IES Ligagame

Sepak Terjang Tencent, Dominator Industri Games dari Negeri Tirai Bambu

Rendy Lim
08/07/2020 10:04 WIB
Sepak Terjang Tencent, Dominator Industri Games dari Negeri Tirai Bambu
Sektor mana saja sih di Industri Gaming yang sudah 'dijajah' oleh Tencent Games?

Bicara tentang perusahaan konglomerat di industri gaming, nama Tencent tentu tidak asing di telinga kita. Induk perusahaannya, Tencent Holdings Ltd. sendiri sudah berdiri sejak 1998 dan memiliki fokus industri yang bergerak di sektor teknologi dan hiburan. 

Ma Huateng, CEO dari perusahaan yang telah eksis selama 21 tahun ini memiliki banyak anak bisnis yang dominasinya diakui oleh dunia. Salah satu diantaranya adalah divisi video games yakni Tencent Games dibawah naungan Tencent Interactive Entertainment. Berdiri sejak 2003, Tencent Games kini punya segudang peran besar dalam kemajuan industri gaming dunia. 

 

Beranjak dari Studio Game Pribadi

Dari sejak pertama terbentuk hingga sekarang, Tencent Games punya empat studio pengembang game internal yakni TiMi Studio Group yang bermarkas di Shenzen, Lightspeed & Quantum Studio Group, Aurora Studio Group, serta Morefun Studio Group. Awalnya, studio-studio tersebut berfokus untuk mengembangkan game secara eksklusif untuk pasar China. 

Pada tahun 2004, untuk pertama kalinya Tencent merilis game dengan judul QQ Tang, kemudian disusul dengan berbagai variasi game QQ yang memiliki ragam genre dan keunikannya masing-masing. 

Nama Tencent mungkin baru dilirik oleh masyarakat global saat mereka merilis MOBA Mobile pertamanya Honor of Kings pada 2015. Setelah menjadi game paling populer di China, Tencent kemudian merilis versi global HOK yang kita kenal sebagai Arena of Valor. Pada tahun 2017 pula, game tersebut mencetak rekor sebagai game paling populer dengan pendapatan serta jumlah download terbesar di dunia. 

Sepak terjangnya tak hanya di sana, pada tahun 2011 Tencent sudah mulai mengembangkan akses game-game bertitle besar ke China seperti Call of Duty Series, hingga League of Legends yang kini dimiliki sepenuhnya oleh mereka. 

TiMi Studios pada 2019 silam juga mendapat proyek untuk mengembangkan Call of Duty versi mobile yang akhirnya dirilis pada 1 Oktober 2019. Tidak perlu waktu lama, hanya dalam hitungan hari COD Mobile berhasil menembus puluhan juta download dan revenue 2 juta USD. 

Seperti yang kamu ketahui, Tencent juga turut mengembangkan PUBG Mobile baik versi global dan China. Game tersebut baru-baru ini sukses memuncaki revenue tertinggi untuk mobile games dengan angka 232 juta pada penjualan bulan Maret 2020. Game Tencent yang lain yakni Honor of Kings menempati posisi kedua dengan 112 juta USD revenue. 

Ambisi Tencent ternyata masih membara di tahun 2020, menggandeng game franchise paling populer Pokemon, mereka akan bekerjasama untuk membuat Pokemon Unite. Game MOBA pertama dari Pokemon ini direncanakan akan rilis untuk platform Nintendo Switch dan smartphone, serta mendukung fitur cross play.

 

Bikin Video Game Platform Saingan Steam!

Bisnis Tencent merambah dengan inovasinya menghadirkan TGP (Tencent Gaming Platform) Box pada tahun 2016. TGP berisi game-game yang dikembangkan atau berkolaborasi dengan Tencent seperti League of Legends, FIFA Online 3, NBA 2K, Monster Hunter, NFS hingga PUBG. 

Memasuki tahun 2017, TGP berkembang menjadi WeGame, sebuah ekosistem gaming yang memiliki cakupan tidak hanya platform game, namun juga berbagai cakupan seperti pembelian, download, live streaming, hingga layanan komunitas. Skalanya yang tak lagi terbatas hanya di China bahkan mengalahkan jumlah active user Steam (125 juta) di angka 200 juta serta mencatat 4,5 milyar download. 

WeGame didedikasikan bagi developer dan pemain ini menawarkan bantuan bagi para pengembang yang ingin menerjemahkan gamenya ke bahasa China. Platform ini sudah bisa digunakan baik gamer di China dan seluruh dunia sejak tahun 2017. Tencent juga memberikan dukungan bagi perusahaan kecil dan indie yang ingin mempublikasikan game di platform mereka. 

