GoPay Campaign

Makin Sengit, Ini Motivasi Tiga Tim Non-MPL di Gelaran MDL Season 2!

Michael
24/09/2020 10:22 WIB
Makin Sengit, Ini Motivasi Tiga Tim Non-MPL di Gelaran MDL Season 2!
MDL Season 2

Sebagai game developer, Moonton turut terjun langsung dalam memelihara ekosistem esports di Indonesia. Eksklusif hanya ada di Indonesia, MLBB Development League (MDL) sudah menyentuh musim keduanya.

Pada gelaran satu ini, Moonton juga membuka jalur kualifikasi untuk menyaring tim-tim berpotensi untuk turut berpartisipasi. Lalu terpilihlah 3 tim, yaitu Siren Esports, XCN BKB, dan sang juara bertahan, Victim Esports. Ketiga tim tersebut tidak termasuk tim-tim franchise MPL yang mendapatkan tiket langsung untuk bertanding di MDL Season 2.

Menambah panasnya persaingan MDL Indonesia, ada 3 tim non-MPL yang memberikan motivasi tim, keseruan, sengitnya persaingan, tensi dan ambisi, hingga perjalanan sampai mampu berpartisipasi di ajang MDL Season 2.

Dimulai dari tim XCN BKB, diwakili oleh General Manager XCN, Erlangga memberikan beberapa respon mengenai keikutsertaan di ajang MDL Season 2. “MDL sekarang lebih seru dan menantang ya karena semua tim lebih well-prepared. Banyak sekali tantangan di MDL, baik dari segi apapun itu. Gelaran MDL Season 2 juga sangat kompetitif dan banyak pemain atau talenta baru bermunculan di sini,” ujar Erlangga. 

Erlangga juga memberikan pendapat sekaligus target tim XCN BKB selama bertanding di gelaran MDL Season 2. “Esports itu seperti ajang olahraga pada umumnya, anything can happen. Selama kita percaya dan yakin, maka pasti bisa juara. Semoga kompetisi MDL musim depan lebih berwarna lagi ke depannya, banyak tim yang berpartisipasi, dan tentunya bisa menggelar turnamen offline kembali,” tambah General Manager tersebut.

Manajer Siren Esports, Juniar Permata juga menceritakan motivasi dan profil tim hingga mampu bersaing di tangga klasemen gelaran MDL Season 2 bersama ke-10 tim lain. Siren Esports sendiri baru kali pertama bertanding di ajang MDL Season 2. “Pastinya gelaran ini lebih seru karena semua tim menurut kami memang kuat-kuat banget. Intinya, kami harus bekerja lebih keras lagi kalau mau bersaing dengan tim-tim franchise MPL,” ujar manajer tim Siren.

Sang manajer juga mengatakan bahwa meski dicap sebagai liga kasta kedua, MDL Season 2 tetap sulit bagi semua tim. “Pastinya sangat kompetitif, tidak mudah karena tim-tim lain yang ikut juga terbukti kuat. Kalau untuk strategi tentu kami optimis, karena kami sudah mempersiapkan berbagai cara untuk mengalahkan para lawan,” tambahnya.

Lalu sampai ke tim Victim Esports, juara MDL Season 1 diwakili oleh Rickel, Manajer Victim Esports memang memiliki beban lebih berat dengan statusnya sebagai juara bertahan.“Musim ini merupakan kali kedua kehadiran kami di MDL. Untuk gelaran MDL Season 2 sendiri memang lebih seru dan menatang karena banyak lawan dengan pemain baru dan strategi-strategi baru,” ujarnya.

Rickel juga memberikan gambaran ragam keseruan di ranah kompetitif yang berlangsung di MDL Season 2 serta sulitnya bertanding hingga ke fase Regular Season dengan status Victim Esports sebagai tim kualifikasi. “Tantangannya adalah banyaknya strategi-strategi baru dari update patch yang berubah terus, apalagi sekarang menggunakan sistem ban 5 hero, ditambah lagi pertandingannya sangat kompetitif ya, dengan adanya talenta baru dan hero serta peraturan-peraturan baru yang membawa permainan menjadi lebih seru dan menantang,” pungkasnya.

Berbeda dengan dua tim sebelumnya, Victim Esports juga memiliki motivasi tersendiri dalam mengarungi gelaran MDL Season 2. “Motivasi pasti datang dari para suporter dengan keinginan agar kami mampu menjuarai ajang pertandingan bergengsi kali ini, lalu nantinya kami ingin bersaing ke MPL musim mendatang,” ujar Rickel.

Victim Esports yang sukses menjuarai gelaran MDL Season 1 sendiri memiliki beberapa pemain yang kini membela tim MPL Indonesia, seperti Renbo di Bigetron Alpha dan Sanz di ONIC Esports.

Memang, kehadiran tim-tim dari MPL menjadi tekanan tersendiri, apalagi tim yang menaunginya memiliki tren positif di gelaran besutan Moonton, seperti RRQ dan ONIC yang di musim kedua MDL bangkit dan memimpin klasemen regular season. Mampukah tim non-MPL tampil mendominasi di musim kedua MDL?