Esports.ID

Trump (Masih) Tuding Gim Penyebab Aksi Penembakan Massal!

Rendy Lim
06/08/2019 10:56 WIB
Trump (Masih) Tuding Gim Penyebab Aksi Penembakan Massal!
US President Donald Trump

Kasus penembakan massal yang terjadi di Texas dan Ohio, akhir pekan lalu, memunculkan berbagai pendapat dari para politisi. Sekitar 31 orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyebutkan bahwa kekerasan dalam gim adalah penyebab dari kejadian ini.

Tidak hanya itu, Wakil Gubernur Texas, Dan Patrick, juga ikut menyalahkan industri gim yang disebutkan lebih besar dari bisnis film dan musik digabungkan, serta menuduh gim telah mengajarkan orang membunuh. 

Menurut Dan Patrick, penembak di Texas meninggalkan semacam manifesto yang disinyalir adalah referensi dari Call of Duty. Dirinya kemudian menyebutkan bahwa aksi penembakan itu dipengaruhi oleh kekerasan dalam gim dan media sosial. 

Mantan agen FBIMaureen O’Connell juga menyerukan pendapat yang sama dengan mengatakan bahwa para penembak mungkin menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain gim seperti Fortnite yang picu tindakan non-manusiawi yakni 'meledakkan' kepala orang.

Sayangnya, tudingan dari para politisi ini tidak didukung dengan bukti riset yang kuat. Berbagai penelitian sudah dilakukan dan menunjukkan hasil bahwa konsumsi kekerasan di media sosial tidak berpengaruh pada peningkatan kejahatan di kehidupan sosial masyarakat.

Meskipun topik ini sudah sering terangkat ke publik dan para pembuat kebijakan, serta pengawas hukum, kurangnya pembuktian kalau tidak ada korelasi antar dua hal ini membuat video gim masih kerap dituduh sebagai penyebab dari berbagai tindak kekerasan.

Tidak hanya di Amerika Serikat, ketakutan akan pengaruh buruk gim yang berdampak pada tindak kekerasan juga sudah ditemukan di Indonesia. Jika Fortnite sering dituduh sebagai penyebabnya, maka PUBG Mobile  juga alami hal serupa di sini. Pemerintah provinsi di Aceh saat ini sudah memberikan label haram untuk gim PUBG di kota serambi mekah tersebut meski belum ada hukuman bagi mereka yang tertangkap melanggar.

Sepertinya tuduhan atas kasus kekerasan ataupun terorisme kepada gim masih akan sering kita temui. Jadi tugas kita sebagai individu yang berada di komunitas ini untuk turut andil menghadirkan kesan positif tentang gim kepada masyarakat. Bagaimana pendapatmu, Sobat Esports?