GudangVoucher - Esports.ID

Seoul Dynasty Larang Spitfire MnG di "Daerah Kekuasaannya"

Rendy Lim
06/08/2018 10:43 WIB
Seoul Dynasty Larang Spitfire MnG di "Daerah Kekuasaannya"
London Spitfire

Puncak kemeriahan Overwatch League berlangsung di Barclays Center, Brooklyn, NY, mempertemukan dua tim yakni London Spitfire dan Philadelphia Fusion yang bahkan tidak diprediksi mampu tembus partai final.

Keberhasilan London Spitfire mengalahkan Philadelphia Fusion dengan skor telak mengantarkan tim yang bermarkas di London ini raih gelar 'World Champion' Overwatch League 2018 serta berhak membawa pulang hadiah uang tunai sebesar 1 juta USD, atau sekitar 14 miliar Rupiah. 

Menyandang gelar juara dunia tentu membuat para fans London Spitfire dari seluruh belahan dunia semakin ingin bertemu tim favoritnya ini. Namun sayangnya, ketika tim yang berisikan pemain asal Korea ini ingin mengadakan jumpa fans di Seoul, mereka mendapatkan penolakan seperti dilaporkan oleh General Manager London Spitfire, Susie Kim

Menanggapi banyaknya permintaan dari fans Korea Selatan yang meminta para pemain London Spitfire untuk mengadakan 'Meet & Greet' di Seoul, Susie Kim menjelaskan bahwa Seoul Dynasty, tim Overwatch League yang bermarkas di sana tidak mengizinkan acara tersebut, karena merupakan daerah kekuasaan mereka. 

Sepertinya tidak ada alasan kuat kenapa Seoul Dynasty tidak mengizinkan Spitfire datang ke daerah mereka dan mengadakan jumpa fans di sana. Mungkinkah karena permasalahan bisnis? Susie Kim bahkan menegaskan bahwa pemain asal Inggris atau kawasan Britania lain dari tim manapun juga tetap dapat melakukannya di markas Spitfire yakni London, tanpa kesulitan untuk mengurus izinnya. 

Hak regional bukanlah sesuatu yang dijelaskan secara spesifik oleh Blizzard kepada fans Overwatch League. Namun tampaknya, dengan membeli hak, sebuah tim 'mengamankan' kota tersebut serta sebagai representasi darinya. Ini merupakan permasalahan pertama yang menyinggung masalah hak daerah dan tampaknya tidak akan berhenti hanya di sini. 

Bagaimana menurut pendapat sobat eSports? Apakah hal pantas dari yang dilakukan oleh Seoul Dynasty?