PT. Adidaya - Taiwan Excellence

Enam Pemain Paling Berbahaya di Playoff MPL S6!

Billy Rifki
07/10/2020 19:35 WIB
Enam Pemain Paling Berbahaya di Playoff MPL S6!
Esports.ID, Instagram MPL Indonesia

Babak playoff MPL Season 6 akan dimulai laga pada 16-18 Oktober mendatang. Para tim sedang menjalani masa istirahat dan persiapan sebelum momen krusial penentuan tim Mobile Legends terbaik di Indonesia bergulir kembali.

Selagi menanti, kita sudah menyaksikan aksi-aksi ciamik dari para tim maupun kepiawaian individu dari para bintang MPL. Kira-kira, pemain mana yang bakal bersinar? Siapa saja bintang Mobile Legends yang patut dilabeli sebagai pemain paling berbahaya di playoff nanti?

- Watt (Genflix Aerwolf)

Sosok paling berpengalaman di Genflix Aerowolf tak bisa dipungkiri adalah nyawa dan komand tim berlogo Serigala ini. Keputusan Watt yang selalu matang dan terukur membuat penampilan rekannya tenang dan tak perlu khawatir lane yang ia jaga akan gagal.

Watt sudah main sejak MPL Season 1, namun mekanik dan cara berpikirnya masih eksplosif layaknya pemain debutan. Kehadirannya juga membuat kaya strategi dari Genflix Aerowolf yang mau main dengan satu core atau dua core karena Watt begitu fleksibel.

Mungkin, Marz tercatat sebagai core, midlaner dan hyper carry dari Genflix Aerowolf, namun, bila musuh ingin merebut angka dari tim ini, Watt adalah sosok yang perlu mereka awasi.

- Wann (EVOS Legends)

Tak ada Oura, Donkey dan Luminaire, praktis hanya Wann dan Rekt pilar tersisa dari skuad M1 EVOS Legends. Beban Wann sebagai hyper carry kian berat karena ia harus memimpin tim lewat kemampuan mikro dan makro dalam game.

Rekt memang masih ada, namun dari beberapa strategi yang EVOS Legends terapkan, peran Rekt lebih efektif kalau jadi penyokong Wann. Adapun punggawa lainnya seperti Rexxy, Bajan dan Pendragon masih belum sanggup diberikan porsi tanggung jawab lebih besar untuk memenangkan tim.

Dalam performa terbaiknya, Wann tak punya masalah untuk mempermalukan lawan seorang diri, EVOS harus berusaha melindungi Wann sebisa mungkin agar laju farm dan levelnya tak terganggu. Namun, yang lebih penting adalah EVOS menemukan cara agar distribusi permainan lebih merata dan tak cuma terpaku pada kemampuan Wann.

- Alberttt (RRQ Hoshi)

Baby Alien, begitu julukan Alberttt musim ini. Debutan paling berbahaya yang sebelumnya diremehkan banyak pihak. Tak mudah bagi Alberttt untuk menggantikan peran XIN. Padahal, XIN pun pernah jadi kambing hitam atas performanya yang terlalu barbar dan dianggap jadi penyebab kekalahan RRQ pada laga penting.

Namun, kedua pemain membuktikan kalau mereka layak masuk RRQ dan menyumbang prestasi untuk Sang Raja. Alberttt memang belum memenangkan apa-apa, tapi dari riwayat pertandingan yang lalu, fans RRQ boleh bernafas lega karena Alberttt mulai berani ambil komando sendiri.

Kadang, pemain debutan, pemain baru apalagi yang muda masih terganjal bermain lepas. Potensinya terhambat karena faktor canggung terhadap rekan setim yang lebih berpengalaman ataupun ekspektasi MPL yang tinggi terutama dari fans. Untungnya, Alberttt melalui itu semua dengan baik.

Untuk catatan saja, Alberttt saat ini adalah pemain dengan torehan kill per game terbaik kedua (6,5), kill participation terbaik ketiga (75%) dengan jumlah total kill terbanyak ketiga (156). Statistik ini tidak mungkin tercapai kalau Alberttt masih sekedar bocah pemalu.

- Ahmad (Alter Ego)

Celiboy, Udil, PAI dan LeoMurphy sedang gawat-gawatnya. Performa mereka impresif sejak awal musim reguler hingga minggu penutupan kemarin. Namun, satu nama yang paling buat orang terkejut adalah kemampuan Ahmad alias Maungzy sebagai offlaner.

Maungzy dulunya lebih dipercaya sebagai assassin, marksman atau midlaner, ia punya mekanik yang baik secara individu dan tentunya terbiasa melakukan permainan flashy dan clutch. Kalau sekedar menjaga lane saja, tentu banyak yang bisa melakukan lebih dari Ahmad, namun ciri eksplosif tersebut yang membuat Alter Ego jadi tim yang lebih baik di musim ini.

Dari statistik, Ahmad mengekor ketat Celiboy dalam perolehan kill. Artinya, tak seperti offlaner lain yang cuma sekedar bantu rotasi, Ahmad punya rasio catatan kill yang tinggi. Ia adalah pemain dengan torehan kill kelima terbanyak, atau paling tinggi di antara pemain lain dengan role sidelaner. Pesaing yang punya total kill lebih tinggi dari Ahmad adalah hyper carry atau core utama seperti Branz, Sanz, Alberttt dan Celiboy.

- Maxx (Bigetron Alpha)

Direkrut untuk jadi pesaing Branz di posisi hyper carry, Maxx dapat beberapa kali kesempatan tampil di regular season. Namun, di minggu-minggu terakhir, Branz dipercaya kembali jadi starting line up. Masih banyak potensi yang belum terlihat dari Maxx, penonton MPL secara general pasti penasaran dengan kemampuan terbaik yang bisa ditawarkan salah satu top global S17.

Sebenarnya, ia dan Branz bisa saja diduetkan kalau BTR mau coba taktik dual core seperti RRQ Hoshi. Branz untuk marksman sementara Maxx jadi pengisi midlaner. Mungkin saja, taktik ini memang di simpan untuk playoff nanti, makin banyak alasan untuk menantikan aksi Bigetron Alpha selanjutnya.

Yang jelas, kalau BTR percaya dengan tuah kembar bawa untung, duet Maxx dan Matt harus dipatenkan demi nuansa baru permainan BTR yang sepertinya mulai terbaca di penghujung regular season.

- CW (ONIC Esports)

Belakangan, membahas ONIC Esports di MPL Season 6 tak lepas dari sosok Sanz. Midlaner debutan yang performanya mencengangkan, tapi cuma sampai pertengahan musim. Perlahan, ONIC merosot seiring performa Sanz ikut terseret oleh lawan yang menemukan celah memperdaya tim Landak.

Rotasi pun dilakukan skuad ONIC dengan mengorbitkan kembali CW, midlaner sebelumnya yang tersingkir oleh Sanz. Sempat jadi offlane dan gagal total, CW kini bermain jadi mage support, menggeser Drian ke role tanker.

Performa CW terbilang baik, kelebihan makro gameplaynya jadi senjata baru ONIC selain mengandalkan mekanik Sanz semata. CW menyumbang poin di tiga pertandingan terakhir ONIC, diantaranya mengalahkan EVOS Legends dan Bigetron Alpha.

Kalau ada pemain ONIC yang perlu diwaspadai, Sanz rasanya bukan sosok yang tepat karena CW sudah siap memikul sebagian beban tim demi asa jadi juara MPL Season 6.

Itu dia 6 pemain yang diprediksi bakal bersinar di playoff MPL Season 6. Siapa favorit kalian di antara enam pemain tersebut?