Esports.ID

Antisipasi Kekalahan di Esports Menurut Pakar Psikolog UI

Billy
20/12/2018 10:03 WIB
Antisipasi Kekalahan di Esports Menurut Pakar Psikolog UI
IHSL, Esports.ID

Berkompetisi di ranah olahraga apapun, termasuk esports, selalu bermuara pada dua hal; menang dan kalah! Bila banyak yang memperbincangkan bagaimana cara menang, kali ini Esports.ID akan menjelaskan kepada kamu mengenai caranya menerima kekalahan secara baik. Karena terus terang saja, jumlah yang mengalami kekalahan lebih banyak dibanding pemenang.

Lantas apa tujuannya sih menjadi orang yang bisa menerima kekalahan? Orang yang bisa menerima kekalahan akan melihat kegagalan sebagai sebuah pelajaran. Bila tak mampu mengantisipasinya, maka kekalahan itu bisa saja memupus kepercayaan diri dan harapanmu. Pakar psikologi dari Universitas Indonesia, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., menjelaskannya dalam pembukaan IHSL 2018, pada 13 Desember lalu, kepada ribuan kalangan pelajar.

Pertama, menurut dosen yang akrab dipanggil Nina ini, kekalahan cenderung lebih sulit diterima oleh kelompok usia muda seperti pelajar atau remaja secara umum. Bahkan untuk beberapa kasus sampai menimbulkan efek depresi, menyakiti diri sendiri atau emosi berlebihan dengan mengamuk dan merusak barang-barang.

Langkah pertama untuk dilakukan sebaiknya menenangkan diri dengan cara bernafas secara perlahan. Lakukan beberapa kali dengan menghirup oksigen sedalam mungkin lalu hembuskan pelan-pelan sampai merasa kadar emosi lebih baik dari sebelumnya.  Selanjutnya, berbagilah keluhan atau uneg-uneg yang terjadi saat pertandingan dengan cara yang baik, atau hindari melakukan denial atau penyangkalan kondisi perasaan saat itu. Akui saja rasa marah, sedih, dan kecewa ketimbang menumpuk kesedihan serta kekecewaan.

Langkah selanjutnya adalah mengingat-ingat hal apa yang membuat kamu kalah. Hal ini lazim dilakukan sebagai evaluasi setelah bertanding namun lebih baik dilakukan saat emosi sedang stabil. Dari situ, gelombang pikir secara alamiah akan menjadi lebih fokus untuk menciptakan ide dan cara terbaik untuk mengantisipasi kesalahan di pertandingan selanjutnya.

Cara menerima kekalahan bukan cuma bisa dilakukan secara mandiri namun bisa turut direduksi  oleh bantuan orang lain. Caranya adalah dengan gestur dan kontak fisik minim seperti tepukan di bahu bahkan sebuah pelukan penyemangat. Hal ini wajar terlihat pada pertandingan olahraga seperti basket atau sepakbola ketika seorang pemain gagal menyarangkan bola, maka rekannya akan memberi penyemangat seperti tepukan di bahu.

Menyediakan minum dan cemilan bisa jadi alternatif lainnya untuk meredakan rasa amarah dari teman yang mengalami kekalahan. Sambil membiarkan dia minum, kamu bisa menjadi "kuping" untuk mendengarkan keluhan penyebab kekalahan temanmu tentunya bila dia bersedia bercerita, karena biasanya orang yang sedang kesal enggan untuk berucap meski sebenarnya ingin.

Tak kalah penting, dukungan dari keluarga, kerabat, teman, dan orang terdekat akan sangat membantu kita agar tetap positif menyikapi kekalahan. Nah guys, sekarang kamu sudah tahu "caranya" kalah yang benar, ayok main lagi jangan takut kalah! ^_^