IES Ligagame

Remaja India Habiskan 300jt di PUBGM, Ngakunya Buat Belajar

Rendy Lim
06/07/2020 10:11 WIB
Remaja India Habiskan 300jt di PUBGM, Ngakunya Buat Belajar
Jangan ditiru yah Sobat Eports!

Kasus transaksi gelap menggunakan rekening orang tua untuk belanja item in-game sepertinya sudah cukup sering kita dengar terjadi. Ada yang dilakukan secara tidak sengaja karena anaknya masih di bawah umur, namun terdapat juga kasus dimana mereka sengaja berbohong kepada orang tuanya untuk dapat membeli produk digital impiannya. 

Seperti yang terjadi baru-baru ini di India, dimana PUBG Mobile memang sangat terkenal bahkan sering menimbulkan kasus kontroversi baik yang berujung masalah sosial ataupun kriminalitas. Beberapa hari lalu, seorang remaja tertangkap oleh orang tuanya telah menghabiskan 1.6 juta rupees atau sekitar 300 juta Rupiah dalam transaksi in-game PUBG Mobile. 

Awalnya, remaja ini meminjam HP ayahnya dan mengaku ingin menggunakannya untuk belajar. Namun, ternyata ia malah asik dan ketagihan bermain PUBG Mobile, bahkan menggunakan akun bank yang terhubung di ponsel tersebut untuk membeli hampir semua item in-game yang ada di PUBG Mobile. 

Tidak hanya membeli untuk dirinya sendiri, remaja tersebut juga menggunakan uang orang tuanya untuk membelikan item ke teman-temannya. Selama sebulan penuh, dia berusaha menghilangkan jejak transaksi dengan menghapus bukti pembelian dan mengganti-ganti akun bank. Mirisnya, uang yang digunakan tersebut ternyata disiapkan oleh orang tuanya untuk masa depan si anak serta membayar biaya kesehatan. 

Sebagai hukuman, orang tua dari remaja tersebut memaksa anaknya bekerja di bengkel untuk membayar uang yang telah dihabiskannya serta menjadi pelajaran untuk tidak sembarangan menggunakan uang. Meskipun tidak ada salahnya menggunakan uang dari orang tua untuk membeli game favorit kita, tetapi kamu harus terlebih dahulu meminta izin yah. 

Bagaimana pendapatmu Sobat Esports, semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran untuk kita agar lebih berhati-hati menggunakan uang yang bukan milik kita yah. Apakah kamu punya pengalaman serupa seperti kejadian di India ini?