintaan mereka tidak dilaksanakan, akan mudah memulai protes dan serangan ancaman kepada siapapun itu nantinya.

 

Banyak jurnalis, caster, figur esport, dan para fans yang menghujani T1 LOL dengan kritikan pedas. Dan oleh karena itu, mereka memutuskan untuk menutup akun Twitter mereka. Persis dengan apa yang dilakukan LS berapa waktu lalu ketika dia menerima banyak hujatan dari orang-orang yang mengatasnamakan ‘fans T1’. Apakah ini karma, bagaimana pendapatmu Sobat Esports?