PT. Adidaya - Taiwan Excellence

Serbuan Unlike MPL Season 6, Bukti Viewers Minus Edukasi & Toleransi

Billy Rifki
17/08/2020 11:15 WIB
Serbuan Unlike MPL Season 6, Bukti Viewers Minus Edukasi & Toleransi
youtube

MPL Season 6  baru menjalani pekan pertamanya. Antusias para fans menyambut meriah apalagi di hari kedua sudah tersaji el clasico antara RRQ Hoshi dan EVOS Legends. Sayangnya, dibalik semua itu terdapat kejadian miris di kolom komentar kanal YouTube Mobile Legends: Bang bang

Seperti yang terlihat sejak hari kedua dan berlanjut di hari ketiga MPL Season 6. Caster yang bertugas saat itu, Pak Pulung dan Kornet  sempat meminta maaf dan menghimbau kepada para viewers untuk lebih positif berkomentar dan meminta kesabaran bila terjadi kendala teknis dalam siaran MPL.

Indonesia Gaming Award


Serbuan Unlike di Channel YouTube Mobile Legends Bang-bang

Sayangnya, netizen tak mengindahkan ajakan tersebut. Viewers makin membabi buta sampai membuat #unlike untuk MPL Season 6. Alasan mereka pun bermacam-macam. Ada yang mengomentari kendala teknis seperti keterlambatan jadwal tayang, ada yang menyerang caster, ada yang berkata kasar pada tim yang bertanding, ada juga yang unlike tanpa sebab yang jelas.

Ini berbanding terbalik dengan gelaran turnamen esports lain yang juga tayang di waktu yang sama dengan MPL Season 6 yakni PMPL ID Season 2 (PUBG Mobile) dan Free Fire (FFML Season 2). Meski masih ada umpatan-umpatan negatif namun jumlahnya tak signifikan dibanding penonton yang menyuarakan hal positif. Mereka menuliskan dukungan untuk caster, tim kesayangan dan kritik-kritik membangun.


Contoh Komentar di Hari Ketiga MPL Season 6

Dari kejadian di MPL Season 6 kemarin, publik makin menyadari minimnya tingkat edukasi dan toleransi penonton yang tak sanggup berpikiran dewasa. Kalaupun mereka cukup umur memiliki KTP, pola pikir egois dan memalukan tersebut kemungkinan besar terbawa dari perilaku toxic yang kerap mereka lakukan dalam game dan keseharian bersosial media.

Berinteraksi di jagad maya tak ubahnya sosialisasi nyata yang harus didasari dengan norma saling menghargai. Jangan karena terpaut jaringan dan perangkat teknologi, sikap seseorang bisa seenaknya menjelek-jelekan sesama. Kalaupun ada kesalahan dari penyelenggara, lontarkan kritik yang membangun, bernada baik bukan malah fitnah tidak karuan apalagi menghasut orang lain untuk melakukan hal yang sama.


Kolom Komentar di Tayangan FFML Season 2 yang Lebih Positif

Kehadiran netizen dan viewers positif pasti berpengaruh dengan usia keberlangsungan scene esports di Indonesia. Bila penonton antusias dan mendukung, bakal lebih banyak event seru untuk kita nikmati, demikian sebaliknya. Tanpa dukungan dari ML-ers, jangan kaget kalau MPL dan Mobile Legends bakal tutup panggung di musim-musim mendatang.

Semoga kita semua bisa jadi netizen yang lebih baik dalam menggunakan platform media sosial ya sobat Esports!