IESF

Razia Dadakan di Kepolisian India Bekuk Pemain PUBG

Rendy Lim
16/05/2019 15:45 WIB
Razia Dadakan di Kepolisian India Bekuk Pemain PUBG
CRPF India PUBG Mobile; Cover: SSBCrack

PUBG Mobile dan India sepertinya punya hubungan yang tidak harmonis. Mulai dari sering dianggap sebagai 'biang' atas berbagai masalah sosial, hingga dituding jadi penyebar nilai terorisme. Uniknya, permasalahan-permasalahan tersebut tidak membuat masyarakat India berhenti memainkan gim besutan Tencent ini.

Meskipun tidak diblokir dari negara tersebut, PUBG Mobile mendapat pemantauan khusus dari aparat keamanan karena seringnya laporan masyarakat yang berhubungan dengan gim satu ini. Ironisnya, perilaku adiktif terhadap PUBG juga ditemukan pada anggota kepolisian di India.

Central Reserve Police Force (CRPF)

Diberitakan melalui News18, Central Reserve Police Force (CRPF), institusi kepolisian di India memberi perintah yang melanggar para anggotanya bermain PUBG Mobile di perangkat ponsel mereka. Hal ini berangkat dari anggapan bahwa gim tersebut dapat berpengaruh pada kinerja para anggota kepolisian. 

Petugas senior CRPF menyebutkan banyak dari anggota berhenti bersosialiasi dengan sesamanya akibat kecanduan bermain PUBG. Selain itu, hal tersebut juga menyebabkan kurang tidur dan berpengaruh pada kegiatan fisik mereka. Kebanyakan anggota polisi muda yang tertangkap main PUBG mengalami gangguan pada tugas mereka juga memiliki masalah emosi dan cenderung lebih agresif. 

Perintah pun diberikan untuk deputy inspectors-general (DIGs) agar memerintahkan setiap anggota yang berada di bawah komandonya untuk menghapus gim tersebut. Inspeksi dan razia dadakan juga akan dilakukan untuk memastikan bahwa mereka benar-benar melakukannya.

Bagaimana pendapatmu Sobat Esports, apakah di Indonesia kita juga memiliki hal yang sama?