Esports.ID

Akhiri Final Dramatis, EVOS Legends Juara M1 2019!

basittt
17/11/2019 20:32 WIB
Akhiri Final Dramatis, EVOS Legends Juara M1 2019!

Babak grand final untuk Mobile Legends World Championship 2019 (M1) pada akhirnya kembali mempertemukan dua tim perwakilan Indonesia, yakni EVOS Legends dan RRQ Hoshi. Dua kali El Classico Merah Putih terjadi di M1, benar-benar membuat seluruh mata di penjuru dunia sepatutnya mengakui kekuatan tim Indonesia di scene Mobile Legends: Bang Bang.

Bagaimana babak grand final ini berjalan? Jalan mulus EVOS untuk mendominasi atau peluang RRQ untuk bangkit dari keterpurukan?

MATCH 1

Match pertama, EVOS Legends yang memilih kombinasi hero Grock, Masha, Lolita, Lylia dan Zhask sepertinya ingin main cepat dan menekan RRQ Hoshi dari awal. Sedangkan RRQ imbangi dengan menggunakan Valir, Harith, Hylos, Granger dan Chou yang mana sebuah kombinasi efektif untuk middle dan late game.

Sedari awal pertandingan, kedua tim sudah sangat ngotot saling rebut buff untuk dapatkan keunggulan networth. First blood pertama didapatkan EVOS yang mana Lemon dan Liam jadi tumbal atas ini. Bahkan turret pertama hancur begitu saja belum 2 menit pertandingan berjalan. Belum habis sampai disitu, EVOS terus ungguli RRQ dengan dapatkan 2 kali Turtle, meskipun TUTURUU tidak tinggal dengan terus kill pemain EVOS satu per satu. Benar-benar pertandingan yang cepat dan agresif, dimana saling balas kill terjadi dengan begitu mengagumkan.

Walaupun terdesak sejak awal, sepertinya RRQ memang ingin membawa permainan ke arah late. Secara bergantian, Lord 2 kali dimiliki EVOS dan 2 kali dimiliki RRQ. Meskipun kebangkitan RRQ memang terjadi di menit 15 saat Harith XINN mengamuk dan pukul mundur EVOS. Pertandingan yang sangat alot, berulang kali pertempuran sengit dalam perebutan Lord terjadi. Walau bantuan Lord dari masing-masing tim hanya mampu untuk hancurkan turret di wilayah highground meskipun pertandingan sudah 30 menit pertandingan berjalan.

Pertandingan berjalan sesuai keinginan RRQ. Tanpa bantuan Lord kelima, RRQ mampu gempur pertahanan kuat EVOS di menit 34, setelah culik beberapa pemain. Ini jadi kemenangan pertama RRQ setelah sekian banyak lakukan perlawanan dengan EVOS (1-0).

MATCH 2

Kecolongan 1 poin atas RRQ Hoshi, buat EVOS Legends lebih galak di game kedua. Manfaatkan Xborg, Grock, Change, Kimmy dan Akai, Donkey menggila sedari awal dan lakukan First Blood di detik 35. Xinn jadi korban pertama atas keganasan Grock Donkey yang terlihat haus akan kemenangan. Pertandingan berjalan dengan begitu agresif diantara kedua tim, akan tetapi awal permainan masih diungguli oleh EVOS, sedangkan RRQ yang manfaatkan hero Kaja, Harith, Hylos, Granger dan Chou hanya bisa berusaha untuk menahannya.

Walau terlihat sengit mempertahankan setiap serangan EVOS, kali ini RRQ tidak sekuat di pertandingan pertama. Hingga Lord pertama didapatkan 'Macan Putih' pada menit 10, 'Sang Raja' hanya mampu kantongi 4 kill dimana EVOS sudah kumpulkan 14 kill.

Jadi game yang lebih cepat, bantuan Lord kali ini untungkan EVOS hingga mampu gundulkan semua turret yang RRQ miliki di menit 12. Sedang berada di atas angin, tak berlama-lama EVOS langsung hancurkan pertahanan RRQ habis-habisan dan game berakhir di menit 13 membuat pertandingan menjadi seri (1-1).

