Esports.ID

"Bekal" dari Malaysia untuk Pagelaran M2 di Indonesia

Rendy Lim
19/11/2019 11:29 WIB
"Bekal" dari Malaysia untuk Pagelaran M2 di Indonesia
Hal-hal dari M1 di Malaysia untuk MLBB World Championship Jakarta

Mobile Legends World Championship 2019 (M1) telah sukses diselenggarakan di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Final sengit antar dua wakil Indonesia di babak grand final berlabel El Classico ini kembali memunculkan EVOS Legends sebagai juara dengan skor 4-3 atas RRQ Hoshi. Pencapaian tim Indonesia dalam kejuaraan internasional ini lantas mengantarkan Moonton untuk menetapkan Indonesia sebagai tuan rumah Mobile Legends World Championship 2020 (M2)!

Sebagai tuan rumah selanjutnya untuk kompetisi dunia MLBB, sudah seharusnya persiapan Indonesia dapat lebih bagus dari penyelengaraan M1. Malaysia sendiri memang telah memberikan pelayanan yang baik, tidak hanya kepada para tim partisipan, namun juga bagi fans dan penonton yang datang untuk menyaksikan secara langsung. Kira-kira, apa saja yang bisa Indonesia pelajari dari penyelengaraan M1 di Malaysia pekan lalu?

Pemilihan venue berkapasitas besar

Axiata Arena yang dipilih sebagai tempat diselenggarakannya M1 memiliki kapasitas 16.000 penonton. Meskipun tidak semua bangku penonton terisi, namun sebagian besar kursi berhasil dipadati oleh fans dan pendukung dari masing-masing tim yang bertanding di hari tersebut. Begitu pula hasrat mereka yang memang datang untuk menjadi saksi dari kompetisi tingkat dunia pertama MLBB kini terpuaskan.

Berkaca pada venue  playoff MPL ID S4 yakni di Tennis Indoor Senayan, kapasitasnya yang hanya mencapai 3.300 kursi bahkan tidak cukup untuk menampung seluruh antusianisme penonton babak grand final. Apalagi mengingat bakal ada fans-fans mancanegara yang rela datang demi mendukung tim favoritnya di kompetisi M2 tahun depan, sehingga harapannya mereka semua bisa mendapatkan tempat duduk, kan?

Tidak hanya masalah kapasitas, permasalahan sirkulasi udara juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan saat memilih venue. Sistem sirkulasi yang buruk tentu akan menganggu konsentrasi pemain, begitu pula buat para caster, panelis, hingga kenyamanan penonton yang datang. Kira-kira di mana venue yang cocok untuk penyelengaraan M2, Sobat Esports?

Ticketing dan pembagian kelas tempat duduk

Penyelengaraan M1 di Malaysia memang menerapkan sistem ticketing dengan harga tertinggi 100 ringgit atau sekitar 350 ribu Rupiah. Namun kehadiran sistem ini membuat perubahan besar mulai dari alur masuk dan keluarnya penonton hingga menghindari masalah kekurangan tempat duduk. Meski harganya tidak murah, tetapi untuk mendukung tim favoritmu di kompetisi internasional, rasanya harga yang pantas bukan?

Selain memastikan kamu mendapat tempat duduk yang nyaman, sistem ticketing juga bisa memberikan kamu keuntungan yang sepadan mulai dari hadiah in-game hingga kesempatan doorprize-nya. Apakah kamu setuju jika sistem ticketing juga diterapkan untuk M2 di Indonesia tahun depan?

Ketepatan waktu adalah hal utama

Satu hal pembeda dari event-event yang diselenggarakan di Indonesia dengan luar negeri adalah dalam segi ketepatan waktu. Sejak hari pertama hingga terakhir babak playoff Mobile Legends World Championship M1, waktu mulainya setiap pertandingan tidak selisih jauh dari jadwal yang telah ditentukan. Ini tentu merupakan sisi yang harus kita pelajari, karena selain bisa memberikan waktu lebih bagi tim-tim beristirahat, penonton juga tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menonton tim favoritnya bertanding.

Tambahkan Hal Baru untuk Mobile Legends World Championship Indonesia

Memiliki venue yang besar tentu dapat memberikan kebebasan bagi pihak penyelenggara untuk menyediakan berbagai acara hiburan lain, baik di dalam arena pertandingan ataupun di sekitarnya. Booth penjualan merchandise tim, hingga tempat meet and greet bisa tertata rapi berkat ruang yang cukup luas di luar arena pertandingan M1, sehingga memberikan kesempatan bagi para penonton untuk bisa memiliki merchandise dan bertemu anggota dari tim favorit mereka dengan mudah.

Selain itu, satu hal yang mungkin bisa ditambahkan untuk M2 di Indonesia tahun depan adalah menghadirkan sesi All Star match yang mempertandingkan pemain-pemain terbaik dari setiap tim partisipan. Bisa dikatakan, M1 memang cukup kurang untuk aktifitas di dalam arena pertandingannya, hanya fokus pada pertandingan di babak playoff. Bisa saja kehadiran All Star Match dapat mengobati rasa kecewa dari fans-fans yang timnya tidak lolos dari grup stage. Apakah kamu setuju?

Bagaimana Sobat Esports, kira-kira masukan apa lagi yang bisa kamu berikan untuk Mobile Legends World Championship M2 yang akan diselenggarakan di Indonesia tahun depan?