First Warriors

Owner Louvre Ungkap Noda Buruk MSC 2019

Rendy Lim
27/06/2019 14:11 WIB
Owner Louvre Ungkap Noda Buruk MSC 2019
Mobile Southeast Asia Cup 2019; cover: kincir

MLBB Southeast Asia Cup (MSC) 2019 telah berakhir dan dua tim Indonesia yakni ONIC dan Louvre Esports mampu tembus ke grand final. Dibalik rasa bangganya atas dominasi tim tanah air dalam turnamen berskala internasional ini, owner Louvre Esports mengungkapkan rasa kekecewannya atas pelayanan yang diberikan kepada timnya baik oleh pihak panitia MSC 2019, maupun Moonton sebagai penanggung jawab, di event ini.

Erick Herlangga, pemilik Louvre Esports, melalui instastory pribadinya menjelaskan poin-poin yang bikin dirinya kecewa.

Pertama, Erick Herlangga menyingung soal Kido yang masuk rumah sakit ketika berada di Filipina karena sakit. Total tagihan perawatan selama Kido di rumah sakit adalah sebesar 33 juta Rupiah dan ditanggung sepenuhnya sendiri. Meski, nantinya manajemen Louvre akan mengganti sejumlah uang tersebut. Erick menyebutkan seharusnya Moonton memberikan asuransi kesehatan kepada atlet yang bertanding di luar negeri, sebagai salah satu tanggung jawab penyelenggara.

Selanjutnya, untuk skala event internasional, Erick Herlangga mengatakan panitia tidak memperhatikan konsumsi para peserta turnamen yakni dengan hanya menyediakan sarapan di hotel. Hal ini tentunya akan berpengaruh pada kesehatan atlet esports yang bertanding. Seharusnya, jadwal makan 3 kali per hari wajib dapat dipenuhi oleh panitia. Selain atas alasan kesehatan, MSC juga termasuk event internasional.

Terakhir, hampir sama dengan poin sebelumnya, Erick Herlangga mengatakan bahwa Louvre sudah standby di lokasi sejak pagi untuk menunggu jadwal bertandingnya melawan Arkangel yang ternyata berlangsung pada siang hari. Kekecewaan Erick Herlangga ditujukan kepada panitia yang hanya menyediakan snack, sementara Louvre harus bertanding hingga final pada hari tersebut. Hal ini menyebabkan para pemain Louvre harus menahan lapar hingga turnamen di hari tersebut selesai.

Keluhan-keluhan tersebut disampaikan Erick Herlangga untuk menjadi pelajaran dan saran bagi Moonton agar ke depannya dapat menggelar liga dengan pelayanan yang lebih baik. Tentunya di luar penyelenggaraan turnamen yang meriah, faktor-faktor penting lainnya seperti memperhatikan kenyamanan peserta turnamen adalah hal yang harus diprioritaskan juga oleh pihak penyelenggara.

Bagaimana pendapat Sobat Esports?