Esports.ID

Alisports dan IOC Ingin Sisihkan Game Berunsur Kekerasan

Rendy Lim
04/09/2018 12:02 WIB
Alisports dan IOC Ingin Sisihkan Game Berunsur Kekerasan
Asian Games eSports

Mengikuti berakhirnya ekshibisi eSports di Asian Games 2018, pada 1 September kemarin, CEO Alisports, Zhang Dazhong, mengatakan bahwa event-event eSports selanjutnya akan lebih banyak fokus ke genre sports simulation dibandingkan game-game yang terlalu banyak mengandung unsur kekerasan sehingga tidak sesuai nilai-nilai murni olahraga di Olimpiade. 

Alisports, yang merupakan anak perusahaan Alibaba, bergerak secara khusus di segmen olahraga sekaligus penyelenggara turnamen tahunan eSports berskala internasional, World Electronic Sports Games (WESG). Saat ini, Alisports sedang membidik program eSports yang masih jalani tahap ekshibisi, namun memiliki harapan sebagai olahraga resmi dalam Olimpiade. 

Mengacu pada enam game eSports yang dipertandingkan dalam Asian Games 2018 kemarin, yakni League of Legends, Hearthstone, StarCraft II, Pro Evolution Soccer, Clash Royale, dan Arena of Valor, maka Dazhong mengatakan bahwa mereka akan bekerja keras untuk memenuhi standar yang ditentukan oleh International Olympic Committee (IOC) untuk olahraga resmi di Olimpiade. 

Dazhong juga menandaskan betapa pentingnya ada pembatas atau pembeda dari apa yang termasuk ke dalam cabang eSports dan konten untuk video game. Karena dengan begitu akan memisahkan game kekerasan dalam eSports. 

Pada interview yang dilakukan di Jakarta pekan lalu, Presiden IOC, Thomas Bach, kembali menegaskan pernyataannya tentang game yang berbau kekerasan, bahwa mereka tidak bisa memiliki program Olimpiade yang menayangkan kekerasan dan diskriminasi. Game yang menayangkan pembunuhan tersebut, berdasarkan sudut pandang mereka bertentangan dengan nilai-nilai Olimpiade, jadi tidak bisa diterima. 

Namun ketika dibandingkan dengan olahraga di Olimpiade seperti misalnya anggar yang juga menampilkan kekerasan namun tetap memperebutkan medali, Bach menyatakan bahwa ada perbedaan yang sangat jelas tentang dua hal tersebut. Menurutnya, semua olahraga tempur memiliki asal dari pertarungan, maka dari itu bentuk olahraganya adalah ekspresi akan hal tersebut.

Sayangnya, game-game yang menampilkan pembunuhan tidak bisa dikaitkan dan jelas bertentangan dengan nilai Olimpiade itu sendiri. 

Menurut sobat eSports, selain keenam game eSports yang sudah ditampilkan dalam ekshibisi Asian Games kemarin, game apa lagi yang cocok untuk dipertandingkan pada kejuaraan Olimpiade nih