Demi Kaum Milenial, Jepang Ingin Jadi Kiblat Kota Esports

Billy
28/05/2019 09:52 WIB
Demi Kaum Milenial, Jepang Ingin Jadi Kiblat Kota Esports
mainichi.jp

Jepang berencana membangun kota baru yang berfungsi sebagai pusat kegiatan esports. Pemerintah setempat berharap negara yang dijuluki negeri sakura tersebut bisa menjadi kiblat baru dari aktivitas esports yang siap menggeser Korea, Cina, Amerika Utara, dan Eropa.

Tujuannya, pemerintah Jepang berharap lebih banyak orang terutama kaum milenial tertarik untuk datang dan mengembangkan industri esports lokal.

Meski Jepang terkenal sebagai salah satu negara kreator video gim terbesar namun untuk urusan esports atau gim kompetitif, mereka agak tertinggal. Ketertarikan wisatawan domestik maupun internasional menyaksikan event esports belum begitu tinggi di sana dikarenakan event esports berkelas dunia urung terselenggara.

Ide ini dikembangkan serius ketika pejabat kota Kanazawa bertandang ke Busan, Korea Selatan pada Mei lalu guna membahas antusiasme anak-anak muda menghadiri acara esports.

Seperti banyak kota-kota penyangga di Jepang, banyak anak muda yang bermigrasi ke wilayah metropolis seperti Tokyo sehingga mereka kekurangan sumber daya kreatif. Pemprov Kanazawa sudah mengalokasi dana sekitar 4,5 juta Yen (590 juta Rupiah) sejak bulan April untuk menyukseskan wacana ini.

Salah satu langkah konkrit untuk mempertahankan populasi anak muda di wilayah tersebut dimulai dengan menghadirkan panelis ahli guna memetakan rencana spesifik yang berhubungan dengan industri esports.

Sejak Februari, para panelis telah menjalin kerjasama dengan universitas bahkan penduduk setempat guna mengenalkan kota Kanazawa sebagai kiblat budaya esports di Jepang. Kanazawa menargetkan terwujudnya event-event esports di tahun ini dengan menyelenggarakan turnamen gim puzzle "Puyo Puyo" dan sepakbola digital legendaris " Winning Eleven".

Mereka juga membuka kesempatan bagi para siswa serta mahasiswa untuk magang di perusahaan yang bergerak di industri hiburan seperti video gim. Bahkan, prefektur Ishikawa yang turut menyelenggarakan event esports melihat jalur olahraga digital sebagai sarana komunikasi dan berinteraksi yang menyenangkan bagi kaum disabilitas.

Bakal semaju apa yah industri esports Jepang nantinya?