Esports.ID

Investigasi Cheater, PUBG European League Tertunda

Rendy Lim
09/01/2019 10:35 WIB
Investigasi Cheater, PUBG European League Tertunda
PlayerUnknown's Battlegrounds

Tidak berhenti dengan memberikan banned kepada empat pro player PUBG pada bulan Desember lalu, PUBG European League kembali menjatuhkan hukuman 12 profesional player PUBG yang tertangkap pernah gunakan cheat baik pada saat turnamen, atau dalam akunnya. 

Empat pemain yang mendapatkan hukuman tiga tahun karena ketahuan menggunakan cheat pada turnamen profesional adalah pemain PlayerOne LATAM’s Americo “PAPAYA” Quintero, Dragões eSports’ “Cabecao,” serta eSuba’s “swalker”, dan “zuppaa”.

Melalui TwitLonger yang diposting oleh PUBGEsports kemarin, nama dari 12 pemain yang terkena banned tersebut ditampilkan bersama dengan alasan mereka kenapa kena ban. Dalam investigasi tersebut, ditemukan bahwa 10 pemain terkena in-game banned karena menggunakan program cheat. Enam di antaranya, didapati menggunakan aplikasi pihak ketiga ketika turnamne online dan akan terkena banned selama 3 tahun. Empat pemain lainnya yang menggunakan cheat dalam non-professional matches dikenakan hukuman 2 tahun ke akunnya. Dua pemain terakhir mendapatkan 3 tahun suspended akun karena mengetahui anggota timnya menggunakan program cheat saat turnamen PEL.

Tiga tim yang terkena dampak akibat hukuman ini adalah Pittsburgh Knights, Red Diamonds, dan Sans domicile fixe, yang bahkan harus kehilangan spot-nya di Contenders League karena keempat pemainnya terkena hukuman dan terlibat dalam penggunaan cheat saat turnamen. Tim EU lainnya akan dicari untuk menggantikan slot tim tersebut. 

Sedangkan untuk Pittsburgh Knights dan Red Diamonds, mereka harus mengganti pemain mereka yang bermasalah agar bisa tetap mengikuti PEL. Pemain Pittsburgh Knights yang terkena banned adalah Can “TEXQS” Ozdemir, kemudian dari Red Diamonds adalah  “S1D”.

Saat ini, Contenders League sedang ditunda keberlangsungannya untuk melakukan penyelidikan terhadap pemain-pemain yang ikut serta di dalamnya. 

Ke depannya untuk menghindari kehadiran cheater pada kompetisi PUBG, sebelum kompetisi official PUBG dimulai, akan dilakukan pemeriksaan untuk setiap akun partisipan. Dan, setiap pemain yang terbukti memakai program tidak diizinkan akan langsung mendapatkan hukuman dan tidak boleh mengikuti turnamen. 

Bagaimana pendapat sobat esports? Apakah pemeriksaan akun yang dilakukan sebelum mengikuti turnamen cukup efektif untuk memberantas ataupun membuat para pemain takut menggunakan cheat dalam akunnya?