LINE POD - MAVIS

Kisah Transgender yang Raih Percaya Diri Berkat Game

Billy Rifki
12/05/2020 13:52 WIB
Kisah Transgender yang Raih Percaya Diri Berkat Game
vogue.co.uk

Bermain game sudah jadi pintu kesuksesan banyak orang. Tak terkecuali di Indonesia yang kini hampir semua kalangan membicarakan geliat atlet esports ataupun YouTuber gaming. Entah pemain di kota, desa, lelaki dan wanita semua punya kesempatan bersinar yang sama

Namun, ada kisah menarik dari vogue.uk.co, yakni tentang sosok transgender di Amerika yang kini dikenal sebagai salah satu gamer fighting tersukses. Kehidupan normalnya sebagai lelaki kerap diterpa ujaran negatif, ia jadi depresi dan kehilangan percaya diri. Ia tertolong berkat dukungan dari komunitas game sampai akhirnya mengukir nama di dunia kompetisi game.

Kehidupan Personal

Ricki Sophie Ortiz alias HelloKittyRicki mulanya lahir sebagai lelaki. Kedua orangtuanya bekerja sebagai teknisi dan pekerja baja, karena itu ia lebih sering dititipkan kepada neneknya. Perkenalannya dengan game, khususnya fighting game ketika sang ayah mengajaknya ke pusat hiburan Golfland di California, di sana ia menghabiskan banyak waktu bermain mesin arcade atau ding-dong.

Dikenalkan pada game di usia 9 tahun, ia mengikuti kompetisi game di usia 13 tahun dan membuahkannya juara ketiga. Sophie mengaku menyukai ketegangan berkompetisi. “Apa yang membuatku tertarik adalah ketegangan dari kompetisi. Kamu tidak bisa mendapatkan perasaan itu di tempat lain” ujar wanita 37 tahun ini.

Awalnya, Sophie mengaku berorientasi seksual sejenis pada 2003. Namun, ia merasa hal itu tak membuat nuraninya nyaman. Banyak orang memberi komentar dan cemooh atas keputusannya. Sophie kemudian menyadari kalau ia adalah seorang transgender dan memutuskan untuk bertransisi jadi wanita sepenuhnya di tahun 2014.

Sophie mengalami depresi berat akibat hujatan orang-orang. Hal ini bahkan berpengaruh pada karir gamenya. Namun, berkat komunitas game dan kawan-kawan dekat yang selalu mendukung, ia bisa bangkit lagi sebagai powerhouse fighting game di Amerika.

Karir Game

Turnamen besar pertamanya datang di tahun 2001. Keputusan itu ia ambil usai mengikuti saran dari teman dan mentornya, John Choi. Di tahun yang sama, ia pergi dari San Francisco untuk mengikuti pertarungan di Texas.

Kiprah Evolution Championship Series pertamanya terjadi tahun 2003. Prestasinya cukup mentereng dengan selalu finish di rank tinggi dalam turnamen berikutnya. Sophie lebih menyukai Marvel vs Capcom dibanding game fighting lain, oleh karena itu ia sangat suka dengan Chun-Li, bahkan ia mengakui pernah kesulitan untuk berganti andalan saat Chun-Li terkena nerf. Sophie diketahui ogah bermain secara online karena menurutnya format tersebut merenggut atribut terbaiknya.

Sophie kini menduduki peringkat ke-46 sebagai pemain dengan pendapatan terbanyak di fighting games versi esportsearning. Ia telah mengumpulkan $81.366 dari 62 turnamen yang ia geluti. Beberapa pencapaian terbaiknya datang dari Capcom Cup 2016 di mana ia mendapat juara kedua, peringkat pertama di LANHAMMER 2013 dan NorCal Regionals 2012.

Sophie telah menjadi juara di 8 turnamen, merengkuh peringkat kedua di 19 kali kesempatan dan finish jadi juara ketiga atau babak semifinal 8 kali.

Sophie mewakili divisi fighting game Evil Geniuses, ia memiliki 7.300-an pengikuti di Instagram, 37 ribu lebih mengikutinya di Twitter dan 10.000 lebih follower Twitch. Sophie sangat bersyukur telah mengenal dunia game, bahkan di saat tersulitnya, ia tak pernah terlintas untuk pergi meninggalkan kecintaannya.

Sophie punya pesan untuk sobat gamer agar bisa berkarir dengan baik di dunia esports. "Berbagilah pengetahuanmu dengan orang lain. Kamu tidak akan bisa menjadi lebih baik dalam suatu olahraga, tau apapun dalam hidup tanpa ada orang yang mendorongmu melakukan lebih baik. Kalau kamu hebat dalam suatu hal, bantu orang lain agar bermain lebih baik lagi. Bantu mereka mencari tahu hal yang belum mereka mengerti. Tumbuhlah bersama"

Wah, semoga kisah HelloKittyRicki bisa menginspirasi banyak gamer untuk tidak menyerah dari bullyan dan terus berprestasi!