GudangVoucher - Esports.ID

Upaya Overwatch Bikin Game Lebih Fair dan Basmi Toxic

Rendy Lim
30/01/2018 13:01 WIB
Upaya Overwatch Bikin Game Lebih Fair dan Basmi Toxic
Jeff Kaplan, Overwatch Game Director

Kali ini, pembahasan akan fokus pada pemain Overwatch yang mengupload video ke Youtube, serta para fans Hanzo. Waspada, gerak-gerik kalian telah dipantau dan bagi para pemain Hanzo bersiap dengan perubahan besar yang akan hadir.

Jeff Kaplan, Game Director dari Overwatch, memulainya dengan pembahasan tentang toxicity. Player toxic memang jadi masalah yang bukan hanya menimpa Overwatch, namun di semua game online yang pertemukan orang secara acak. Jeff mengungkapkan bahwa player Overwatch yang terbukti toxic ingame dan mengganggu player lain akan menerima hukuman mulai dari suspended hingga akun yang di-banned.

Toxic Player:

Membasmi pemain toxic dalam Overwatch masih menjadi salah satu fokus utama dari tim Overwatch. Berkat adanya perbaikan yang dilakukan secara berkala, hal tersebut sangat membantu sistem report dalam game untuk mendeteksi pemain yang toxic.

Bagi para player yang sering dilaporkan berperilaku toxic ingame, mereka akan mendapatkan pemberitahuan dari hukuman yang akan mereka dapat antara suspended, silenced, ataupun banned. Selain dari laporan para pemain, seseorang yang berperilaku toxic juga dapat terkena banned jika terdeteksi oleh sistem Blizzard. Sejak fitur report diperkenalkan pada Overwatch di bulan Desember, perilaku toxic pemain turun hingga 17 persen pada Competitive Play dan report player meningkat sebanyak 20 persen.

Tidak hanya itu, Blizzard juga sedang gencar mencari pemain toxic yang mungkin luput dari laporan dengan cara melakukan stalking pada social media seperti halnya Youtube. Overwatch akan menindak akun toxic tersebut lebih cepat, mungkin sebelum dilaporkan oleh player lain dan berharap tindakan ini dapat menciptakan lingkungan bermain yang lebih nyaman. Pemain yang posting toxic gameplay via media sosial akan mendapat hukuman dari Blizzard. Semoga kampanye dalam membasmi toxic player dapat dicontoh developer game lain.

Selain membahas player toxic, Jeff Kaplan juga membahas tentang kemungkinan perubahan dari salah satu hero favorit di Overwatch, yakni Hanzo. Memulai pembahasannya dengan balancing hero, Jeff mengambil contoh perubahan yang dilakukan pada Mercy. Ultimate Mercy 2.0, sebelumnya adalah Resurrect, berubah menjadi Valkyrie untuk ‘menyeimbangkan’ permainan. Namun, ultimate tersebut masih dianggap terlalu kuat oleh tim developer. Secondary ability Mercy, yakni Resurrect, ketika Valkyrie aktif terasa seperti ultimate dibandingkan dengan secondary ability.

Hanzo's Scatter Arrow:

Hero lain yang disinggung oleh Jeff dalam video tersebut adalah Hanzo. Cukup banyak player yang merasa Scatter Arrow dari Hanzo agak tidak adil. Ambil contoh pada pemain Orisa yang terkena one-shot killed. Melihat hal tersebut, tim pengatur balancing hero dari Blizzard mencari solusi untuk membuat ability tersebut lebih ‘adil’, selain itu ide untuk mengganti ability Scatter Arrow juga sudah tersedia.

Percobaan secara internal dilakukan untuk menentukan tindakan apa yang harus dilakukan kepada Hanzo. Namun, Jeff Kaplan mengatakan perubahan kepada Hanzo masih akan datang, namun belum dikabarkan kapan perubahan tersebut bakal diumumkan kepada publik.

Sementara dua hero yang juga mendapat perhatian dari Blizzard dan para pemain adalah Mei dan Symmetra. Kedua hero ini masuk ke dalam kategori yang situasional, menurut Jeff, kedua hero ini tidak berada pada posisi yang terlalu kuat. Terhadap Mei, mungkin hanya diperlukan sedikit perubahan sehingga dia dapat beradaptasi pada situasi tertentu. Sedangkan bagi Symmetra, perubahan mungkin akan lebih banyak dari Mei, namun tidak ada perubahan masif.

Bagaimana menurut sobat eSports.id? Apakah perubahan dalam Overwatch baik dari segi pelayanan ataupun update hero membuat kamu, sebagai player, merasa semakin betah untuk bermain game satu ini?