MATCH 3

Mampu dibuat imbang oleh EVOS, tentu membuat RRQ Hoshi perlu rombak strategi. Kali ini tim dengan julukan Sang Raja ini pergunakan hero Terizla, Kimmy, Hylos, Harith dan Lolita dimana EVOS Legends manfaatkan penggunaan hero XBorg, Lylia, Grock, Akai dan Helcurt.

Masih bermain cepat, game ketiga Wann dengan Lylia mampu bungkam Harith yang digunakan XINN dan kembali dapatkan First Blood. Agresif sedari awal, game ketiga ini tampak RRQ Hoshi lebih berhati-hati namun dengan percaya diri terus mengejar ketertinggalan. Beberapa kemelut terjadi akibat perebutan buff, turtle, serta turret. Hanya saja kali ini EVOS tidak diuntungkan dan selalu kalah saat melakukan kontes.

Kesempatan ini dimanfaatkan RRQ untuk terus menekan EVOS hingga mereka terpojok saat 6 turret ludes. Habisnya turret tentu membuat RRQ sangat leluasa untuk mencuri semua source EVOS dan mengepung pertahanan EVOS. Networth sudah pasti berpihak pada RRQ, usai dapatkan 2 turtle.

RRQ akhiri pertandingan dengan manis di menit 18 saat sapu bersih semua pemain EVOS (2-1)

MATCH 4

Sebuah game lanjutan yang sulit bagi EVOS Esports, kalah satu poin tentu menyulitkan pergerakan mereka apalagi tanpa kehadiran Selena yang sedari awal selalu di ban oleh RRQ. Andalkan Chou, Lolita, Xborg, Gusion dan Kimmy jadi hero yang dipilih EVOS di game keempat, sedangkan RRQ melawannya dengan Diggie, Change, Badang, Harith dan Grock dimana Diggie jadi sebuah pilihan hero yang cukup mengejutkan.

Sudah lakukan kontes sedari awal, pertandingan ini sangat terlihat kedua tim bermain dengan begitu hati-hati. Bahkan, First Blood baru terjadi di menit ke-3 saat Xborg Oura lakukan ulti ke arah tim RRQ. Hanya saja, RRQ yang sudah kantongi 2 kemenangan tentu lebih percaya diri dan selalu menang fight hingga dapatkan 2 turtle. Unggul networth, tentu jadi hal yang menguntungkan tatkala item mereka sudah terbentuk dan bisa terus menerus menekan EVOS Legends.

Lord pertama diamankan RRQ, meskipun belum bisa tembus highground dengan Lord. Tanpa henti, Sang Raja terus sergap pertahanan EVOS dan tak biarkan mereka dapatkan source yang ada. Walau EVOS juga dengan penuh percaya diri menahan serangan demi serangan yang dilancarkan RRQ.

Gagal dengan bantuan Lord pertama, RRQ kembali amankan 'Bapak Lord Yang Terhormat' jauh dari tangan EVOS. Dipukul habis-habisan, EVOS yang tak mampu menahan serangan RRQ harus merelakan semua turret di menit 16. Kehadiran Diggie di match ini benar-benar mematikan pergerakan Chou Donkie yang kita tahu sangat agresif. Bahkan Gusion yang digunakan Wann pun tak mampu berbuat banyak. Menit 17 adalah akhir dari pertahanan EVOS, sehingga RRQ kembali unggul di game ini (3-1).

MATCH 5

Jadi game penentuan untuk RRQ Hoshi atau perpanjangan bagi EVOS Legends, match kelima membuat Axiata Arena semakin memanas. Kali ini EVOS dapatkan hero Harith, Masha, Xborg, Lolita dan Granger dimana kita tahu Harith Wann cukup mengerikan. RRQ penuh percaya diri manfaatkan Kaja, Kimmy, Change, Terizla dan Akai sebagai hero andalan mereka.

First Blood jadi permulaan yang baik untuk EVOS, dimana Harith Wann bermain dengan sangat percaya diri. Pertandingan ini masih berjalan sesuai keinginan EVOS, unggul kill dan turtle bisa mereka miliki sehingga mamppu unggul networth. Bahkan Masha yang dipergunakan Oura benar-benar bergerak efektif tidak memperdulikan hero musuh dan hanya bergerak untuk menghancurkan turret.

