GoPay Campaign

Rekap Tim MPL S6, Dari Paling Sesuai Ekspektasi Hingga Mengecewakan

Billy Rifki
07/10/2020 14:42 WIB
Rekap Tim MPL S6, Dari Paling Sesuai Ekspektasi Hingga Mengecewakan
Esports.ID , MPL Indonesia

Babak reguler MPL Season 6 sudah berakhir Minggu lalu (4/10), kini 6 tim peserta yang lolos playoff sedang memasuki masa libur. 2 minggu waktu yang disediakan untuk tim beristirahat, berlatih mempersiapkan strategi baru. Selagi menunggu, lebih baik kita rekap dulu perjalanan 8 peserta MPL Season 6 kali ini.

Ada tim yang melesat tak terduga, ada yang bermodal optimis meski akhirnya juru kunci juga, serta raksasa yang telat panas dan akhirnya terbangun akibat celoteh berisik netizen. Seperti apa rekap MPL Season 6 di babak reguler?

- PALING MENGECEWAKAN

Geek Fam dan Aura Fire lagi-lagi terbenam di papan bawah. Dibanding musim lalu, keduanya cuma tukaran posisi untuk peringkat 8 dan peringkat 7. Padahal, kedua tim sempat tampil meyakinkan di turnamen pra-MPL Season 6.

Apalagi Geek Fam dan Aura juga aktif di bursa transfer dan cenderung "gercep" rotasi pemain dari MDL ke MPL sejak awal musim. Sayangnya, kata tiga poin masih jauh dari tangan mereka, meski harus diakui performa keduanya mulai menyulitkan setidaknya untuk satu game saja di tiap match.

Yang buat kecewa adalah performa imresif di pra-musim tidak bisa tersalurkan pada hari-H kompetisi. Padahal, secara potensi punggawa Geek Fam dan Aura Fire tidak berbeda jauh.

Masuk dalam kategori mengecewakan adalah EVOS Legends dan ONIC Esports. Dua tim berstatus mantan juara MPL ini tak mampu menjawab ekspektasi fans garis keras yang ingin mereka tampil dominan. ONIC mungkin mampu melakukan itu semua di paruh pertama regular season, namun setelahnya, mereka terus merosot dan menelan tiga kekalahan beruntun melawan RRQ Hoshi, Genflix Aerowolf dan Alter Ego.

Bahkan, terlihat jelas perbedaan permainan ONIC dari week-1 ke week-4 dan week-5 sampai pekan ke-8, seakan serangan mental akibat derita kekalahan dan suara netizen mempengaruhi cara bermain mereka. ONIC merosot dari peringkat satu dan mengakhiri musim reguler di peringkat 3.

Untuk EVOS Legends, sejak awal memang disibukan dengan proses adaptasi. Mulai dari gonjang-ganjing Zeys mau jadi pemain atau pelatih, tukar peran Wann dan Rekt sebagai core sampai beberapa gangguan teknis yang kerap terjadi ketika EVOS Legends dapat jatah tampil.

Padahal, secara line up, EVOS tak banyak mengalami perubahan. Duo pilar penting Wann dan Rekt masih tersedia, Bajan dan Rexxy yang sudah berpengalaman main di MPL juga kian dipercaya untuk musim ini. Hasil musim lalu pun EVOS masih sanggup jadi runner up, menguntit ketat RRQ Hoshi di perebutan gelar juara.

Sayangnya, EVOS tak banyak mengalami perkembangan karena proses adaptasi mendasar saja belum ketemu. Sedangkan, tim lain lebih disibukkan dengan progress positif dan kebingungan mencari strategi-strategi kejutan. Alhasil, EVOS harus bernafas lega masih bisa lolos playoff walau posisi akhir babak reguler mereka ada di peringkat 6.

- PALING MENJANJIKAN

Beralih ke tim dengan penampilan paling positif, beberapa diantaranya ada Genflix Aerowolf, Alter Ego dan RRQ Hoshi. Mengapa? Pertama, Genflix Aerowolf mungkin bukan tim yang paling sering menang, namun mereka konsisten dengan label giant killer yang artinya pembunuh tim-tim raksaksa.