Berkembangnya jumlah game dan pengguna di WeGame setiap tahunnya membuat platform ini layak untuk disandingkan sebagai saingan Steam nih. Kamu setuju ga Sobat Esports?
 

Investasi Demi Misi Kuasai Dunia?

Sebagai perusahaan konglomerat, belum puas rasanya jika Tencent tidak menanamkan modal pada publisher dan developer internasional. Tencent aktif melakukan investasi ke perusahaan gaming luar China, mulai dari membeli saham kecil hingga kontrol penuh. Investasi-investasi inilah yang membuat Tencent dijuluki salah satu perusahaan gaming tebesar di dunia. 

Hingga bulan Mei 2020, Tencent sudah memiliki saham dan kepemilikan disekitar 18 perusahaan game luar China. Berikut adalah daftar perusahaan yang dimiliki oleh Tencent: 

  • Kepemilikan penuh Riot Games, Developer dari League of Legends, Legends of Runeterra, dan LOL Wild Rift
  • Kepemilikan penuh dari publisher Norwegia, Funcom
  • Kepemilikan penuh atas Sharkmob, developer asal Swedia yang berdiri tahun 2017. Didirikan oleh mantan developer Ubisoft dan diakuisisi penuh oleh Tencent tahun 2019. 
  • 80% kepemilikan terhadap perusahaan asal New Zealand, Grinding Gear Games
  • Sekitar 84% kepemilikan dalam Supercell, pengembang Clash of Clans dan Clash Royale. 
  • 40% kepemilikan di perusahaan developer Amerika, Epic Games, pengembang battle royale Fortnite. 
  • 20% kepemilikan dari publisher serta developer asal Jepang, Marvelous. 
  • 17,66% kepemilikan dari developer asal Korea Selatan, Netmarble. 
  • Sekitar 15% kepemilikan di developer game mobile Amerika, Glu Mobile. 
  • 13,54% kepemilikan di perusahaan Korea Kakao, parent company dari publisher Kakao Games. 
  • 9% kepemilikan di developer UK, Frontier Developments.
  • 5% kepemilikan di Activision Blizzard, parent company dari Activision, Blizzard, dan King. 
  • 5% kepemilikan dari publisher Swedia, Paradox Interactive. 
  • 5% kepemilikan di Ubisoft Perancis, dibeli dari Vivendi saat mereka gagal melakukan buy out terhadap Ubisoft di Maret 2018. 
  • 1,5% kepemilikan di Bluehole, publisher dari PlayerUnknown's Battlegrounds. 
  • Sebagaian besar kepemilikan developer asal Switzerland, Miniclip. 
  • Investasi kapital di developer Jepang, PlatinumGames. 
  • Sebagaian kecil kepemilikan di developer Jerman, Yager Development. 

Kira-kira selanjutnya, perusahaan mana lagi yang akan investasi oleh Tencent yah Sobat Esports?

Jajah Sektor Live Stream, Tencent Siap Saingi Twitch!

Rasanya tak cukup jika Tencent hanya 'bermain' di sektor gamingnya saja, populernya industri live streaming membuat bisnis ini tak luput jadi sasarannya. Tencent memiliki anak perusahaan Tencent Video yang merupakan website streaming video. Beberapa platform live stream yang berada di bawah naungannya adalah Huya Live, DouYu, Kuaishou dan bilibili. 

Masuk ke bulan Maret 2020, Tencent memperkenalkan Trovo Live, sebuah live streaming service yang diperuntukkan bagi pengguna di seluruh dunia. Jika dilihat sekilas, Trovo tampak sangat mirip dengan Twitch, platform streaming milik Amazon yang fokus pada layanan stream game dan esports. 

Bahkan, baru-baru ini di awal Juni 2020 kemarin, Tencent membeli iflix, sebuah layanan Video-on-Demand dari Malaysia. Tencent membeli iflix baik dari segi konten, teknologi dan sumber daya nya. Ini merupakan upaya Tencent untuk melebarkan platform streamingnya WeTV ke pasar Southeast Asia. 

Melihat ragam sepak terjang Tencent di industri game global, perusahaan ini tampaknya layak mendapat julukan dominator dalam dunia gaming. Kalau dilihat-lihat Tencent masih punya banyak proyek yang belum di publikasi nih. Kira-kira inovasi baru apa yang bakal Tencent berikan ke konsumen game dunia yah? 

Bagaimana pendapatmu Sobat Esports, apakah Tencent merupakan perusahaan game favoritmu?