Game kelima ini habis dengan cepat, usai desak RRQ dan menggiring minion ke highground, tanpa ragu Oura masuk ke crystal terakhir dan menutup pertandingan. EVOS Legends memenangkan game kelima dan membuat pertandingan berjalan lebih panjang (3-2).

MATCH 6

Walau unggul dengan Harith di game 5, sepertinya EVOS Legends ubah strategi. Ban Harith, Valir dan Khufra, kali EVOS manfaatkan hero Lolita, Change, Xborg, Kimmy dan Kaja. RRQ Hoshi masih konsisten ban Akai, Selena, Claude kemudian pergunakan Granger, Masha, Chou, Grock dan Lylia sebagai pilihan hero mereka.

Gong tanda pertandingan dimulai, kedua tim bermain dengan sangat hati-hati. Walaupun RRQ dapatkan first blood, tak lama berselang EVOS pun lakukan kill balasan. Sepertinya strategi Lemon cs masih lebih efektif ketimbang EVOS dimana Masha yang dipergunakan XINN bergerak bebas habiskan 3 turret milik RRQ meskipun Oura yang pergunakan Xborg terus menjaganya.

Kalah networth, tak buat EVOS Legends gentar. Berkat kepiawaian Donkey dalam memainkan Kaja dan menculik TUTURUU yang sempat bebas farming, jadi momentum EVOS pukul mundur RRQ. Strategi yang manis dari RRQ hancur lebur, EVOS mencari bantuan dari 'Bapak Lord Yang Terhormat' kemudian dengan percaya diri mendesak RRQ di pertandingan ini. Tak ingin kehilangan momentum, serangan bersama Lord pertama ini jadi kesempatan EVOS tumbangkan 4 pemain RRQ.

Permainan berakhkir di menit 16, hanya menyisakan Masha di lini pertahanan tentu tak mampu buat RRQ tahan laju serangan dari EVOS Legends. Atas hasil ini membuat kedudukan menjadi seri (3-3) dan kedua tim harus bertanding penuh dalam Best of Seven (BO7) di final Mobile Legends World Championship (M1).

MATCH 7

Laga terakhir untuk keduanya, mental dan daya tahan tubuh tentu diuji dalam pertandingan ini. RRQ Hoshi yang bermain lebih banyak hari ini tentu miliki lebih sedikit stamina dibandingkan EVOS Legends. Akan tetapi masih banyak faktor yang bisa menentukan kemenangan, karena pertandingan Mobile Legends selalu sulit ditebak bukan?

Di pertandingan ini, Claude yang sedari awal di ban RRQ akhirnya terlepas tetapi tidak diambil EVOS malah jadi milik RRQ. Selain Claude, ada Change, Hylos, Xborg, Gusion yang dimanfaatkan RRQ. Di sisi lain EVOS punya Lunox dan Baxia yang sedari tadi tidak di pick, ditambah Masha, Kaja dan Kimmy menemani.

Lagi-lagi RRQ kecolongan First Blood, dimana Liam dengan Xborg yang menekan Kimmy Rekt justru terjebak dalam kemelut dan harus mati. Seperti game-game sebelumnya, awal pertandingan EVOS selalu menguasai pertandingan baik dari sisi pencurian turret, kill, maupun buff lainnya. Hingga mampu unggul networth jauh dari RRQ.

Tak bisa berbuat banyak menahan split push EVOS, RRQ kewalahan. Menit 6 Turret ke-7 sudah rontok, tak ada lagi harapan untuk RRQ. Benar-benar jadi pertandingan yang sangat cepat, tanpa membuang-buang kesempatan EVOS habiskan RRQ di babak ini. Atas hasil ini EVOS Legends dinobatkan sebagai juara di Mobile Legends World Championship (M1) dan bawa Oura menjadi MVP di kompetisi ini.

Benar-benar pertandingan final yang sangat dramatis di M1 kali ini!