IES Ligagame

Pelajari Counterpick, Strategi Jitu Penangkal Hero Meta!

Billy Rifki
20/05/2020 10:03 WIB
Pelajari Counterpick, Strategi Jitu Penangkal Hero Meta!
Esports.ID

Counterpick adalah istilah yang digunakan untuk menangkal strategi lawan. Biasanya, counterpick identik dengan pemilihan hero tertentu yang tak selalu mengindahkan opsi meta terkini. Konsep ini adalah salah satu ilmu penting dalam game MOBA seperti Mobile Legends.

Sayangnya, banyak pemain ML yang lebih mengedepankan pemilihan hero populer dibanding aspek strategis suatu hero. Khawatir akan kesulitan kalau melawan MM atau assassin OP macam Ling atau Granger membuat para pemain enggan melihat variasi hero lain untuk melawan mereka. 


Ling, salah satu assassin lincah yang sulit di counter sembarang hero

Padahal, kita bisa banyak belajar dari permainan tim profesional yang punya draft unik untuk melawan rival mereka. Komposisi tim tak harus melulu di isi oleh hero meta, bahkan di MPL S5 kemarin, kita melihat RRQ Hoshi memilih Aurora yang namanya terpinggirkan oleh mage lain. Setelah melihat kemampuan hero pencipta es tersebut, barulah gamer ML melirik lagi kekuatannya.

MENGAPA HARUS COUNTERPICK?

Counterpick bertujuan untuk membuat hero andalan musuh tak bisa berfungsi maksimal. Misalnya, hero yang memiliki skill dash atau blink bakal terhalang oleh kemampuan Khufra memblokade jalan mereka dengan skill Bouncing Ball-nya. Oleh karena itu, Khufra akan selalu jadi hero langganan untuk di pick atau di ban karena kemampuannya yang unik.

Namun, apakah hanya Khufra saja hero yang bagus untuk counterpick? Tentu saja tidak. Dalam Mobile Legends, ada berbagai jenis disable atau crowd control. Ada yang memberi efek slow, stun single target, stun area of effect sampai disable yang baru bisa terjadi setelah melakukan serangkaian kombo seperti skill hero baru Luo Yi yang menggabungkan serangan Yin dan Yang.

Melihat dari kemampuan hero tersebut, kita bisa mempertimbangkan hero apa yang ideal untuk mengcounter pilihan lawan. Misalnya, lawan punya hero lincah seperti Ling, Lancelot, Claude atau Hayabusa. Maka, pilihan hero terbaik bukanlah hero meta macam Valir yang punya magic damage aoe atau Cecilion yang skill cc-nya mudah terbaca. Lebih baik, memilih hero dengan kemampuan stun single target karena punya efek hit instan dan meminimalisir kemungkinan dihindari.

Contoh hero counterpick dengan disable single target adalah Eudora, Hylos, Chou atau Kaja. Mereka punya skill yang mumpuni untuk mengunci pergerakan hero lincah dan beberapa bahkan bisa instan kill.

Atau, contoh kasus lainnya adalah kamu menemui banyak hero mage dengan burst damage tinggi. Daripada repot-repot membuat item magic resistance, lebih baik kamu memakai hero dengan efek silence seperti Helcurt atau Natalia agar musuh tak bisa mengeluarkan jurus. Alternatif lainnya adalah Hanzo karena ia mengirimkan bayangan yang membuat mage terpaksa mengeluarkan skill demi menyelamatkan diri.


Helcurt bisa push dengan cepat, memberi efek silence dan burst damage

COUNTERPICK MAKRO

Counterpick tak cuma bisa kamu terapkan hero per hero saja. Melihat aspek makro game atau strategi keseluruhan, kamu bisa menentukan pendekatan terbaik untuk menang. Misalnya, musuh punya komposisi hero yang kuat dalam team fight berlima, maka, pertimbangan terbaik adalah memiliki beberapa hero yang kuat untuk clear lane, punya sustain saat team fight dan hero lain yang lincah untuk mencuri turret.

Contohnya, tim lawan punya hyper carry Granger yang disokong oleh 1 tank offlane dan 2 support, anggap saja heronya adalah Uranus, Valir dan Cecilion sementara laner lainnya adalah fighter seperti X Borg. Maka, strategi paling tepat adalah merentangkan permainan dengan rajin mendorong lane yang kosong. Secara alami, Granger yang ditemani oleh 2 support saja bakal rentan diserang oleh assassin atau mage, maka Uranus atau X Borg bakal membantu. Ini membuat ada lane sepi yang bisa kamu dorong selagi rekan yang lain menahan agresi mereka.

Hero yang sesuai untuk melakoni peran split push adalah Helcurt, Natalia, Claude, Hayabusa, Ling atau Masha. Sedangkan barisan hero dengan tugas bertahan dibebankan kepada Alice, Gord, Harley, Diggie, Nana atau Kadita ditemani tank macam Grock, Atlas atau Hylos. Proses tarik ulur seperti ini akan meminimalisir kecepatan push dari strategi hyper carry lawan yang fokus pada single push dan team fight. 

Konsentrasi mereka akan terbagi dalam bertahan dan menyerang. Bila ada hero lawan yang meninggalkan barisan, maka serangan balik bisa kamu lancarkan atau serigala penyendirimu bisa membunuh hero yang di perintah melindungi base.


Diggie Punya Skill Time Journey yang Bagus untuk Bertahan ataupun Menyerang

APAKAH COUNTERPICK SELALU BERHASIL?

Menangkal kekuatan lawan bukan berarti kalian sudah pasti menang. Ada faktor lain yang turut menentukan efektivitas counterpick seperti cara bermain kalian dan situasi laning saat early dan mid game. Ketinggalan level dan networth terlalu jauh pun bakal menyulitkan untuk di comeback walau dengan hero counterpick.

Untuk itu, kalian harus memahami pengetahuan Mobile Legends seluas-luasnya dan mempelajari ilmu-ilmu baru dari pemain-pemain yang punya reputasi. Bila kalian cuma punya skill, tiap game ML mungkin masih sulit untuk dimenangkan, namun melengkapi skill dengan pengetahuan strategi yang baik bisa membuat kamu memikul beban tim seorang diri.