Di MPL Season 6, mereka sudah menumbangkan Bigetron Alpha, RRQ Hoshi, ONIC Esports dan EVOS Legends. Playoff adalah wilayah yang mereka sukai karena praktis rival mereka cuma tim-tim besar. Apalagi, salah satu pemain pasukan Serigala, Watt mengungkapkan kalau Genflix Aerowolf lebih senang diremehkan, hal ini bisa membuat musuh jadi lengah.

Penampilan Watt dan kawan-kawan pun patut diwaspadai. Komunikasi antar lini yang padu, semangat anak muda membara serta kemampuan individu tiap pemain yang tidak bisa dianggap sebelah mata bisa jadi batu sandungan untuk tim unggulan.

Berbicara tim unggulan, Alter Ego awalnya tak dielu-elukan seperti sekarang. Debut laga perdana saja soalnya tumbang oleh Bigetron Alpha 2-1. Namun, setelah itu tim ini tancap gas. Rekrutan baru Udil memberikan warnya berbeda untuk permainan Alter Ego.

Duet Ahmad-PAI di posisi sidelane juga berdampak positif dalam upaya AE mendominasi tiap pertandingan. Secara statistik, AE adalah tim dengan torehan total asisst dan total kill tertinggi sepanjang regular season. Dalam performa terbaiknya, AE bisa dibilang lawan paling sepadan untuk RRQ Hoshi dalam upaya mempertahankan gelar juaranya.

Beralih ke RRQ, tim ini tidak bisa disamakan dalam urusan performa paruh pertama dan paruh kedua regular season. Apalagi kalau bukan karena absennya XIN membuat Sang Raja harus beradaptasi dengan Alberttt. 5 kali kekalahan beruntun adalah harga yang harus mereka bayar untuk adaptasi tersebut.

Namun hasilnya tidak mengkhianati. Alberttt kini sudah bisa dilepas sendiri, menunjukan potensinya sebagai debutan MPL paling berbahaya musim ini. Apalagi, XIN kembali diturunkan dan menciptakan duet Tsubasa-Misaki antara Alberttt dan XIN.

RRQ punya lebih banyak senjata dan jadi tim yang paling sesuai memainkan meta sekarang. Dua core utama mereka bisa saling menutupi dan melengkapi, ditambah konsistensi dari VYN, R7 dan reputasi Lemon sebagai user mage menakutkan. Tim ini menepis anggapan tak layak jadi juara bertahan dan kembali jadi unggulan di playoff mendatang.

- PENANTANG TERLUPAKAN

Terakhir, Bigetron Alpha jadi salah satu tim yang lolos ke playoff. Skuad mereka makin gemuk dengan kehadiran Renbo, Matt, Maxx, Rippo dan Taka menyusul punggawa lama seperti Branz, DreamS, Bravo dan Kyy. Hal ini bisa jadi positif karena persaingan internal membuat pemain harus tampil maksimal terus agar bisa diturunkan, namun pelatih bisa juga kebingungan karena banyaknya pemain bagus yang harus dipilih.

Mendatangkan sekian banyak pemain rasanya menyulitkan untuk BTR, apalagi di pertengahan musim. Andai mereka sudah siap sejak start awal, bisa jadi sang Robot lebih mendominasi. Ada masalah komunikasi, perbedaan playstyle dan senioritas yang harus dipecahkan skuad BTR untuk menemukan the winning team. 

Pelatih harus berani memainkan bakat baru seperti Matt dan Maxx meski akhirnya ada pemain lama yang tersingkir. Toh, di tiga pertandingan terakhir Bigetron di regular season, semua berakhir dengan kekalahan. Setidaknya, kehadiran pemain baru lebih berpotensi menciptakan permainan baru yang bisa membuat musuh sulit memprediksi.

BTR tak bisa bongkar pasang pemain tiap lakoni laga berbeda. Masa libur BTR sebaiknya digunakan untuk menentukan komposisi terbaik. Jangan sampai BTR Alpha gagal lagi menjadi juara seperti musim lalu yang dianggap sebagai peluang terbaik mereka.

Itu dia rekap MPL Season 6 di babak reguler. Berdasarkan performa mereka, mana tim paling layak untuk masuk grand final nanti?