Esports.ID

Paudie, PES Garuda Rengkuh Hasil Positif di SEA Finals 2018

MalZaHar
21/08/2018 14:13 WIB
Paudie, PES Garuda Rengkuh Hasil Positif di SEA Finals 2018
Nyaris Tekuk 'Figo', M. Akbar Paudie Harus Puas di Posisi Runner-up (AGe Network)

Tidak hanya skuad timnas U-16 dan U-23 yang sukses menggapai hasil positif dalam turnamen yang tengah mereka geluti, karena kini 4 pemain Pro Evolution Soccer (PES) asal Indonesia pun mampu membuktikan kualitasnya di ranah Asia Tenggara.

Rio Dwi Septiawan (pemenang Razer Liga1PES), Adyatma 'Q-wa' Priady (peringkat 3 PES Super Cup), dan Mohammad Akbar Paudie, pemain muda berbakat asal Gorontalo yang rengkuh posisi ke-3 di ajang Razer Liga1PES, berhasil terpilih sebagai skuad PES Garuda yang bertanding di PES SEA Finals 2018, Kuala Lumpur.

Ditambah dengan satu lagi perwakilan Indonesia, yakni Indominator, sosok pemain keturunan Belanda, yang turut memperkuat pasukan PES Garuda bertarung di PES SEA Finals, tanggal 19 Agustus 2018. Berhadapan dengan pemain-pemain terbaik dari empat negara Asia Tenggara lainnya (Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapura), Paudie mampu menorehkan tinta perak bagi perjuangan tim PES Garuda di ajang kali ini.

Hanya kalah tipis di partai final yang berakhir dengan skor 2-3 bagi kemenangan pemain asal Vietnam, Le Tam 'Figo', Paudie telah menunjukkan penampilan yang impresif dalam perjalanannya menuju babak puncak. Dirinya harus jalani dua kali partai hidup-mati dengan rekan satu timnya dari PES Garuda, yakni saat babak 16 ketika menekuk Ady Q-wa (2-0) dan kemudian partai selanjutnya giliran Rio DS yang dituntaskan dengan skor 3-1.

Di partai semifinal, pemain asal daerah Gorontalo ini kembali membuat kejutan dengan ungguli pemain unggulan lainnya dari Vietnam, Lam Anh Duy, sebagai juara bertahan SEACL 2016 dan 2017, melalui pertarungan sengit yang berakhir 4-3 bagi Paudie.

Sang lawan, Le Tam, juga hadapi beberapa lawan tangguh sebelum memastikan slot di final. Antara lain pemain kawakan asal Thailand, Bossui Rujikorn (3-0), kemudian kompatriotnya di tim Vietnam, Minh Hoang (2-1), baru akhirnya melumat wakil terbaik Malaysia, Khairul 'Keron' (5-1). Sebelum akhirnya memastikan gelar juara dan titel penguasa PES di Asia Tenggara dengan menggugurkan asa terakhir dari tim PES Garuda, secara dramatis.

Dalam pertandingan yang nampak lebih didominasi oleh Paudie (Manchester United) lewat beberapa peluang berbahaya hingga akhirnya berhasil dikonversikan jadi gol di menit 32, Le Tam mampu merespon balik dengan mencetak gol penyeimbang melalui skema serangan balik pada menit ke-36.

Di babak kedua, gelombang serangan masih digencarkan oleh Paudie namun sayang banyak finishing yang terbuang. Sementara tim Real Madrid yang dikontrol Le Tam hanya sesekali melakukan serangan balik dengan andalkan kecepatan CR7 ataupun Bale. Namun, strategi ini berujung satu gol di menit 72, kembali lewat serangan balik cepat dan ditutup advanced shot oleh Cristiano Ronaldo.

Tidak ada kata menyerah bagi Paudie, dia pun mengubah formasi untuk lebih menggempur habis lini pertahanan Le Tam, dan akhirnya berbuah hasil saat Injury Time (90+3) yang berawal dari kesalahan antisipasi Le Tam dengan fokus permainan possesion ball kala itu.

Naas memang, di babak perpanjangan waktu, Le Tam mampu membukukan satu gol penentu dari kaki CR7 pada menit 105+1. Paudie gagal menyarangkan gol penyama kedudukan hingga babak tambahan berakhir. Dan, pemain Vietnam yang juga pernah lolos ke ajang PES 2018 World Tour Argentina ini, berhak menggondol titel juara PES SEA Finals 2018.

Kekecewaan akan selalu ada, tapi rasa bangga patut kita haturkan kepada tim PES Garuda, khususnya untuk Akbar Paudie, pemain PES berusia 16 tahun yang baru mengenyam turnamen internasional pertama kalinya namun mampu memberi hasil sangat positif di kejuaraan PES SEA Finals tahun ini. Mengingat pada dua penyelenggaraan sebelumnya, Indonesia hanya mampu sampai babak 8 besar dan semifinal.

Selamat kepada Akbar Paudie, dan terima kasih tim PES Garuda beserta seluruh komunitasnya yang terus menghidupkan kompetisi PES di seluruh wilayah di Indonesia, semoga ke depannya makin banyak bibit-bibit muda lainnya yang terus bermunculan. Ditunggu juga kiprahnya di ajang ekshibisi eSports cabang PES Asian Games 2018 mendatang! Go eSports & PES Indonesia!