IES Ligagame

Dota Underlords Kehilangan 90% Pemain, Susul Nasib Artifact?

Billy Rifki
07/01/2020 09:17 WIB
Dota Underlords Kehilangan 90% Pemain, Susul Nasib Artifact?
Apakah Dota Underlords akan bernasib sama dengan Artifact?

Gim auto battle andalan Valve, Dota Underlords mulai ditinggalkan pemainnya. Pasca rilis 20 Juni 2019 lalu, Dota Underlords dianggap sebagai pengobat luka fans yang kecewa dengan rumitnya Artifact. Namun belakangan, pemain Dota Underlords pun turut raib.

Berdasarkan SteamChart, dari total jumlah tertinggi 202.254, kini pemain Dota Underlords hanya berkisar di angka 11 ribuan saja. Bahkan, per tanggal 7 Januari 2020, tercatat hanya ada 7.000 pemain harian yang aktif. 

Sejak kemunculan Dota Auto Chess, kemudian bertransisi pada versi mobile, genre auto battle menarik banyak perhatian gamer. Permainan yang sederhana namun tetap seru jadi daya tarik utama untuk berputar strategi dan menyusun papan pertandingan dengan komposisi terbaik.

Terdapat beberapa hal yang dirasa menjadi penyebab kegagalan Underlords. Pertama, masa beta yang terlalu lama, menyebabkan pemain keburu tidak sabar menunggu Big Update yang digaung-gaungkan. Namun, ketika update tersebut diluncurkan, beberapa pemain sudah beralih menjajal gim baru.

Kedua, kemunculan kompetitor berat. Layaknya Dota 2 dan League of Legends, Riot juga merilis Teamfight Tactics, gim auto battle besutannya. Pada September lalu, Riot sesumbar bahwa jumlah pemain TFT mencapai 33 juta orang. Tentu hal ini menimbulkan asumsi bahwa TFT adalah gim auto battle yang lebih laku ketimbang Dota Underlords.

Ketiga, sokongan turnamen yang minim. Ketika Dota Underlords lahir, banyak fans yang berharap Valve akan membuat jalur profesional layaknya pemain di Dota 2. Namun kenyataannya belum ada turnamen resmi dari developer melainkan hanya buatan komunitas saja. Tentu hal ini membuat pemain merasa sia-sia menjadi yang terbaik di Dota Underlords karena mereka tak mendapatkan tempat untuk mengubah keahlian mereka jadi penghasilan.

Keempat, update baru yang terlalu cepat mengubah meta sehingga membuat pemain malas beradaptasi. Bila faktor pertama membuat pemain bosan karena fase beta yang terlalu lama, penyebab lainnya terjadi akibat Valve terlalu cepat mengotak-atik permainan. Hal ini menyebabkan pemain enggan untuk mencoba karena meta tak sekedar berganti namun berubah seutuhnya.

Lantas, apakah Dota Underlords akan menyusul nasib dari Artifact menjadi dead game? Apa penyebab redupnnya Dota Underlords menurut Sobat Esports?