Efek Candu PUBG Mobile Dicap 'Perusak Masa Depan'

Billy
21/01/2019 12:58 WIB
Efek Candu PUBG Mobile Dicap 'Perusak Masa Depan'
foxsportsasia

Populer tak selamanya menjamin rasa aman atau langgengnya suatu game. Ambil contoh saja kisah PUBG Mobile yang mungkin bakal mati suri di India. Saking digandrunginya oleh gamer di sana, PUBG Mobile kini terancam kena ban karena berdasarkan studi yang dilakukan terungkap bahwa efek kecanduan dari permainan survival ini lebih berbahaya dari obat-obatan terlarang.

Esports.ID Fanpage Facebook

Studi ini dilakukan oleh kelompok asosiasi pelajar India bernama "The Jammu and Kashmir Students Association". Dalam kajiannya, mereka menemukan PUBG Mobile sangat adiktif dan menghasilkan dampak buruk bagi pelajar saat musim ujian.

Alhasil, badan sekolah mengajukan protes kepada gubernur wilayah Jammu dan Kashmir untuk melarang PUBG Mobile dari peredaran. Bahkan ketua asosiasi pelajar, Abrar Ahmad  Bhat menyebut PUBG Mobile dengan istilah "Perusak Masa Depan".

Lebih jauh, Raqif Makhdoomi selaku deputi chairman dari asosiasi pelajar, mengatakan "Tingkat kecanduan dari game ini sudah sangat memprihatinkan dan melebihi kecanduan obat terlarang seperti kita lihat bagaimana pemuda menghabiskan 24 jam di depan perangkat mobile mereka, bermain game, dan tak melakukan apa-apa. Kami meminta kepada gubernur terkait untuk melarang game tersebut (PUBG Mobile)."

Memang kecanduan gim termasuk PUBG mobile menjadi hal yang semakin nyata, seperti ulasan KOTAKU pada bulan Maret tahun lalu yang menyatakan banyak guru mendapati anak didiknya malah bermain PUBG Mobile dan Fortnite: Battle Royale di dalam kelas.

Pada belahan dunia lain, PUBG Mobile sampai di-fatwa haram menurut Dr. Ahmad Karimah, Profesor di Al-Azhar University, dengan menyebutnya sebagai suatu yang menuntun pada dosa, maka itu haram.

Bisa jadi pendapat sang dokter dikarenakan kasus pembunuhan yang terjadi pada seorang guru yang tewas di tangan pemuda berumur 16 tahun. Kecanduan PUBG Mobile diduga jadi alasan kuat sang remaja membunuh guru tersebut.

PUBG juga konon jadi alat bagi organisasi teroris seperti ISIS untuk menyebarkan pengaruhnya. Lewat internet, ISIS melakukan rekrutmen para pemuda untuk menjadi laskar pejuang mereka. Hal ini jadi salah satu alasan pemerintah Lebanon melarang angkatan bersenjata mereka memainkan PUBG atau game serupa.

Tentu sebuah game hanyalah hiburan yang sejatinya tidak akan merusak pendidikan seorang pelajar apabila pengawasan dari orangtua dan guru sudah tepat. Rasanya tak mungkin game bisa berefek merusak seperti itu. Semoga tidak ada sobat esports yang fans gim PUBG Mobile seperti teman-teman di India sana ya?