Esports.ID

Project ‘Linda’, Laptop Prototip yang Maksimalkan Performa Razer Phone

Rendy Lim
11/01/2018 15:48 WIB
Project ‘Linda’, Laptop Prototip yang Maksimalkan Performa Razer Phone
CES 2018 : Razer's 'Project Linda'

Pada Consumer Electronics Show (CES) 2018 yang diadakan di Las Vegas, 9 - 12 Januari, Razer mengumumkan konsep project terbaru mereka. Meski baru saja meluncurkan Razer Phone sebagai gaming smartphone pertamanya, Razer sudah mencanangkan perangkat tekno anyar mereka yang sampai saat ini masih mengusung titel 'Project Linda', yang juga merupakan ekstensi support bagi Razer Phone.

Berdasarkan informasi dari Razer, Project Linda merupakan ultraportable laptop yang performanya diperkuat oleh Razer Phone. Berada di trackpad, fungsi dari Razer Phone dalam Project Linda adalah sebagai 'otak' yang menjalankan semuanya. Razer Phone memiliki speaker sendiri dan performa yang cukup untuk maksimal dengan Project Linda dalam mendukung gaming dan produktifitas kegiatan sehari-hari.

Project Linda memiliki layar 13,3 Quad HD touchscreen untuk memaksimalkan pengalaman 120Hz  dari Razer Phone. Selain menjadi source performance untuk Project Linda, Razer Phone juga berperan menjadi secondary touch display serta dapat disesuaikan dengan aplikasi yang sedang digunakan. Selain itu, Project Linda juga dilengkapi dengan built-in keyboard bagi para gamer yang ingin mengetik sesuatu dengan lebih nyaman.

Bagaimana dengan gaming? Project Linda menawarkan cara baru menikmati game, yakni memanfaatkan mouse untuk dapat bergerak lebih baik. Razer Phone dapat berfungsi sebagai second screen untuk bisa mendapatkan informasi lebih banyak dan mengakses menu. Selain itu, Project Linda dilengkapi dengan fitur power bank yang dapat mengisi daya Razer Phone, serta dengan ekstra 200GB storage, kamu bisa menyimpan dokumen, game, dan lainnya.

Tapi sekali lagi, Project Linda masih merupakan project yang prototype-nya diperlihatkan oleh Razer di CES. Tahun lalu, mereka juga memperlihatkan Project Valerie, laptop gaming dengan fitur triple screen. Kemudian, beberapa tahun lalu, Project Christine yang merupakan desktop pc futuristik. Sayangnya, kedua project tersebut tidak pernah turun ke market penjualan hingga saat ini. Namun, Project Fiona yang diperlihatkan pada tahun 2012, pernah menjadi kenyataan dan pada akhirnya dijual dengan nama produk Razer Edge.

Beberapa perusahaan teknologi sebelumnya sudah terlebih dahulu memperlihatkan konsep ini, sebut saja Motorola dan Lenovo. Sayangnya, dapat dibilang kedua perusahaan tersebut gagal mempersembahkan konsep tersebut kepada publik. Baru-baru ini, Samsung juga mengeluarkan produk serupa, SamsungDex yang hubungkan Samsung S8 ke full size monitor, keyboard, serta mouse, namun produk tersebut tidak populer di publik.

Meskipun demikian, jika Project Linda benar-benar direalisasikan oleh Razer, maka akan sangat memanjakan para pembeli Razer Phone. Sobat eSports.id, siapa saja yang sudah memesan Razer Phone? Bagaimana tanggapan kamu tentang Project Linda ini?